
" hah besok pagi kamu berangkat ke Singapura"
"iya lis aku harus cepat di operasi,papa sudah menyiapkan semua nya"
" aku tak bisa membantu kamu apa apa nan,aku bingung harus bagai mana gak mungkin jika aku ikut kamu kesana."
"aku gak butuh apa apa lis aku cuma mau kamu menunggu aku sampai aku pulang."
" aku gak bisa janji nan,aku gak tau kedepannya akan bagai mana"
"lihat mata ku lis, kamu percaya cinta aku kan lis. aku berjanji jika aku sudah sembuh aku akan langsung melamar kamu,aku gak mau kita pacaran aku ingin langsung menghalalkan kamu,jika saja aku tidak sakit begini aku pasti akan cepat cepat menjadi kan kamu istri ku."
"aku percaya sama kamu Hanan, aku percaya." sambil saling berpegangan tangan tanpa melepaskan padangan satu sama lain.
"jadi kamu mau menunggu aku pulang kan kalista."
"demi kesembuhan kamu" sambil mengangkat jari kelingking,yang di ikuti oleh Hanan agar mereka bisa menautkan kelingking mereka,sambil tersenyum bersama menandakan mereka saling menerima perjanjian mereka.
" kalista aku harus pulang, ini sudah malam kamu harus tidur besok kamu bekerja kan."
" iya kamu hati hati, besok aku gak bisa mengantar kamu ke bandara."
"gak papa lis kamu juga jaga kesehatan selama aku di Singapura, boleh aku meminta nomor hp kamu agar aku bisa mengabari kamu."
" tentu, biar aku ambil kertas sama bolpoin dulu di dalam" kalista berjalan ke dalam rumah, sedang kan Hanan menunggu di depan pintu.
__ADS_1
"ini nomor aku"sambil memberikan secarik kertas ke hadapan Hanan.
"terimakasih ya lis, aku pulang dulu" sambil berjalan meninggalkan rumah kalista.
"jangan lupa kabarin aku"sambil teriak karena Hanan sudah sedikit jauh.
di balas lambaian tangan, tanda Hanan mengerti yang kalista ucapkan.
ceklek kalista menutup pintu rumahnya
"udah pergi temennya lis" tiba tiba mama Ira bertanya dari belakang tubuh kalista.
"mama bikin kalista kaget aja."
"mama cuma nanya lis"
" itu temen baru kamu lis mama gak pernah lihat."
" dia orang yang kalista ceritain sama mama,yang tertabrak di depan rumah kita yang kalista tolong."
"memangnya udah sembuh total lis kok udah main kesini."
"belum ma,tadi pamitan mau ke Singapura untuk operasi karena saat kecelakaan kemarin ada gumpalan di kepalanya."
"memang ada hubungan apa kamu sama dia kok harus pamitan sama kamu."
__ADS_1
"gak ada hubungan apa apa ma" sambil menahan senyum sampai pipinya yang terlihat memerah seperti kepiting rebus.
"kalau gak ada apa apa kenapa pipi kamu terlihat memerah seperti itu"
"udah ah ma kalista mau ke kamar dulu"
"malu ya " mama Ira sangat senang menggoda anaknya karena dia belum pernah melihat kalista dekat dengan seorang pria.
"apa sih ma" sambil lari meninggalkan mama Ira, dia malu karena kelihatan merah pipinya.
setelah Hanan sampai,dia langsung masuk ke dalam rumahnya.
"udah selesai urusannya nan" tanya papa Andra yang membuat Hanan sedikit terkejut karena ia baru saja membuka pintu.
" iya pa, ini kuncinya pa." sambil menyodorkan kunci mobil yang baru saja dia pakai.
"terimakasih ya pa udah pinjemin mobil papa buat Hanan."
papa melihat Hanan dengan sedikit heran,tidak biasanya Hanan berbicara seperti ini, biasanya Hanan irit dalam berbicara apalagi semenjak papanya menikah lagi dia jarang berbicara kepadanya hanya seperlunya saja.
" Hanan tinggal ke kamar ya pa mau tidur dulu"
papa Andra tidak menyahutnya hanya melihat Hanan pergi ke kamarnya.
"kenapa Hanan terlihat bahagia sekali, apa dia sedang jatuh cinta terlihat sekali di wajahnya." batin papa Andra karena setelah Hanan pergi ia melihat wajah Hanan yang sumringah.
__ADS_1
kalista dan Hanan tidur dengan pulas malam ini karena hati mereka yang berbunga bunga karena cinta mereka yang bersemi bersamaan,mereka merasakan rasa yang sama tidak pernah mereka pikirkan selama ini jika mereka Sama sama saling menyukai.