CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
pulang dari rumah sakit


__ADS_3

"hanan apa kamu yakin ingin pulang sekarang, kelihatannya kamu belum terlalu pulih." tanya kalista dengan membantu merapikan baju yang telah di pakai hanan.


" memang nya kenapa apa kamu takut kangen dengan aku. Karna kamu gak bisa bertemu aku lagi." canda hanan dengan duduk di depan ranjang yang sedang di bersih kan kalista, mata mereka sangat intens saling memandang dengan pandangan yang mendalam, wajah mereka saling mendekat, semakin mendekat wajah mereka sudah tak berjarak deru nafas hanan sampai terdengar sangat berat.


"maaf, bukan mak sut tidak sopan, aku terbawa suasana." ucap hanan sambil pergi dari hadapan kalista.


bukannya menjawab kalista malah diam dan senyum senyum sendiri namun kalista langsung sadar dari diamnya.


"bukan salah kamu, oh ya bagai mana dengan hp aku kamu kan sudah mau keluar dari sini jadi kamu sudah gak butuh hp aku."tanya kalis untuk mengalih kan pembicaraan agar mereka tidak canggung lagi, dengan berjalan mendekati hanan sambil menyodorkan tangannya.


"aku memang gak butuh hpnya namun aku masih butuh nomornya." sambil meletak kan hp di tangan kalista.


" gak butuh orangnya"


" butuh, tapi harus di halal lin dulu." jawab hanan. Mereka saling tertawa menggoda satu sama lain.

__ADS_1


kebahagian bukan cuma bersenang senang dengan harta yang kita punya mamun kita bisa bahagia walau hanya dengan respon baik dari orang yang kita suka, ya itulah yang di rasakan hanan dan kalista meraka tak perlu makan malam mewah namun bercanda berdua di kamar rumah sakit sudah membuat meraka bahagia.


kebahagian yang tidak bisa di ucapkan dengan kata kata, apalagi hanan dito walau pun dia seorang pengusaha muda dan tampan.uang nya tidak bisa menutupi kesepiannya dan ketampanannya tidak bisa membuat nya bahagia, walau banyak wanita yang mengejar nya namun tidak ada satupun yang membuat hati nya berdetak tak menentu, namun setelah dia bertemu dengan kalista membuat hidupnya lebih berarti lagi.


"aku pulang dulu." pamit hanan.


"iya hati hati di jalan "


hanan berjalan menjauh dari gedung rumah sakit untuk mencari kendaraan agar dia cepat sampai ke kantornya.


"ih dinda ngagetin aja" ucap kalista, sambil memegang dadanya.


"kelihatannya serius banget sampe aku disini kamu gak sadar." ucap risha dia gak kuat intuk tidak menggoda kalista, karena dia tidak pernah melihat kalista sesedih ini di tinggal seorang pria.


" gak ris kok ris"

__ADS_1


"aduh cowok ku udah pergi, nanti aku kangen" goda dinda


"apa sih din, kamu itu sukanya goda aku mulu"


"mau pulang gak lis, kita gak lembur hari ini gak banyak pasiennya jadi kita bisa pulang duluan"


"apa mau disini, siapa tau abang hanan kembali buat jemput."


"dinda udah deh, gak usah goda goda aku mulu" dengan nada jengkel karna dia tidak suka dinda sering menggoda nya.


"gak usah marah marah, gimana kalau kita ke mol jalan jalan buat cuci mata."


" aku juga mau beli kebutuhan ku udah pada habis,udah lama kan kita gak jalan." sambung risha


"ayok lis kita jalan, pumpung risha mau biasanya kan dia yang paling sulit di ajak jalan."

__ADS_1


" ya udah kita jalan, bentar aku ambil tas ku dulu di dalam."


__ADS_2