CINTA MALAM PERTAMA

CINTA MALAM PERTAMA
S2 - 31 # SASHI : CEMBURU UNTUK PERTAMA KALINYA


__ADS_3

Permainan berakhir di pesta itu ketika perginya William setelah mengungkapkan isi hatinya.Ia meninggalkan permainan dan pergi tanpa mengatakan apapun.


"Apa pertanyaanku terlalu sensitif? Aku kira dia pernah memiliki seorang pacar.."tanya Arka pada Sashi,Andreas.dan Marsha yang masih duduk di meja itu.


"Aku tidak mengenalnya.Mana aku tau.." jawab Marsha.


"Apa aku menyusulnya saja? kurasa dia sangat sedih.." ucap Sashi melanjutkan. Ia menatap kearah Andreas yang tampak tidak memperdulikannya.


"Ini semua karena kamu..."keluh Sashi pada Andreas.


"Kok aku?emang salah minta cium pacar sendiri..kalo pacar orang gimana?" goda Andreas membuat Sashi melirik kesal kearahnya.


"Coba aja kalo berani gitu.."ungkap Sashi dengan kedua matanya menatap lurus kearah Andreaa yang masih duduk di sebelahnya.


"Udah deh,kok jadi kalian berantem."seru Arka menjadi penengah di antara keduanya.


"Iyaa Sas. kita ngumpul kesana aja,sebentar lagi penutupan"tunjuk Marsha kearah kerumunan tamu yang sedang menyalakan petasan keatas udara sebagai penutup acara malam ini.


Mereka keempatnya berjalan mendekat di sekitar pesta.Andreas meraih tangan Sashi dan mengenggamnya.


" I love you.."bisik Andreas pelan.


" I don't like you.." ungkap Sashi membuat wajah Andreas terlihat kesal.


"Apa kamu masih kesal karena William?"tanya Andreas sembari menghentikan langkah kaki mereka berdua.


"Menurutmu?" Sashi mengembalikan pertanyaan itu pada Andreas.


Andreas mengehela napas kesal dan menatap tajam kearah Sashi. Tanpa mengatakan apapun,ia pergi meninggalkan Sashi yang masih berdiri disana.


"Apa dia marah sungguhan? padahal aku hanya ingin menggodanya..." pekik Sashi dalam hati,ia sedikit mempercepat langkah kakinya menyusul Andreas.


Namun ketika mereka di tengah pesta,para tamu segera menarik Andreas untuk ikut berbincang masalah bisnis dan perusahaan. Sashi berdecak kesal melihat hal itu.


"Ini Pesta,kenapa mereka masih membicarakan bisnis.Menyebalkan.." keluh Sashi sembari mengubah arah menuju Arka daan keluarga lainnya berkumpul. Di sana juga terdapat Maura dan Axel,orang tua Andreas.


"Sashi,kamu sendiri? dimana Andreas.Bukankah dia bersamamu.."tanya Maura melihat Sashi hanya sendiri tanpa melihat kehadiran Andreas.


"Dia disana..Sedang rapat di acara pesta.."keluh Sashi sambil duduk di samping Raeviga.

__ADS_1


"Benarkah? keterlaluan sekali Andreas.." ucap Maura dengan nada yang di buat kesal mendengar keluhan Sashi itu.


"Kenapa kamu kesal dengan hal itu?" tanya Raeviga sambil merapikan rambut Sashi yang sedikit berantakan.


"Tidak.Hanya saja pesta bukan tempat untuk membicarakan bisnis.." Sashi meneguk minuman diatas meja di depannya.


Arka melihat Andreas sedang mengobrol dengan seorang gadis dan rekan bisnis lainnya. Melihat hal itu Arka tersenyum dan berencana menggoda adiknya itu.


"Sas,sepertinya cintamu tidak sekuat yang aku pikir.Lihatlah Andreas disana dengan siapa?" tunjuk Arka membuat Sashi mengikuti arah jari telunjuknya.


Sashi mengerutnya lekat,ia melihat Andreas dengan seorang gadis yang sesekali tertawa di antara obrolan mereka. Raeviga memukul lengan Arka karena akan membuat kekacauan.


Namun lewat isyarat, Arka menenangkan orang taunya itu karena ia mengenal wanita yang bersama Andreas juga.


Sashi berjalan penuh amarah menuju Andreas.


"Dasar buaya.."ucap Sashi yang telah di samping Andreas. Air matanya sudah berada di ujung,yang sebentar lagi akan menetes keluar.


