
Selesai makan dan Nania bersama Brian masuk ke mobil Dewa, dan lagi-lagi Dewa masih seperti supir pribadi bagi mereka berdua.
"Kita kemana ayah? bukan ini jalan mau ke sekolah Brian." ujar Brian yang sedari tadi asyik ngobrol dengan bundanya.
"Ke kantor ayah, sesuai dengan janji ayah. akan menyerahkan semua apa yang ayah miliki asal Brian dan bunda mau menerima ayah lagi." jawab Dewa.
Brian dan bundanya langsung terdiam, dan terus diam hingga tiba di kantor pusat Jaguar group.
Mobil sudah terparkir dan Brian meraih pundak ayahnya.
"Ayah ngak takut kalau Brian dan bunda melarikan semua uang ayah? kenapa ayah melakukan ini semua?" tanya Brian dengan raut wajahnya yang penasaran.
"Ayah mencintai bunda mu dan juga kamu Brian, dan hanya bunda mu yang tulus mencinta ayah apa adanya.
Bunda sudah pernah pergi dari hidup ayah, tapi bunda mu ngak membawa lari uang ayah. adapun yang dibawa bunda hanyalah mahar dan itupun digunakan bunda untuk membuka usaha.
Kalian berdua adalah bagian dari hidupku, ayah akan melakukan apapun asal bisa melindungi kalian berdua.
Akan ayah usahakan agar tidak kehilangan Brian dan bunda mu." ucap Dewa dengan tegas.
Kemudian Dewa keluar dari mobil dan membuka pintu mobil, lalu Dewa menggendong Brian dan meraih tangan Nania.
Dewa membawa mereka berdua ke aula Jaguar group, kedua orangtuanya Dewa langsung menyambut mereka bertiga.
Awak media sudah lengkap dengan segala peralatan mereka.
Tidak berapa lama kemudian, Indra bersama istrinya dan juga putrinya hadir juga.
Ternyata akan mengadakan konferensi pers, dan sejumlah petinggi dari Jaguar group sudah hadir dan menempati posisinya masing-masing di meja yang telah disediakan.
Kemudian Dewa naik ke podium dengan meraih tangan Nania dan juga putranya.
"Berbagai cobaan telah lewati bersama dan pada akhirnya aku dipertemukan dengan anak dan istriku yang aku sayangi dan aku cintai.
Dengan ini akan memberikan semua saham untuk istriku dan juga anakku." ucap Dewa dengan lantang.
Kemudian Dewa jongkok di hadapan Nania dan juga anaknya.
"Brian...! ayah mohon, tolong terima ayah sebagai ayah mu, sahabat mu dan juga teman mu." pinta Dewa dengan begitu ikhlas.
"Brian terima dengan sangat senang, tapi tanya dulu sama bunda." ungkap Brian dan kemudian meraih tangan bundanya.
"Nania...! aku sangat bodoh dan egois, tapi aku sudah mencintaimu sejak pertama kali bertemu hingga hari ini dan untuk selamanya.
__ADS_1
Aku mencintaimu dan menyayangi anak kita. maukah kamu menjadi istri ku dan ibu dari anak-anakku?" pinta Dewa.
Lalu Nania menuntun Dewa untuk bangkit berdiri dan Nania mendekat lalu..
"Ada hal yang harus kamu harus ketahui, karena keguguran waktu itu sehingga membuat rahim ku menjadi lemah.
Kemungkinan akan membuat ku susah untuk melahirkan anak lagi, bagaimana menurutmu?"
Dewa meraih tangan Nania seraya tersenyum dan kemudian menggendong Brian.
"Ngak masalah bagiku, satu saja sudah cukup membuat sangat cemburu." ungkap Dewa dan kemudian menurunkan Brian dari gendongannya.
"Aku menerima apapun kekurangan mu dan kelebihan mu, sebagaimana engkau menerima segala kekurangan ku.
Aku sangat mencintaimu, karena kamu sudah menggoreskan cinta di hatiku dan menjadi cinta sejati.
Maukah kamu menjadi istriku dan ibu dari anakku?" pinta Dewa dengan lantang.
Nania menoleh anaknya dan dengan tersenyum Brian mengganguk.
