
Kedua orangtuanya Dewa, pamit kepada Melati dan juga adik-adiknya serta keluarga besarnya.
Semua hadiah pernikahan dan sebagainya akan di urus oleh Melati dan keluarganya.
"Tunggu dulu, Bu. kak Nania datang kemari membawa koper dan koper itu berada di kamar kak Melati." ucap Melati yang menghentikan langkah mereka.
Melati langsung pergi ke arah kamar kakaknya dan tidak berapa lama kemudian sudah datang dengan membawa koper milik Nania.
"Bukain dong." pinta mama nya Dewa.
Dengan sigap Arjun langsung membuka paksa koper tersebut dan mereka begitu terkejut melihat banyak foto-foto perselingkuhan Dewa bersama Geisya.
Lalu ada kertas yang menempel dan tertulis, buka rekaman video di handphone.
Mamanya Dewa langsung merampas handphone itu dari anaknya dan langsung membuka galery handphone tersebut.
' Nania yakin kalau video ini akan di putar, setelah Nania pergi dari kehidupan mu mas Dewa.
selama ini aku sudah berusaha menutupi perselingkuhan dengan Geisya, agar tidak menimbulkan kegaduhan yang akan menyebabkan kekacauan di Jaguar group.
Aku melakukan itu semua demi bapak dan ibu yang sudah mengganggap ku sebagai putrinya.
mas Dewa, aku pernah berjanji pada bapak dan ibu serta jajaran rumah sakit dan juga jajaran komisaris Jaguar group.
berjanji untuk membujuk Profesor Dadang agar melanjutkan proyeknya.
Janjiku akhirnya terpenuhi, karena Profesor Dadang mau melanjutkan proyeknya dan Susi yang menggantikan ku sebagai asistennya.
Mas Dewa, aku bukan anak kandung dari profesor Dadang, begitu juga dengan Sapri. kami berdua hanya beruntung bertemu dengan profesor Dadang yang sudah mengganggap kami sebagai anaknya.
Di headphone ini ada tes DNA Nania, Sapri dan juga profesor Dadang.
Tes DNA itu tidak menunjukkan kalau kami berdua anak kandung dari profesor Dadang.
Nania sudah menemukan keluarga ku, begitu juga dengan Sapri.
Nania dan Sapri adalah saudara tanpa ikatan darah, kami hanya bersaudara atas nama kemiskinan.
Memang sebelumnya Nania, sudah pernah memiliki pacar dan termasuk dokter Govin yang pernah mas Dewa hajar.
Tapi semuanya di ambil oleh Geisya, kamu adalah laki-laki yang kesekian yang sudah tidur dengan Geisya.
Di handphone ini juga ada beberapa video Geisya yang tidur dengan pria lain selain dirimu mas Dewa.
Jujur aku akui, kalau sempat ada cinta yang tumbuh di relung hati ku ini. tapi kamu sudah selesai dari hatiku ketika kamu tidur dengan perempuan murahan itu.
__ADS_1
Geisya adalah penentu jodoh untuk ku, Geisya itu ibarat penguji iman dan kesetiaan laki-laki yang aku pacari.
jika laki-laki itu tidak tergoda dengan perempuan murahan itu, berarti pria tersebut layak menjadi suami ku.
Kamu mas Dewa, tidak memenuhi syarat. kamu sudah selesai di hatiku.
Kamu tak ada bedanya dengan laki-laki yang pernah aku kenal.
Selama ini aku menyembunyikan keadaan yang sebenarnya hanya karena Papa, yaitu ayah kandungnya Geisya yang sangat baik.
Tapi beliau sudah meninggal dunia, meninggal dalam keadaan sakit hati karena kelakuan Geisya dan mamaknya.
Mas Dewa, tolong jangan hancurkan Jaguar yang sudah susah payah di bangun.
Tolong jangan ikut campur akan proyek profesor Dadang, biarkan profesor Dadang untuk melakukan penelitiannya.
Bila perlu pecat Geisya dari Jaguar group, dia itu ngak ngerti apa-apa. Geisya hanya menjadi batu sandungan di Jaguar group.
Departemen Geisya sudah menimbulkan keributan, para istri-istri pegawai akan segera mengamuk karena para suami mereka di godain oleh Geisya.
