CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Geisya Bertemu Dengan Gerol.


__ADS_3

Unit apartemen tipe studio, Geisya dan mamanya tinggal berdua di unit tersebut dengan status sewa.


Geisya terlihat sangat gelisah, mondar-mandir seperti orang kebingungan.


"Kamu kenapa sih?" mamanya bertanya karena melihat putrinya yang gelisah.


"Mama ingat Gerol? tetangga kita dulu." sanggah Geisya.


"Ingat...! emangnya kenapa?" mamanya bertanya lagi karena masih bingung akan sikap Geisya.


"Selama ini Gerol tinggal di Inggris, saat ini sudah kembali ke Indonesia.


Gerol mendapatkan video koleksi pribadiku dan mengancam akan menyebarkan ke media sosial." ucap Geisya yang terlihat sangat panik.


"Video pribadi apaan? mama ngak ngerti." sanggah mamaknya yang terlihat kebingungan.


Lalu Geisya meraih handphonenya dan menunjukkan video kepada mamanya.


Video berhubungan badan antara Geisya dengan pria yang lebih tua atau om-om.


Mamanya terlihat syok dan terduduk lemas di sofa tersebut, dan berulangkali memukul dadanya yang sesak.


"Kita bisa tinggal disini dan juga punya segalanya karena video-video itu, video yang Geisya gunakan untuk mendapatkan uang.


Masalahnya hanya Gerol, yang mengancam Geisya, pria psikopat itu ingin bertemu dengan Geisya saat ini." ucap Geisya yang terlihat begitu gelisah.


Seketika mamanya Geisya tersenyum, sepertinya dia mendapatkan ide yang cemerlang.


"Temui saja dan manfaatkanlah, toh juga sudah terlanjur, Kan!" kata mamanya yang meyakinkan Geisya.


Sejenak Geisya berpikir dan kemudian tersenyum, lalu meraih handphonenya dan terlihat sibuk dengan handphonenya itu.


"Geisya siap-siap dulu, akan ku buat pria songon itu menyesal seumur hidupnya." ucap Geisya.


Beberapa saat kemudian Geisya, sudah siap dengan penampilannya yang seksi. lalu turun dari gedung apartemen itu.


Dengan naik taksi online Geisya, ternyata menuju sebuah hotel, dan sesampainya dia dropship hotel.


Lalu menuju resepsionis dengan gaya yang begitu elegan nan mewah.


"Saya mau ketemu dengan Gerol, tamu di kamar 102." ucap Geisya.


"Mohon di tunggu di tunggu sebentar, Bu." pinta resepsionis itu dengan begitu ramahnya.


Hanya menunggu beberapa saat kemudian, Geisya di persilahkan untuk mendatangi kamar Gerol.

__ADS_1


Naik melalui lift dan kemudian turun di lantai tiga puluh lima dan kemudian berjalan di lorong yang dibaluti dengan karpet mewah.


Ting nong... ' bel pintu berbunyi '


"Geisya...!" ucap Gerol.


Pria yang tampan dan berbadan atletis itu langsung mengajak Geisya masuk ke kamarnya.


"Apa mau mu?" Geisya bertanya dengan nada yang cetus.


"Santai dulu dong, minum dulu." sanggah Gerol yang duduk berhadapan dengan Geisya.


Red wine tersaji di gelas yang cantik nan unik tersebut, Gerol meminumnya terlebih dahulu dan kemudian barulah Geisya meminumnya.


"Saya ingin kamu membuat adegan blue film disini, seperti yang kita lakukan waktu itu.


Aku akan membayar mu senilai satu milyar rupiah, jika menolaknya maka video asusila mu akan aku sebar." kata Gerol yang kemudian meletakkan gelasnya.


"Hanya itu?" kata Geisya yang terlihat tidak sabar.


"Santai sayang, kita tunggu pemain barunya. memang sudah old banget tapi masih terlihat fresh." ujar Gerol dan kemudian bertepuk tangan.


Muncul dua pria yang berbadan tegap dan hanya memakai celana pendek dari arah tempat tidur.


Sepertinya kedua pria itu adalah warga negara asing, lebih tepatnya warga negara dari arah benua Eropa.