"Iya...! Nania bersedia dan tolong cintai dan sayangi kami berdua." ujar Nania seraya memegang tangan Brian.
"Yess....!" Dewa berteriak sementara kedua orangtuanya hanya menangis bahagia.
Berulangkali Dewa memeluk istri dan anaknya dan terakhir adalah pelukan dari sang ibu mertua.
"Terimakasih sayang, akhirnya ibu bisa bernapas lega dan bahagia." ucap sang ibu mertua.
Begitu haru dan bahagia, lalu tiba-tiba saja Brian bertanya bagian Keyla.
Indra langsung mendekati nya dan berkata kalau sudah memiliki bagian dan nantinya akan diberikan kepada Keyla.
Pak Basil menggantikan Dewa untuk berdiri di podium, dan mengumumkan seperti yang di ucapkan oleh Dewa.
Rumah sakit akan diambil alih kepimpinan Dania group dan perlahan-lahan nantinya Jaguar group akan mengakuisisi Dania group.
Konferensi pers telah berakhir, Dewa dan keluarganya serta Indra dan keluarganya memilih untuk makan bersama.
Keluarga bahagia itu memilih privat room dan memesan makanan dan minuman yang paling rekomendasi.
"Kita liburan, Yuk." pinta Brian yang berdiri di kursinya.
"Liburan kemana? kan masih sekolah?" jawab Opa nya.
__ADS_1
"Pulau Seram saja, Brian dan Keyla sudah membaca dan menulis. kami berdua sudah berhitung.
libur pribadi saja dulu, toh itu-itu saja yang tiap hari diajarkan, sangat membosankan."
"Iya...! sangat bosan." sanggah Keyla yang mendukung ucapan Brian.
Sejenak hening dan kedua orangtuanya Dewa saling bertatapan dan kemudian saling tersenyum.
"Brian...! emangnya apa kelebihan dari pulau seram itu?"
"Banyak Opa, pantainya yang indah, pemandangan yang sangat indah, udaranya segar, air lautnya yang jernih dan tempatnya yang sangat bagus." jawab Brian dengan semangat.
"Iya benar sekali, sekarang ini akses kesana sudah jauh lebih bagus. dari Jakarta naik pesawat dan kemudian naik feri ke pulau seram.
Dania group sudah punya penginapan yang bertema alam dan itu sangat eksotis.
Percuma kita kerja keras, kalau tidak bisa menikmati hidup. kita harus refreshing agar bisa bekerja lebih giat lagi."
"Setuju..."
Mamanya Dewa, Susi dan juga Indra menjawab setuju dengan serentak. hal itu di dukung oleh Dewa dan papanya.
Sejenak Dewa dan Indra sibuk menelpon, begitu juga dengan susi dan mamanya Dewa. demikian juga dengan papa nya Dewa yang terlihat sibuk.
Sementara Nania hanya terlihat tenang seraya menjaga Brian dan Keyla.
Mereka semua sudah selesai menelpon, dan Dewa menatap istrinya.
"Pekerjaan sudah di limpahkan pada asisten dan kita siap berlibur selama satu minggu." ucap Dewa pada Nania.
Ternyata Indra juga demikian sudah melimpah pekerjaan pada rekannya dan juga asisten.
Susi melaporkan bahwa persiapan sudah matang, semua pakaian akan di urus oleh asisten rumah tangga.
Ketiga adik-adiknya Susi juga ikut dalam liburan kali ini, karena sangat ingin ke pulau penghasil rempah-rempah itu.
Sama hal dengan mama nya Dewa yang sudah siap dengan pakaian yang di urus oleh mbak Yuni.
Tapi pak Basil belum selesai menelpon dan beberapa saat kemudian pak Basil tersenyum kepada seluruh keluarganya.
"Pesawat sudah Papa boking untuk penerbangan jam sore nanti, demikian juga dengan kapal yang menyenangkan kita ke pulau Seram." laporan dari pak Basil.
ting...ting...ting... ' suara bunyi gelas yang pukul dengan sendok.'
__ADS_1
Seketika perhatian tertuju pada Nania, dan bundanya Brian itu langsung tersenyum ketika dia menjadi pusat perhatian.