Cepat bertindak mas Dewa, jangan tertipu dengan ijasahnya palsunya itu.
Geisya itu tidak pernah lulus SMA, karena lebih sibuk menggoda laki-laki lain.
Lebih baik mas Dewa yang menceraikan Nania, agar tidak menimbulkan masalah di Jaguar group akan skandal mu itu.
Tolong jaga bapak dan ibu, sampaikan salam ku kepada bapak dan ibu.
Terimakasih atas semua kenangan yang sudah kita lalui bersama.
Semoga kita berdua mendapatkan kebahagiaan kelak nantinya.
Selama tinggal..."
Begitulah yang di ucapkan Nania dalam video yang diputar oleh mamanya Dewa.
Selesai menonton video itu, mamanya Dewa terduduk lemas, begitu juga dengan suaminya.
Tanpa berkata-kata apa lagi, papanya Dewa mengajak istrinya pulang tanpa memperdulikan anaknya.
Sepanjang perjalanan menuju rumah, mama nya Dewa hanya menangis dan menangis. sementara suaminya hanya bisa terdiam.**
Dari arah rumah mempelai wanita, Dewa terlihat sangat panik dan frustasi seraya memegang handphone dari Nania di tangannya.
"Pergi dari sini sebelum ku tembus kepala mu dengan peluru panas dari pistol ini." ucap Arjun.
__ADS_1
Arjun menodongkan pistolnya kepada Dewa, dengan begitu lemas Dewa bangkit dan kemudian pergi dari rumah itu.
Dewa naik taksi menuju rumahnya dan sepanjang perjalanannya, Dewa hanya bisa bengong.
Terlihat air matanya mengalir di pipinya, dan Dewa melihat handphone dari istrinya itu.
"Mungkin ada petunjuk dari handphone mu ini Nania." ucap Dewa yang bicara pada dirinya sendiri.
Sesampainya di rumah, Dewa melihat paket yang sedang dibereskan oleh mbak Yuni.
"Apa itu mbak?" tanya Dewa yang melihat mbak Yuni sedang sibuk.
"Peket herbal dari si non, walaupun orangnya ngak ada tapi perhatiannya masih tetap ada.
tuan muda, tolong cari non Nania. karena mbak belum sepenuhnya pintar akan resep masakan dari non Nania."
Dewa hanya terdiam lemas dan kemudian masuk ke kamarnya, terlihat Dewa sempoyongan saat berjalan ke arah kamarnya.
"Nania...! jadi ini yang kamu rencanakan? aku akan mencari mu sampai kemanapun.
Kamu tidak bisa lepas dari ku Nania, kamu hanya salah paham." ucap Dewa yang bicara dengan dirinya sendiri.
Kemudian Dewa membuka lemari pakaian Nania, semuanya masih lengkap. tapi pakaian lama istrinya saja yang tidak ada.
Kemudian Dewa melangkahkan ke meja rias istrinya, kemudian mencari jejak istrinya.
Berulangkali kali Dewa, memeriksa isi laci meja rias istrinya tapi tidak menemukan apapun yang bisa dijadikan sebagai petunjuk.
Nania juga tidak membawa kosmetik yang dibeli dengan uang dari suami.
Setelah beberapa saat mencari dan Dewa menemukan amplop berwarna putih dan langsung membuka amplop tersebut.
Secarik kertas yang berisi surat dan Dewa membacanya.
' Aku tidak butuh uang mu, di semua uang yang pernah aku terima sudah ku setor ke rekening mu.'
Ada tiga bukti transfer ke rekening Dewa, kartu kredit dan juga debit serta pin nya.
Semua fasilitas itu diberikan oleh mamanya Dewa, dan hanya dipergunakan oleh Nania untuk membeli semua kebutuhan rumah dan juga keperluan obat untuk Dewa.
Dewa tersenyum melihat semuanya, senyuman yang di akhiri dengan tangisannya.
"Segitu rapi kau untuk tidak meninggalkan jejak mu, dan aku akan menemukan." kata Dewa.
Mungkin karena sudah lelah, Dewa rebahan di ranjangnya tempat istrinya yang biasa.
__ADS_1