
malam sudah sangat larut namun papa Andra tak kunjung bangun.
namun ia terbangun gara gara mendengar ribut ribut di depan.
" heh pak kamu harus tanggung jawab, baru aja ibunya sara meninggal kalian udah berani berani tidur satu rumah."
" Mak sut kamu apa, tanggung jawab yang bagai mana." tanya papa Andra dengan bingung.
" kalian harus di nikahkan, kita semua tidak mau ada orang zina di kampung kita."
"ya benar " sahut lainnya
suasana semakin ricuh, karena banyaknya masa di rumah sara.
" pak mbak lebih baik kita bicarakan baik baik,"
"silahkan pak " sara mempersilahkan pak RT untuk masuk ke dalam
mereka membicarakan masalah ini bersama sama di dalam rumah sara.
"maaf pak di sini jika ada pria ada di dalam rumah wanita sampai larut malam, sudah melanggar peraturan di desa ini, jadi kalian harus di nikahkan agar tidak ada fitnah."
"jika memang itu yang harus saya pertanggung jawabkan saya bersedia pak."
"jika kalian sudah bersedia kita akan langsung rencanakan.
"tapi saya belum mempersiapkan semuanya."
"tidak masalah pak kita seadanya dulu,dari pada nanti warga tambah ricuh ."
__ADS_1
" baik pak saya mempunyai uang lima ratus sebagai mahar,"
"anda sudah siap, mbk sara sudah siap"
hanya di balas anggukan oleh sara, dalam hati sara sangat bahagia karena rencananya sudah berhasil dengan lancar, ia sekarang akan menjadi orang kaya dia tak perlu bekerja keras dia akan mempunyai semuanya yang dia inginkan.
" saya nikah dan kawin kan saudara Andra andito dengan saudara sara Pramesti binti Supratman dengan uang sebesar lima ratus ribu di bayar tunai."
"saya terima nikahnya sara Pramesti binti Supratman dengan mahar tersebut di bayar tunai."
"Alhamdulillah"
" kalian sudah sah menjadi suami istri"
"terimakasih pak "
"sama sama saya pamit dulu, ayo bubar semuanya"
"maaf mas jadi begini, aku gak tau kenapa mereka tiba tiba datang ke rumah ku."
"udah gak papa salah kita juga melanggar peraturan"
" kamu kemasi barang kamu kita pulang kerumah aku."
" iya mas, aku buatkan minum dulu."
"gak usah "
sara segera ke kamar untuk mengemasi barang yang dia punya tidak banyak hanya beberapa baju butut yang dia punya."
__ADS_1
"akhirnya aku pergi dari gubuk ini, udah bosan aku hidup miskin, gak papa deh suami aku udah tua yang penting kaya aku gak akan menderita."
" sudah mas."
" kita berangkat sekarang"
perjalanan mereka seperti sangat singkat karena di dalam mobil
mereka berdua mengobrol dengan asik.
sampai di depan rumah sara melongo karena rumah yang di hadapannya sangat besar bak istana.
" ayo kita masuk."
"iya mas"
mereka masuk saling beriringan
" dari mana pa, kenapa papa semalam gak pulang, terus dia siapa pa." tanya Hanan setelah melihat papanya masuk di dalam rumah.
" dia istri baru apa nan,"
"apa istri baru papa,papa gak pulang satu malam udah dapat istri baru,Tanpa meminta izin Hanan."
"Hanan tolong hargai keputusan papa."
" pa jika memang dia dia perempuan baik baik Hanan akan sangat mendukung, tapi ini Hanan saja gak tau kalau papa sudah menikah."
" ini juga dadakan Hanan,maafkan papa jika papa tidak memberitahu kamu terlebih dahulu,"
__ADS_1
setelah hari itu Hanan jarang ngobrol dengan papanya , jika mama tirinya mendekatinya dia akan menghindar, karena dia tidak suka dengan mama sara