Andreas heran dengan ucapan Sashi yang tiba-tiba seperti itu.


"Kamu mengatakan hal itu untukku?" tanya Andreas mengulang apa yang di dengarnya tadi. Sashi tidak menjawab,ia melihat kearah wanita itu dan lelaki yang sudah berusia sekitar 50 tahunan.


"Maaf,sepertinya saya harus membawa calon suami saya dulu.." ucap Sashi penuh penekanan,apa lagi ketika kedua matanya menatap kearah gadis itu.


Apa gadis ini sedang cemburu?manis sekali..


Sashi segera merangkul lengan Andreas dan menariknya pergi.


"Apa kamu sedang cemburu sekarang?"goda Andreas pada kekasihnya itu.


Sashi melepaskan kaitan tangannya dan menatap tajam dan nampak sedih.


"Apa kamu tidak mencintaiku? menyebalkan.." ungkap Sashi di sekitar keramaian pesta.Beberapa orang yang mendengar hal itu melihat kearah Sashi dan Andreas.


"Lihatlah,ini karena ulahmu.."keluh Raeviga dan memukul lengan anaknya itu.


"Apa mereka akan baik-baik saja.." sahut Maura melihat pasangan anak muda di depannya itu.


"Tenang aja Tante,Ma.Aku hanya sedikit memberikan percikan cinta di antara mereka.." ungkap Arka membela diri.

__ADS_1


"Sok puitis.."Timpal Dava yang berada di belakang Arka.


Andreas menyusul Sashi yang berjalan masuk ke dalam rumahnya.


"Sas, tunggu.." cegah Andreas sambil meraih lengan Sashi.Mereka sudah beradi di ruang tamu.


Tanpa menjelaskan apapun,Andreas memeluk tubuh Sashi dan mendekapnya.


"Apa yang membuatmu cemburu..." ucap Andreas lirih.


"Lepaskan.Aku masih marah sama kamu.." Sashi melepaskan pelukan tangan Andreas di tubuhnya.


"Apa karena wanita tadi? dia sudah bersuami.Lelaki di sampingnya adalah suaminya.." jelas Andreas pada kekasihnya itu.


"Lelaki yang sudah berumur itu? benarkah? pasti gadis itu hanya menginginkan harta lelaki itu saja.." Sashi kini mengeluhkan perbuatan wanita yang tidak di kenalnya itu.


"Kamu salah.Dia yang memiliki kekayaan.Mereka memang saling mencintai. Asal mereka bisa saling melengkapi,umur bukanlah penghalang.." jelas Andreas lagi.


"Apa wanita itu tadi menggodamu?"tanya Sashi was-was. Tentu saja ia sangat khawatir,di lihat dari postur tubuh wanita itu yang jauh lebih seksi dari dirinya.


"Kamu khawatir berlebihan.Kita hanya membicarakan bisnis.Kemarilah aku merindukan aromamu.." Andreas menarik Sashi dalam pelukannya dan mencium kening gadis itu.


"Ekkhmm, kalau mesra-mesraan jangan di tempat sepi.Ntar kelewat batas.."seru Dava yang saat itu bersama yang lainnya.


"Apaan sih pa.." Seketika wajah Sashi memerah karena malu.


"tuh di sebelah sana setannya udah nunggu.." tunjuk Arka pada sofa di sebelah Sashi.


"Setannya itu kamu.."gerutu Raeviga pada Arka.


"Ayo keluar.Mau penutupan pesta.." ajak Dava kepada yang lainnya.


Malam itu,Sashi memeluk kedua orang tuanya dan berbisik kepada mereka.


"Di kehidupan nantinya lagi, Sashi ingin menjadi anak dari Papa sama Mama lagi.I love Ma,Pa.." Sashi memeluk kedua orang tua seperti gadis yang masih berumur belasan tahun. Namun gadis itu tidak merasa malu,dia hanya ingin menunjukkan rasa cintanya kepada kedua orang tuanya itu. Baginya orang tua adalah rumah untuknya menyampaikan keluh kesah,kebahagian dan moment yang berarti dalam hidup Sashi.


Andreas mencium kening Sashi ketika gadis itu sudah berdiri di sampingnya lagi.


Sashi memandang wajah Andreas,ia tersenyum kecil melihat postur wajah Andreas yang terlihat sempurna baginya.

__ADS_1


Di kehidupan nantinya juga,Sashi ingin menjadi pasangan kak Andreas lagi.Aku mencintaimu calon imamku..


BERSAMBUNG


__ADS_2