CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Hanya Berharap.


__ADS_3

Nania bersama anaknya sudah berangkat menuju sekolahnya dan sesampainya di sekolah dan bertemu dengan Susi.


"Anak kita seumuran, Iya. Keyla lebih tua dua bulan dari Brian."


"Ngak usah mengalihkan pembicaraan Nania, aku belum puas mendengar cerita pelarian mu disaat pesta pernikahan." ucap Susi yang memotong pembicaraan Nania.


"Aku ngak lari Susi, hanya ingin memulai hidup baru. kita sudah janji akan membahasnya di rumah."


"Itu urusan mu dengan Dewa, aku hanya ingin mendengar kisah mu." ujar Susi yang mendesak sang sahabat.


"Berhubung kita berdua sedang menunggu anak kita masing-masing dan lebih baik kita minum kopi." pinta Nania.


Mereka berdua langsung menuju Kafe yang tidak jauh dari TK anak mereka. Susi yang begitu bahagia karena berhasil membujuk Nania untuk cerita.


Mereka berdua memesan kopi hitam panas dan sedikit kue tart kesukaan mereka berdua.


"Melati menangis saat kamu berhasil kabur dari resepsi ditengah keramaian tanpa meninggalkan jejak.


Bagiamana cara mu kabur acara resepsi itu? kamu itu sudah seperti karakter penjahat dalam serial kartun yang sangat gampang meloloskan diri."


hahahaha... hahahaha... hahahaha... ' suara tawa Nania '


Tapi Susi hanya bengong melihat sahabatnya itu tertawa lepas akan pertanyaan yang diajukannya.


"Kamu ngak nangis saat aku kabur tanpa jejak?"


"Ngak...! karena ketiga adik-adiknya merahasiakan itu dengan hadiah menginap di hotel dari mu.


Tengah malamnya baru aku sadar kalau kamu sudah meninggal ku, saat itu aku menangis menjerit dan Indra langsung memelukku.


Ternyata Indra juga mengetahui kalau kamu sudah kabur, tapi adik-adik ku berpesan agar tetap merahasiakan dariku." jawab Susi yang terlihat kesal pada Nania.


Tapi Nania hanya bisa tertawa melihat ekspresi wajah Susi yang dianggapnya sangat lucu.


"Aku dan tim yang sudah merencanakannya dengan matang agar bisa berkelana untuk menjelajahi pulau seram penghasil rempah-rempah terbaik di negeri ini.


Kami mengirimkan hasil penelitian tim Nania, pada profesor Dadang di laboratorium rumah sakit Jawara.


Tapi semuanya itu menjadi rahasia yang tertutup rapat, termasuk dari mu.


Karena aku yakin, kalau kamu itu akan berpihak pada Dewa yang segera mencari keberadaan ku kelak nantinya.

__ADS_1


Pada akhirnya kami sukses mendirikan Dania group, dimana anak usaha bergerak di bidang pengobatan herbal dan kosmetik."


Susi hanya geleng-geleng kepala mendengar pengakuan dari sahabatnya itu.


Pelarian yang terorganisir sehingga tidak meninggalkan jejak sedikitpun yang membuat semuanya kelimpungan mencari Nania kala itu.


"Aku tahu kalau video itu editan, tapi hanya sebagai alasan agar mudah lolos dari dekapan Dewa.


Agar aku bisa menyelematkan janin dalam perutku yang sudah berusia dua bulan, aku tidak kau janin ku bernasib sama seperti yang sudah-sudah.


Kecemburuan di kala Dewa sangat dekat dengan Geisya, dan aku takut mempengaruhi mood yang membuat ku kelak stress dan mengobarkan janin ku.


Menghindar jauh lebih baik demi kebaikan calon anakku."


Lagi-lagi Susi syok mendengar pengakuan dari sahabatnya itu, baru kali Nania curhat sedemikian dalam padanya.


"Nania...!" ucap mamanya Dewa.


Mamanya Dewa yang baru tiba di cafe tersebut dan langsung memeluk Nania, dan pelukan itu di balas hangat oleh Nania.


"Ibu kangen sama kamu Nania, ibu rindu sama ku Nania." ucap mamanya Dewa yang berulang-ulang.


