CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Percobaan Pertama yang Gagal.


__ADS_3

POV Geisya.


Pagi-pagi sekali Geisya dan mama nya sudah bersiap-siap untuk menjalankan aksinya, dan mereka berdua tiba-tiba saja cemburut melihat papa nya hanya duduk di ruang tamu dan masih memakai piyama.


"papa kok belum siap? ayo......"


"kan dah papa bilang kemarin sore, kalau papa ngak akan mau mengikuti rencana kalian."


Geisya dan mama nya langsung pergi begitu saja, dan mereka berdua langsung melangkah dengan pasti meninggal rumah.


"kita ke rumah sakit Jawara aja, untuk melihat kondisi mama nya Dewa sekaligus bertemu dengan Nania."


Ujar Geisya kepada mama nya dan tetap fokus mengendarai mobilnya.


Berhubung masih pagi hari dan jam sibuk, alhasil mereka harus rela memakan waktu yang banyak di jalanan karena kemacetan.


Pada akhirnya mereka berdua tiba di rumah Jawara dan langsung ke pusat informasi layanan.


"apa yang bisa saya bantu?"


"kami mau ketemu dengan mama nya Dewa."


Begitu angkuhnya Geisya berkata kepada perawat yang menjadi resepsionis di meja informasi itu.


Perawat yang cantik itu hanya tersenyum menanggapi perkataan itu, dan kemudian bertanya nama lengkap pasien yang di kunjungi oleh mereka berdua.


Tapi mereka berdua tidak tau siapa nama dari mama nya Dewa.


"bego banget sih loh, mama nya Dewa. pemilik rumah sakit ini."


"mohon maaf ibu, saya tidak tau siapa itu Dewa dan saya juga tidak mengetahui siapa pemilik rumah sakit ini.


ibu sebutkan aja nama pasiennya dan nanti akan saya cari di rawat di ruangan mana."


Geisya terlihat geram, karena petugas resepsionis itu tidak mengerti apa yang di ucapkan olehnya.


Hingga akhirnya resepsi itu memanggil atasnya, karena di desak oleh Geisya.


"apa yang bisa saya bantu?"


Seorang pria yang memakai setelan jas, dan terlihat berwibawa dan mendatangi Geisya yang marah-marah kepada bawahannya.


"anggota mu bego banget, masa dia ngak tau siapa pemilik rumah sakit ini."


"saya sebagai menejer penanggung jawab di area resepsionis dan informasi rumah sakit, dan saya juga tidak meng mengetahui siapa pemilik rumah ini.


karena kami para pegawai tidak memperdulikan latarbelakang pasien, selagi masih sanggup membayar tagihan rumah sakitnya.


Jika ibu hendak menjenguk keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit ini, cukup dengan menyebutkan nama lengkapnya dan kami akan mencarikan informasinya untuk ibu.


Siapa nama lengkapnya ibu? biar kami cari informasinya."


"tunggu sebentar biar saya telpon orangnya."

__ADS_1


Akhirnya mama nya Geisya mencoba menelpon, dan ternyata itu tersambung dan membuat Geisya sedikit bernapas lega.


Dengan segala kesombongan yang mereka berdua miliki dan berkata yang tidak pantas kepada petugas tersebut.


Lalu mereka berdua pergi ke arah lift dan kedua petugas tadi hanya bisa mengelus dadanya.*


Mamanya Geisya tersenyum setelah melihat bertemu dengan mama nya yang masih berbaring di ranjangnya.


"Gimana kabarnya jeng?"


Mamanya Geisya menyapa mamanya Dewa dan kemudian mendapatkan sambutan senyuman.


"beginilah keadaan ku sekarang, nanti sore akan keluar dari rumah sakit ini."


"syukurlah kalau begitu, maaf ya jeng Dewi. karena baru sekarang bisa menjenguk."


Ucapan itu yang sekedar basa-basi sebelum melaksanakan rencana yang sudah di susun.


"oh iya....


Nania kemana ya? kok akhir-akhir ngak pernah ngabarin mama dan papanya?"


Rencana sedang di mulai, intinya disini untuk informasi keberadaan Nania dan sekaligus mencari simpatik.


