CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
papa hanan pulang


__ADS_3

" idih pagi bener datang nya, ada yang nunggu ni ye" canda dinda


"ya memang aku kan biasa paling pagi di antara kalian berdua." balas kalista


"iya ya kamu emang dari dulu pagi diantara aku sama risha ya"


"mangkanya kalau mau ngeledek itu pikir dulu ." balas risha


"oh iya lis sekarang kan jatah kamu di ruang mawar."


"iya aku tau makanya ini lagi siap siap mau ke sana tinggal nunggu dokter yuda."


"lis gantian dong pumpung nanti ada dua cowok ganteng, pengen di gaet cowok dua ganteng ganteng."


" ngawur, kamu mau di marahi bu mayang kita jatah di UGD kemarin kan udah kalista."marah risha kepada dinda


" iya kan cuma ngasih ide aja" balas dinda dengan sedikit cemberut


"makanya kamu itu sedikit feminim gitu biar dapat cowok ganteng, ini kamu malah urak urakan mana ada cowok yang mau."


"kalau cowok itu cinta ama kita dia pasti Nerima aku apa adanya, gak mandang fisik."


" terserah kamu lah din, aku mau jalan aku mau periksa dulu."


" dada kalista semoga berhasil."


kalista hanya geleng geleng kepala karna kelakuan dinda yang selalu membuat perkara.

__ADS_1


namun dia bersyukur karna dia mendapat kan dua sahabat yang selalu mendukung nya.


Sedangkan di dalam kamar hanan ia sedang memarahi seseorang.


"aku kan udah bilang jangan telfon aku, apa lagi ke nomor ini."


"maaf pak tapi pak bos mencari anda, beliau bertanya kepada saya, saya bingung pak jadi saya memutuskan untuk menelfon anda pak' beliau khawatir dengan anda pak karna anda tidak bisa dihubungi, saya sudah bicara jika anda baik baik saja namun beliau menginginkan anda berada di kantor hari ini, kalau tidak pak bos akan mencari anda sendiri."


" nanti aku coba untuk ke kantor"


" baik pak saya tutup, maaf mengganggu pak hanan"


"aku harus keluar rumah sakit dulu bagai mana aku ke kantor kalau sampai papa tau aku kecelakaan pasti langsung menjaga ketat aku" batin hanan


tok tok tok


kalista dan dokter yuda masuk kedalam kamar hanan.


"pagi juga dokter" balas hanan


sedang kan kalista dan hanan hanya saling melirik sambil menahan senyum.


kalista memberikan hasil pemeriksaan tadi pagi kepada dokter yuda.


"semua normal dan sudah membaik hasilnya, bagai mana pak hanan apakah mau pemeriksaan lanjutan "


" maaf dokter boleh minta ijin untuk pulang.karna ada sesuatu yang harus saya lakukan, dan tidak bisa menunggu lagi."

__ADS_1


"anda bisa meminta bantuan kepada suster , namun jika anda yang meminta untuk pulang kami dari rumah sakit tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu kepada anda"


"saya mengerti dok"


"saya permisi dulu untuk memeriksa yang lain" ucap dokter yuda kepada hanan.


namun tak sengaja dokter yuda melihat tempak makanan di meja, yuda tau jika tempat itu milik kalista karna dia pernah melihat kalista membawanya.


rasa iri menghantui yuda karna selama ini kalista tidak pernah membawakan dia bekal makanan atau sekedar makan berdua, karena kalista selalu makan bareng kedua sahabatnya.


dokter yuda tidak fokus memeriksa pasiennya, karena pemikirannya yang tidak bisa fokus dokter yuda sampai salah masuk kamar.


"dok anda salah masuk, tadi kita sudah memeriksa ke ruang itu"


"oh ya maaf "


" dokter gak enak badan kelihatanya dokter tidak fokus"


" gak lis aku baik, berapa pasien lagi kita periksa?."


"kurang tiga lagi dok "


" ya udah kita cepat periksa"


"baik dok"


Kalista selalu berbicara formal kepada dokter yuda, membuat yuda tidak senang, dia ingin lebih akrab kepada kalista, namun kalista tidak pernah merespon perhatiannya, membuat yuda sadar jika kalista tidak menyukai nya , yuda pun bersikap biasa agar membuat kalista tidak melihat bahwa dia menyimpan perasaan kepada nya .

__ADS_1


ya kalista tidak pernah menyadari tentang perasaan yuda karena dia hanya menganggap dokter yuda hanya partner dalam pekerjaannya.


walau pun dua sahabatnya nya sering menjodohkan dia dengan dokter yuda namun dia hanya menganggap nya sebagai candaan teman temanya, karena dia sering bekerja berdua dengan dokter yuda.


__ADS_2