Tapi Nania hanya bisa terdiam dan air matanya yang mengalir tidak bisa membohongi kerinduan pada mamanya Dewa.


"Ibu kok tahu kalau kami ada disini?" ucap Nania.


"Entahlah...! memang ibu yang selalu menjemput Keyla ke sekolah ini dan entah kenapa kaki ini ingin sekali melangkah ke sini." ungkap mama Dewa yang menyeka air matanya.


Susi juga membenarkan ucapan mamanya Dewa, setiap harinya selalu menjemput Keyla disekolah ini.


"Ibu makin cantik dan terlihat sangat sehat." kata Nania seraya menyeka air matanya.


"Ibu hanya menuruti perintah mu dan juga perintah Susi, dua perawat yang hebat yang ada disisi ibu." ujar mamanya Dewa.


Terlihat dia memilah kata-kata yang tepat agar tidak menyinggung perasaan Nania.


Sorot dari kedua bola mata itu mengisyaratkan kebahagiaan yang tidak terkatakan.


Jelas terlihat kalau mamanya Dewa, mengingkan Nania untuk kembali menjadi istri anaknya.


Tapi perlu menjaga tutur bahasa agar tidak menyakiti hati, Nania memang pernah menjadi menantu kesayangannya, tapi tidak bisa mengingkari akan perbuatan anaknya yang buruk terhadap Nania.

__ADS_1


Tidak bisa serta merta mengutarakan keinginan atau memaksakan kehendaknya, Nania bukan wanita biasa.


Nania adalah sosok perempuan hebat di mata mamanya Dewa, bahkan dirinya bisa mematuhi segala perintah Nania.


Mendiang ibu mertuanya juga patuh pada Nania, karena pada dasarnya Nania melakukan segala yang terbaik untuk keluarga.


"Ibu benar-benar merindukan omelan mu, rumah langsung sepi setelah Nania tidak pulang ke rumah.


Beruntungnya Indra menikahi Susi, kerinduan dan kesepian agak berkurang. karena Susi ngak beda jauh dengan mu Nania.


Tapi Susi punya suami yang harus di urusannya dan setelah Keyla lahir, semangat hidup kembali menjadi bergairah dan semangat.


Kemarin itu ibu sangat-sangat bahagia, karena bisa melihat Brian yang sangat mirip dengan Dewa waktu kecil.


Hanya melihatnya sejenak, rasanya lempang hati ini. double bahagia dan setelah bertemu dengan hari ini.


Menjadi tripel bahagia, dan kebahagiaan itu akan full jika...!"


Mamanya Dewa berhenti bicara dan kemudian menangis lagi, lalu Nania memeluknya.


Walaupun tanpa ucapan mamanya Dewa terputus, tapi Nania mengetahui tentang kata atau ucapan yang akan keluar selanjutnya.


 "Jangan buat beban akan ucapan ibu, ini hanyalah harapan. ibu mendukung penuh akan keputusan.


Tapi ibu mohon tolong ijinkan ibu untuk selalu bisa bertemu dengan Brian dan juga kamu.


Tolong jangan menghindar dari ibu, kamu dan juga Susi sudah seperti putriku kandung ibu.


Hanya kalian berdua yang mampu ngomel-ngomel di depan ibu dan kalian berdua yang mampu membuat mematuhi perintah kalian.


Suami ibu saja seringkali ku bantah, tapi kalau berdua tidak pernah ku bantah. karena memang itulah kasih seorang putri kepada ibunya.


Kalau kesal tentunya dong, tapi memang itu yang terbaik untuk ibu.


Lihat penampilan ibu, jauh lebih sehat dan tetap cantik, seperti menolak tua." ungkap mama Dewa seraya berpose di hadapan Susi dan Nania.


Kedua sahabat karib itu hanya tersenyum melihat tingkah dari mamanya Dewa yang sudah seperti model yang lagi berpose di depan kamera.


"Iya ampun, sudah mau jam sepuluh ini. yuk kita jemput anak-anak." ujar mamanya.


Mereka langsung bergerak cepat menuju sekolahnya Brian dan Keyla.

__ADS_1


Benar saja kalau Brian dan Keyla sudah menunggu mereka bertiga dan mamanya Dewa langsung memeluk Brian.


__ADS_2