
Sudah 3 bulan waktu telah terlewat dengan cepat,kehidupan rumah tangga Dava dan Raeviga semakin hari semakin terlihat romantis.Namun dalam kisah romantis mereka tersembunyi perasaan bersalah dari Dava.Sejak kedua kakinya dinyatakan lumpuh,lelaki itu selalu merasa bahwa dirinya sudah tidak lagi sempurna untuk berdampingan dengan Raeviga.
"Dav.."panggil Raeviga berjalan ke arah Dava yang berada di ruang tamu.
Raeviga melihat laki-laki itu sedang membaca koran harian yang entah di dapatnya dari mana.Begitu banyak koran dan majalah yang tersusun rapi di sampingnya.
"lagi baca apa?"tanya Raeviga sembari duduk di sofa di sebelah Dava yang duduk di kursi rodanya.
"baca iklan pengobatan alternatif,sayang.."serunya dengan masih fokus dengan lembaran koran dan pulpen di tangannya.
"pengobatan alternatif? "tanya gadis itu tak mengerti.
Dava menoleh kearah Raeviga dan meletakkan koran di pangkuannya.
"Rae,aku ingin cepat jalan lagi.Aku gak ingin terpuruk seperti ini.."keluhnya.
Raeviga menyentuh telapak tangan Dava dan mengenggamnya.
"Dav,aku tau kamu ingin segera sembuh.Tapi jangan memforsir tubuhmu seperti ini.Sudah 1 bulan ini kamu terlalu sering meminum jamu-jamuan herbal dan melatih tubuh kamu begitu keras,sampai kamu sendiri tidak menyadari kalau tubuhmu semakin tidak sehat..."Raeviga menatap sedih ke arah Dava melihat keras kepala suaminya.
"aku baik-baik aja,Rae..."jawab Dava menenangkannya.
"Kamu gak baik-baik aja,Dav.Kamu sering mengeluh lambungmu kamu sakit..."keluh Raeviga.
Raeviga menghembuskan napasnya dan melipat kakinya menatap ke arah Dava.
"cukup kamu selalu berada di samping aku setiap hari,itu sudah sangat sempurna Dav.."
Dava tertawa kecil mendengar ungkapan Raeviga yang menyanjung hatinya meninggi itu.
"Kok ketawa?"ungkap Raeviga sedikit kesal seolah perkataannya tidak di dengarkan oleh Dava.
"Bukan gitu sayang.Jadi istri aku sekarang sudah pinter ngengombal.."ungkap Dava sembari tertawa cekikikan.Sedangkan gadis itu menatap kesal dan malu karena ejekan lelaki di sampingnya itu.
Tak berselang lama,ponsel Raeviga yang berada di saku celananya berdering.Terlihat nama Maura tertulis di sana.
"Hai Rae.." seru wanita itu dari seberang telepon.
"Hai,Ra..Apa kabar?" balas Raeviga.
"Baik Rae,gue nelpon Lo mau ngajak double date dinner nanti malem mau gak?" tanya Maura menunggu jawaban Raeviga.
"Gue tanya Dava dulu ya,Ra.."jawab Raeviga sambil menoleh ke arah Dava yang telah memperhatikannya sedari tadi.
"Maura mau ajak kita double date,mau?" tanya Raeviga pada Dava.
"Kamu mau?"tanya Dava balik kepada Raeviga.Memberikan hak kepada Raeviga untuk memutuskannya sesuai keinginannya.
__ADS_1
Raeviga berpikir sejenak dan mengiyakan ajakan Maura karena wanita yang berada di seberang telepon terus saja mengatakan merindukan sosok Raeviga yang sudah tidak lagi tinggal di tempatnya.
"Ayolah,Rae.Kangen nih pengen ketawa-ketawa bareng sama kamu.."ungkapnya Maura berkali-kali membuat Raeviga mengiyakannya,walaupun gadis itu juga sama merindukan Maura.
"Maura nyuruh kita pake baju putih.."ucap Raeviga kemudian setelah panggilan telepon mereka terputus.
"temen kamu itu kebanyakan gaya ya"ucap Dava mendengar ucapan Raeviga tentang dress code mereka nanti malem.
Raeviga tertawa melihat Dava yang merasa jengkel hanya karena permintaan maura tentang warna baju itu.
"Kan biar kelihatan serasi,Dav.."jawabnya.
"Tapi kita gak usah pake gituan juga udah pasangan serasi kok.."imbuh Raeviga tersenyum malu setelah melontarkan gombalan recehnya.