"Mama...!" ucap Geisya yang melihat kehadiran mamanya di kamar mewah yang datang bersama satu pria paru baya.


Pria paru baya itu langsung bergerak dan mengambil peralatan perekam video dari lemari dan mulai mempersiapkan peralatan itu.


"Kalian berdua akan berlaga dengan kedua pria itu, tentunya bayarannya akan ganda yaitu menjadi tiga milyar rupiah plus dua mobil sport keluaran terbaru." kata Gerol yang terlihat angkuh.


"Bangsat...! kenapa harus ada mamak ku?"


"Sssstttt...! cukup Geisya, kita lakukan saja apa yang di perintahkan oleh pria songon ini.


Mama sudah menerima panjar dan sudah masuk ke rekening mama, selesai permainan ini maka selesailah segalanya.


Kita punya uang banyak dan mendapatkan mobil mewah." sanggah mamanya Geisya.


"Ready...!" ucap pria baya itu.


Geisya dan mamanya langsung di tuntun oleh kedua pria tersebut ke arah ranjang dan semampai si ranjang yang berhadapan dengan kamera yang sudah aktif.


Kedua pria itu langsung melucuti pakaian Geisya dan mamanya satu persatu.

__ADS_1


Persis seperti adegan film dewasa, dan Gerol terlihat keluar dari kamar itu.


Ternyata Gerol pergi ke kamar lainnya, dan disana sudah tim editing video yang berjumlah enam orang laki-laki.


"Kita sudah siap streaming bos." ucap salah satu pria itu.


"Lanjutkan dan pastikan IP komputer dan lokasi ini tidak terlacak." perintah Gerol dan para editing yang dan juga ahli programmer.


Ternyata adegan blue film itu disiarkan secara langsung di berbagai akun media sosial milik Geisya dan juga mamanya.


Adegan demi adegan sangat jelas terekam, hingga akhirnya penetrasi yang dilakukan kedua pria itu kepada Geisya dan mamanya.


Dilakukan secara bergantian, adegan terus berjalan dan terekam dengan sempurna.


Berbagai komentar miring berupa caci maki dan juga pujian dari warga net memenuhi area komentar.


Gerol terlihat puas melihatnya, senyuman yang penuh kebencian itu jelas terukir di raut wajahnya.


Ternyata durasi permainan ranjang itu lumayan lama, itu dikarenakan obat kuat yang telah di minum oleh kedua pria itu.


Pada akhirnya adegan panas itu selesai juga dan terlihat Geisya dan mamanya sangatlah lemas dengan cairan spe*ma yang berada di perut hingga buah dada mereka berdua.


Rekaman masih berlanjut yang mempertontonkan tubuh Geisya dan mamanya tanpa busana itu.


Tidak ada yang terlewatkan dari setiap bagian tubuh termasuk jenis kelamin dan ***********.


Terakhir video itu memperlihatkan kedua pria itu memberikan lima lembar uang dolar pecahan 100 dollar Amerika serikat.


Video berakhir dan kedua pria itu serta perekam video meninggal Geisya dan mamanya yang masih tergeletak lemas di kasur.


Geisya dan mamanya akhirnya bisa bangkit dari ranjang besar itu dan kemudian memakai pakaiannya.


Setelah mengambil uang dollar tersebut dan kemudian mamanya Geisya memeriksa akun banknya melalui internet banking.


Alangkah terkejutnya karena hanya satu rupiah yang tersisa uang di rekeningnya, itupun sisa uangnya.


"Telpon pria songon itu, kenapa belum mentransfer uangnya." perintah mamanya.


Seketika itu Geisya mengeluarkan handphonenya dan mencoba menghubungi Gerol.


Berkali-kali Geisya menghubungi Gerol dan tidak ada respon alias non aktif.


"Gak diangkat, Mah. gimana ini?" tanya Geisya yang terlihat panik.


Demikian juga mamaknya yang terlihat panik dan mencoba untuk berpikir.

__ADS_1


"Ayo kita datangi rumahnya." kata mamanya.


Mereka berdua langsung bersiap-siap untuk keluar dari kamar mewah itu, kemudian keluar dari hotel dan naik taksi untuk menemui Gerol di rumahnya.


__ADS_2