CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Berpetualang.


__ADS_3

Membatasi atau memblokir kartu kredit Geisya dan mamanya bukanlah solusi yang baik, karena hal itu menimbulkan keributan yang luar biasa.


Brata Ankarbaya hanya bisa curhat kepada putri angkatnya itu, dan berharap Nania bisa meneruskan usahanya dan memajukan group usaha Ankarbaya.


Tapi itu tidak mungkin karena Brata Ankarbaya tidak berdaya menghadapi istrinya dan juga Geisya.


Hanya bisa Ikhlas dan terus berusaha semaksimal mungkin agar Ankarbaya group bisa bertahan.


"Nania, mau pamit untuk melakukan penelitian ke pedalaman kalimantan yang akan meneliti tanaman yang akan dijadikan obat herbal.


Bersama tim dari profesor Dadang, kami akan segera ke sana. mungkin memakan waktu sekitar satu tahun." ucap Nania dengan nada suara yang pelan.


"Bagiamana dengan pendidikan profesi mu?" tanya papa nya yang sebenarnya tidak menginginkan Nania pergi.


"Sudah selesai, kok. Penelitian ini bersifat pengabdian seraya tetap mengikuti sejumlah program agar mendapatkan gelar Ners.


Setelah mendapatkan gelar Ners, Nania akan melanjutkan pendidikan spesialis keperawatan." jelas Nania dengan kalimat-kalimat yang pasti.


"Dana yang papa berikan masih cukup?" tanya papanya dengan lirih.


"Cukup dong, Pa! bahkan masih bisa biar uang muka rumah KPR ' kredit Perumahan Rakyat '" ujar Nania dan akhirnya mereka berdua tertawa.


Lalu mereka berdua tertawa, sejenak hilang segala permasalahan yang dihadapi dan rileks sejenak.**


Pukul enam pagi dan Nania sudah berangkat menuju klinik profesor Dadang, karena masih ada hal yang harus di bicarakan.


"Nania...!" Findon memanggil Nania.


Tapi Nania tidak menggubrisnya dan terus berjalan seraya menyeret kopernya yang besar.


"Sebelum kita berangkat, aku harus menyampaikan perasaan ku padamu Nania, aku mencintaimu Nania." dengan percaya dirinya Findon menyatakan perasaannya kepada Nania.


"Setelah kau puas memakai adikku, lantas kamu mau memakai ku juga. anjing, Kau!"


Ucap Nania dengan nada tinggi sehingga profesor Dadang dan tiga orang perempuan mendatangi mereka berdua.


"Ada apa, Nania?" tanya profesor Dadang yang penasaran.


"Asisten profesor yang gila ini, telah tidur dengan adikku. tapi dia malah mengatakan perasaannya pada ku." jawab Nania yang terlihat kesal.


Awalnya profesor Dadang tidak yakin akan ucapan Nania, tapi setelah melihat video berhubungan seksual antara Findon dan Geisya yang sengaja di rekam.


"Saya ngak suka melihat seseorang yang tidak beretika, dengan ini kau ku pecat dan kembalikan semua fasilitas yang pernah aku berikan." ucap profesor Dadang yang dipenuhi amarah.

__ADS_1


Kemudian Nania mendekati Findo dan mengancamnya untuk tidak menganggapnya jika tidak, maka video asusila itu akan disebar.


Findon di pecat secara tidak terhormat karena kasus asusila, seandainya Findon diam. tentunya Ia akan berangkat bersama tim penelitian profesor Dadang.


Masalah Findon sudah diselesaikan dan saatnya berangkat ke kalimantan.


Menempuh perjalanan yang sangat sangat lama dan akhirnya tiba juga di sebuah ibu kota kecamatan.


Dari ibu kota kecamatan, mereka harus naik motor menuju ke pedalaman.


Empat perempuan dan dua laki-laki termasuk profesor Dadang, mereka menyewa sepuluh motor untuk menuju tempat tujuan.


Enam motor untuk membawa mereka sementara sisanya untuk membawa barang-barang mereka.


Butuh perjuangan ekstra sampai tiba di tujuan, medan yang sulit membuat mereka harus berjuang keras.


Akhirnya tim profesor Dadang tiba disebuah perkampungan dan itulah lokasi yang mereka tuju.


Pemangku adat langsung menyambut mereka dengan hangat dan tentunya dengan jamuan adat istiadat.