Dava tertawa geli mendengar gombalan Raeviga.Dava baru mengetahui bahwa Istrinya juga bisa bertingkah receh di hadapannya.
Raeviga menutup wajahnya malu setelah melontarkan gombalan itu pada Dava.Entah makhluk apa yang telah merasuki dirinya hingga bisa berani mengucapkan gonbalan aneh dan menahan malu di hadapan Dava sekarang.
"kamu kok jadi receh si yang?"tanya Dava masih dengan tawanya yang semakin keras.
Raeviga yang tak tau harus mengatakan apa di hadapan Dava tiba-tiba berlari menuju kamarnya karena rasa malunya sudah berada di ubun-ubun.
"untung sayang.."gumam Dava melihat Raeviga sudah berlari ke dalam kamar mereka.
_________________
"Lama banget sih!"ucap Dava yang tak sabar menunggu.
"sabar aja.Habis ini mereka dateng.."
"Hai,Dav.."tak berselang lama seseorang yang berada tak jauh dari mereka duduk melambaikan tangannya kepada mereka.
"Lo lama banget sih!"keluh Dava sembari melambaikan tangannya memanggil pelayan restoran itu.
"sorry,tadi harus nunggu anak gue pulang les dulu.."jawabnya sambil menepuk pundak Dava pelan agar laki-laki itu tak perlu merasa jengkel.
"Mama Rae.."panggil Andreas berlari menuju Raeviga yang terlihat sangat senang.Di belakang anak laki-laki itu terlihat Maura yang tersenyum melihat Raeviga yang menyapanya.
"Hai sayang,apa kabar?"tanya Raeviga lembut sembari merapikan rambut Andreas yang sedikit berantakan.
"sehat mama Rae.."jawabnya sembari memeluk kembali Raeviga.Dava yang melihat hal itu mengulum senyumnya dengan interaksi mereka berdua seperti kerinduan ibu dan anak.Dava menghembuskan napasnya seketika mengingat anaknya yang telah keguguran.
"Ukhhh!mama Rae kangen banget!"ucap Raeviga sambil mencubit pipi Andreas gemas.
Seorang pelayan datang dengan membawa macam-macam menu makanan yang telah mereka berempat pesan.
"silakan tuan,nyonya.."seru pelayan itu sebelum.beranjak pergi dari hadapan mereka.
__ADS_1
"terima kasih"
"thanks,"
" Mama Rae,Om ini siapa?"tanya Andreas ketika menyadari keberadaan Dava di depannya.Selama ini bocah kecil itu hanya mengenal Raeviga yang seperti ibu kedua untuknya sejak Raeviga datang ke rumahnya.
"Om ini suaminya Mama Rae sayang.."jawab Maura yang duduk di sebelah Anaknya.
"Hai,Andreas!"sapa Dava tersenyum menatap Andreas.
"Hai,Om!" balas Anak itu dengan senyum lebarnya yang memperlihatkan gigi ompong anak itu.
"Andreas ompong ya.."ucap Dava mencoba bergurau dengan Anak itu.
Andreas tersenyum malu ketika Dava melihat gigi ompongnya.
Raeviga dan Dava tersenyum bersamaan melihat tingkah malu anak itu yang terlihat sangat imut.
Axel menatap kearah Raeviga dan Dava yang sudah terlihat akrab dengan Andreas.
"kalian kapan rencana punya?"tanya Axel tiba-tiba membuat Dava tersedak seketika.
Raeviga dan Maura tertawa melihat Dava yang terlihat gugup.
"Pertanyaan Lo udah kayak Mak gue.."keluh Dava sambil meneguk air putih beberapa kali.
"Ya kan pengen tau.Masa kawin terus tapi gak ada hasilnya.."ejek Axel cekikikan yang membuat pasangan itu menjadi salah tingkah
"udah mau proses.."jawab Dava lagi sedikit kesal.
Pengen gue tabok aja tuh mulut.
Axel tersenyum kecil sembari menganggukkan kepalanya,begitu pula dengan Maura yang tertawa cekikikan.
Raeviga yang mendengarnya seakan merasa malu dengan pembahasan itu.
Sedangkan Maura dan Axel tersenyum kecil saat mata keduanya bertemu karena telah berhasil membuat pasangan di depannya itu terlihat salah tingkah.
BERSAMBUNG
-
- Yah,udah bersambung.. jempolnya jangan lupa Like dan Vote cerita ini yaaa💕
-Yeaah! 40 episode wkwk :) syarat untuk kontes telah selesai di laksanakan :)
Doakan Cerita ini juara ya temen2😇
__ADS_1
See you the next episode