"Nania masih di rawat profesor karena mengalami keguguran.


Nania keguguran karena kelelahan mengurus semuanya, karena Nania keguguran yang membuat ibu mertuaku syok dan pada akhirnya meninggal.


"dirawat di rumah sakit ini ya?"


Mamanya Dewa tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan itu dengan pasti, lantas tidak mendapatkan informasi dan Geisya yang maju.


"kok hanya tante disini? ngak ada yang menjaga tante disini?"


"Papa nya Dewa yang jagain tante, cuman sudah berangkat kerja tadi pagi dan nanti sore akan kemari lagi sekaligus kami pulang ke rumah."


"begitu ya tante, oh ya. siapa yang menjaga mas Dewa di rumah? "


"mbak Yuni dan juga pak Sanusi."


Geisya berhenti bicara dikarenakan Indra mendatangi ruang rawat itu, dan terlihat Indra tidak senang dengan kehadiran mereka berdua.


"mohon maaf yang sebesar-besarnya, bukannya mau mengusir. tapi tante harus melakukan pemeriksaan terakhir sebelum diperbolehkan dokter untuk pulang.


Saya minta kepada mbak dan ibu, untuk segera meninggalkan ruangan ini."


Ucap Indra dan meminta Geisya dan mama nya untuk segera pergi.


Karena ingin mencari simpatik, sehingga Geisya dan mamanya hanya tersenyum dan menuruti permintaan dari Indra.


Geisya dan mamanya sudah keluar dari ruang rawat itu, dan terlihat dari raut wajahnya yang menggambarkan kekecewaan karena gagal mengorek informasi tentang keberadaan Nania.


"pasti si Susi itu mengetahui dimana Nania. ahhhhhh......

__ADS_1


Itu Susi ma.....


Pasti perempuan itu mau menjenguk Nania disini, kita ikuti aja perempuan itu."


Geisya dan mamanya mengikuti perempuan yang mereka lihat.


Perempuan yang bernama Susi, yang merupakan rekan kerja dari Nania sesama perawat di rumah sakit pemerintah.


Ternyata Susi malah pergi ke arah kamar mandi dan langsung masuk ke salah bilik toilet.


Geisya dan mama nya masih terus menunggu Susi, dan pada akhirnya Susi keluar dari dalam bilik toilet.


"kamu Susi kan? temannya Nania."


Geisya langsung mengintrogasi Susi, tapi gadis itu terlihat santai menghadapi Geisya yang langsung bertanya kepadanya tanpa basa-basi.


"namanya saya memang Susi, tapi aku ngak kenal sama Nania."


"bacot.....


Terus ngapain loh kemari? loh kemari pasti mau menjenguk Nania kan?"


"ngak kak....


Saya kemari untuk melamar kerja, baru saja selesai wawancara."


"ngak usah bohong loh, gue pernah liat loh bersama Nania, gue tau siapa loh.


Ngak usah pura-pura ngak mengenal ku ya, gara-gara loh, gue ngak bisa mendapatkan perhatian mas Dewa.


Loh sengaja mendekati Dewa dengan berpura-pura datang sebagai perawat di rumahnya.


Dasar perempuan jala*g, kurang ajar."


plak...... plak......


Susi menampar pipi Geisya, hingga dua kali dan tamparan itu membekas di kedua pipinya Geisya.


"saya tidak kenal sama kau, tapi berani-beraninya kau mengatai ku perempuan jala*g.


Kau kira siapa? putri raja Salma atau putri presiden?"


Susi berkata demikian dengan suaranya yang keras, dan pada akhirnya mereka di datangi oleh orang-orang yang kebetulan berada di toilet tersebut.


"putri raja Salma? ngak salah tuh.....


kemarin aja ngak mampu membayar belanjaannya."


crasss.....prak.......plak.......


Seorang perempuan muda ikut mengatai Geisya, pada akhirnya membuat keributan karena Geisya hendak menampar perempuan muda itu tapi malah Geisya yang di tampar.


Bahkan Geisya terjatuh di lantai dan masih terus di hajar oleh perempuan muda.

__ADS_1


__ADS_2