Pemangku adat memberikan mereka rumah untuk berteduh, rumah yang sederhana tapi penuh nuansa adat dengan filosofi yang dalam.


Rumah khusus untuk istrihat, lalu Nania dan timnya menambahkan pondok sebagai tempat penelitian.


Karena sudah kelelahan, mereka akhirnya istrihat dan akan memulai aktivitas besok pagi harinya.**


Nania dan teman-temannya sudah selesai masak untuk mereka santap di pagi hari sebelum beraktivitas.


Selesai beres-beres dan semua tim sarapan bersama.


Semuanya sudah bersiap-siap dan tim di bagi dua, satu tim untuk bersosialisasi dengan warga sekitar dan satu tim lagi mencari tumbuhan-tumbuhan liar untuk diteliti.


Nania bersama dua orang rekannya, mendapatkan tugas untuk bersosialisasi ke masyarakat sekitar.


Seluruh tim profesor Dadang adalah tenaga kesehatan, hanya Nania yang berprofesi sebagai perawat dan sisanya adalah dokter umum.


Tim Nania mendatangi salah satu rumah warga, dimana istri dari tuan rumah tersebut sedang hamil.


"Mama sangat sehat sekali, apa rahasianya mama?" tanya Nania yang memulai obrolan setelah dokter memeriksa ibu hamil tersebut.


Ibu hamil itu tersenyum dan beberapa saat kemudian sang suaminya membawa sebuah kantong yang unik.


"Tumbuhan ini yang saya rebus dan diberikan kepada istri saya." sanggah suaminya.

__ADS_1


Seperti akar dan juga ada dedaunan, semuanya sudah kering. secara khusus tim Nania diberikan rempah-rempah tersebut.


Tidak puas sampai disitu, Nania memohon untuk di ajarin cara memilih tumbuhan liar itu dan mengenalinya.


Ternyata tuan rumah tidak keberatan, dengan senang hati akan mengajak Nania dan timnya untuk pergi ke hutan.


"Nona...! inilah salah satu, daun yang lonjong dan jika remas daunnya seperti ini, akan berbau yang menyengat.


Kalau ini, daunnya yang di pakai. di keringkan lebih dulu. setelah kering baru siap digunakan, di rebus sampai air sedikit. lalu saring dan siap di minum.


Masyarakat desa menggunakan agar selalu kuat, supaya bisa berburu dan bertani." jelas sang pemandu.


Nania dan timnya begitu serius mendengarkan penjelasan dari pemandu mereka.


Bukan hanya obat herbal yang mereka petik dari hutan. tapi ada sayuran, jamur yang biasa di konsumsi warga sekitar dan juga ikan sungai serta happa.


Happa adalah hewan yang mirip seperti kerang, biasanya berada di rawa-rawa dan berukuran lebih besar dari kerang pada umumnya.


Satu orang memangku satu karung hasil buruan hari ini, alam memberi lebih untuk mereka yang menikmati alam.


Sejujurnya tim Nania, tidak mengerti cara mengolah happa tersebut. sehingga meminta istri dari pemandu untuk mengajari tim Nania untuk mengolah happa.


"Gampang cara memasaknya, biar lebih puas memakannya. buka dulu happa dan sisihkan dagingnya." ucap istri pemandu.


Lalu mereka bersama-sama memasak, walaupun sederhana tapi terasa mewah sekali karena kebersamaan tersebut.


Selesai memasak, Nania dan timnya mintak ijin untuk bergabung kembali ke tim nya.


"Bawa apaan itu?" tanya profesor Dadang kepada Nania dan timnya.


"Banyak prof, nantilah kami laporkan setelah kami susun laporan." ujar Nania.


Profesor Dadang mengganguk, lalu rekan tim Nania memberikan hasil masakan mereka kepada profesor dan tim.


Berikut dengan buah pisang, ubi jalar rebus dan juga buah hutang yang siap untuk di makan.


"Kalian dari mana, Sih! bukannya kalian bersosialisasi dengan warga!" kata profesor yang mengagumi tim Nania.


"Tadi kami ke salah satu warga, tapi Nania sangat ahli berbaur dengan warga.


Kami dibawa ke hutan untuk mendapatkan semua ini." Jawab salah satu dari tim Nania.


Profesor Dadang hanya bisa tersenyum dan mereka bersama-sama menikmati hadiah yang didapatkan tim Nania.

__ADS_1


__ADS_2