CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Bertemu Gerol.


__ADS_3

Supir pickup itu sudah pulang setelah selesai minum teh dan juga cemilan yang di buat Nania.


"Nona Nania, profesor Dadang meminta Nania untuk cuti. tapi kenapa malah kerja seperti ini?" Ucap mama Wadeh yang melihat Nania sedang kerja di tamu.


"Bingung mau ngapain mama Wadeh," ujar Nania yang terlihat ngeles.


"Kalau bosan, Yuk. kita jalan-jalan, mari kita ke tempat yang sejuk dan nan indah."


Ajakan mama Wadeh langsung disambut baik oleh Nania, dan mereka langsung bersiap-siap untuk berangkat ke tempat yang indah.


Nania dan mama Wadeh menyewa mobil tetangga sekaligus supirnya yang biasa menemani para pelancong.


Menempuh perjalanan tiga puluh menit, akhirnya tibalah di sebuah sungai yang sangat bersih.


Hutan lindung yang menjadi sumber dari air sungai tersebut, terlihat kebanyakan pohon cengkeh yang tumbuh di hutan lindung itu.


"Pondok ini sudah aku pesan untuk nona Nania dan juga mama Wadeh, jika nanti sudah mau pulang. tolong hubungi saya lagi." ucap supir itu.


Nania dengan ramahnya mengucapkan terimakasih kepada supir tersebut dan kemudian bersantai di pondok dengan pemandangan yang sangat memanjakan mata.


"Segar benar...! terimakasih mama, karena sudah membawa Nania ke tempat ini." ucap Nania.


Mama Wadeh hanya tersenyum dan kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman.


"Tolong berikan kami makanan dan minuman yang paling enak disini." pinta Nania kepada pelayan itu.


"Baik nona, mohon tunggu sebentar dan kami akan memberikan yang terbaik." sanggah pelayan.


Mama Wadeh duduk bersandar ke dinding pondok lalu meluruskan kakinya.


"Nona Nania...! sini tiduran, paha mama siap menjadi bantal mu." pinta mama Wadeh.


Nania langsung rebahan dan paha mama Wadeh menjadi bantalnya.


"Nania menikah pria itu hanya untuk mendapatkan suntikan dana untuk perusahaan orang tua angkat Ku.


Pria yang Nania nikahi tidak lebih dari seorang psikopat yang lumpuh, ucapannya yang kasar dan terkadang bersikap aneh.


Nania pernah keguguran karena kekerasan yang aku terima.


Bagi pria psikopat itu, Nania hanya pelac*r yang dibayar mahal. tidak sekalipun ada hatinya untukku.


Nania sempat merasakan cinta darinya, tapi semuanya terpatahkan setelah pria psikopat itu bermain gila dengan putri dari keluarga angkat ku.

__ADS_1


Setelah pria itu pulih seperti sediakala, dan Nania kabur dari pria psikopat itu, agar bisa melahirkan anak ini ke dunia ini dengan selamat.


Sebenarnya Nania sudah meminta cerai, tapi sepertinya susah karena pria psikopat itu tidak menghendaki perceraian ini.


Mungkin Ia menginginkan Nania menjadi pelac*r untuknya selama masa hidupnya.


Setelah semuanya disini beres, barulah nanti Nania akan menyelesaikan segala perkara dengan pria psikopat itu." ujar Nania.


Mama Wadeh hanya mengelus rambut halus milik Nania dan fokus mendengarkan cerita hidup Nania.


Akhirnya makanan mereka tersaji, makanan dan minuman yang menggugah selera dan mereka berdua langsung melahapnya.


Canda tawa dari keduanya serta pemandangan yang indah dan terkahir mereka berdua berenang.


Setelah puas bermain-main dan mereka berdua pulang ke rumah.


"Pah...!" ucap Nania yang begitu kaget melihat kehadiran profesor Dadang bersama Gerol.


Gerol masih terpesona melihat kecantikan Nania walaupun dalam keadaan hamil.


"Nania...! aku sangat merindukanmu." ucap Gerol.


"Diam kau bocil...!" sanggah Nania dan berjalan menuju profesor Dadang.


"Mari kita duduk, nanti papa jelaskan." ucap profesor Dadang.


Nania memanggil profesor Dadang dengan panggilan Papa, karena profesor Dadang sudah dianggap sebagai ayah kandungnya.


Mereka bertiga langsung duduk di sofa ruang tamu, sementara mama Wadeh menyiapkan minuman untuk mereka bertiga.


"Nania...! perkenalkan ini namanya Gerol," ujar profesor tapi Nania enggan mengulur tangan untuk berjabat tangan dengan Gerol.


"Maafkan aku, karena telah mengecewakan mu Nania."


"Cukup Gerol, aku ngak butuh itu semua. karena itu urusan mu dengan Geisya.


Kenapa kau bisa sama papa ku? apa hubungan kalian berdua?" pertanyaan yang bertubi-tubi dari Nania.


Nania menatap tajam ke arah Profesor Dadang, tapi profesor tetap santai dan kemudian meneguk teh yang disajikan oleh mama Wadeh.


"Gerol anak kandung Papa, anak Papa dari mantan kekasih yang menikah dengan konglomerat itu." ucap profesor Dadang.


Barulah Nania sedikit tenang, sebab mama Wadeh sudah menjelaskan bahwa profesor Dadang punya anak laki-laki dari kekasihnya di masa lalu.

__ADS_1


"Eh gerot...!" Nania memanggil dengan nama yang salah.


"Gerol...!" sanggah Gerol.


"Terserah..! terus kedua orangtua mu gimana? masih tinggal di Jakarta, Kah?" tanya Nania lagi.


Seketika raut wajahnya Gerol berubah menjadi sedih dan kemudian meneguk teh yang ada di hadapannya.


"Ketika Gerol masih London, Geisya menjebak Papa dan seolah-olah papa selingkuh dengan perempuan itu.


Geisya sengaja mengirim foto Papa yang sedang tidak memakai baju ke mama, kala itu mama dan papa hendak menjemput ku ke bandara.


Terjadi perkelahian di dalam mobil, dan mengakibatkan kecelakaan. sehingga papa meninggal di tempat dan mama kritis.


Saat kritisnya mama memberitahu penyebab pertengkaran mereka dan sekaligus ayah kandung ku yang sebenarnya.


Papa itu mandul dan sudah menganggap ku sebagai anak kandungnya, semua property dan kekayaan papa sudah atas nama ku.


Papa begitu mencintai mama dan juga Gerol, tapi perempuan sialan itu merusak semuanya.


Gerol langsung melabrak Geisya, dan membuatnya jujur. sangat sakit tapi itulah kebenaran.


Sekarang ini, Geisya dan mamanya sudah ku kirim ke penjara. Gerol sungguh puas membuatnya sengsara." ungkap Gerol yang kemudian menghapus air matanya.


"Aku ngak perduli tentang apapun yang kau lakukan terhadap Geisya dan mamanya.


Sekarang aku mau tanya, apakah kamu menyesal setelah mengetahui kalau papa ku ini adalah ayah kandung mu?"


Gerol tersenyum sumiringah dan kemudian meraih tangan profesor Dadang.


"Ngak sama sekali, aku terlahir karena cinta kedua orang tua ku. kemudian dibesarkan di keluarga konglomerat yang sangat baik dan mencintai ku.


Setelah dewasa seperti ini, ternyata ayah kandung ku adalah profesor yang hebat yang saat ini bekerja di rumah sakit milik suami mu yang psikopat itu." ujar Gerol.


Kemudian Gerol mencium tangan profesor Dadang lalu mengucapkan terimakasih.


"Tenang saja Nania, aku tidak akan memberitahu kalau kamu sembunyi disini. aku akan membantu mu sampai pekerjaan selesai disini.


Asal kamu tahu, aku masih sangat mencintaimu dan menerima mu apa adanya. serta bersedia menjadi ayah dari anak yang kamu kandung."


"Maaf Gerol, saya tidak butuh suami. Anak yang aku kandung ini juga tidak butuh ayah.


Kamu itu sudah seperti adikku sejak dulu, saya tidak pernah ada rasa untuk mu. Carilah gadis yang baik dan jauh lebih hebat dariku."

__ADS_1


Ucap Nania yang memotong pembicaraan Gerol, tapi pria tampan itu hanya tersenyum menanggapi ucapan Nania.


__ADS_2