
Brak... Bram... ' suara pintu yang di paksa di buka.'
Indra dengan mimik wajahnya yang serius langsung masuk ke ruangan Dewa.
Dewa begitu kaget melihat kehadiran Indra yang terlihat sangat panik, lalu Indra memberikan notebook yang dipegangnya kepada Dewa.
"Geisya dan mamanya melakukan siaran langsung di akun media sosial, mereka berdua yang melakukan hubungan badan dengan pria asing.
Melakukan dengan bergilir dan bergantian, lalu di upload ulang lagi. serta ada lima belas video lainnya yang di share.
Lima belas video asusila itu bersama tujuh petinggi negara kita ini dan saat ini pihak kepolisian melakukan konferensi pers.
Mas Dewa boleh bersyukur, karena tidak video asusila itu." kata Indra dengan tegas.
Kemudian Indra menunjukkan video konferensi pers itu kepada Dewa melalu notebook itu.
Dalam konferensi pers di jelaskan, bahwa Geisya menggunakan video asusila itu untuk memeras para suami dari ketujuh perempuan itu.
Mereka sudah muak dengan tingkah Geisya yang disembunyikan oleh suami mereka yang berselingkuh.
Nyatanya para suami mereka selalu memakai Geisya di kala Geisya hendak meminta uang dari suami-suami mereka bertujuh.
"Mas Indra...!" Susi yang baru tiba memanggil suaminya.
"Kenapa sayang? kok panik banget kayaknya." sanggah Indra kepada istrinya.
Dewa akhirnya berhenti menonton siaran konferensi pers tersebut karena melihat Susi yang sangat gelisah.
"Profesor Dadang menghentikan penelitian untuk sementara waktu, profesor berkata takut terkena masalah karena perempuan itu." jawab Susi dengan suaranya ngos-ngosan.
Indra menenangkan istrinya dan kemudian memberinya air minum, beberapa saat kemudian Susi baru terlihat tenang.
Mereka bertiga duduk di sofa dan kedua orangtuanya Dewa sudah tiba di ruangan tersebut.
"Profesor Dadang mengetahui kalau mas Dewa pernah melakukan hubungan suami-istri dengan Geisya."
"Itu bohong Susi, saya ngak pernah melakukannya dengan Geisya. itu manipulasi agar Geisya senang dan menang.
Video itu di ambil dari video Geisya yang lain, lalu wajah pria itu di tukar dengan wajah ku." sanggah Dewa yang menyangkal perkataan Susi.
Dewa memberikan bukti forensik yang menyatakan kalau video itu adalah manipulasi alias editan.
Susi terdiam karena tuduhan itu sudah di bantah oleh Dewa dengan bukti yang pasti.
__ADS_1
"Nania pernah cerita kalau Gerol itu adalah tetangga mereka, dulu Gerol sangat menyukai Nania.
Kala itu Gerol masih SMP dan Nania sudah duduk di bangku SMK keperawatan.
Gerol dan Geisya adalah tunangan karena bisnis, tapi Gerol menolak dan akan melakukan sesuatu jika kedua orangtuanya memaksanya untuk bertunangan dengan Geisya.
Alhasil pertunangan itu batal, karena kedua orangtuanya Gerol tidak kehilangan anak satu-satunya.
Gerol semakin intens mendekati Nania, tapi Geisya berhasil menjebak Gerol untuk tidur dengannya.
Usia sangat muda, Geisya dan Gerol sudah melakukannya dan di rekam.
Mereka berdua berulangkali melakukannya dan setiap adegan pasti di rekam, dengan bangganya Geisya menunjukkan video itu kepada Nania."
"Dari cerita Susi ini, apakah kemungkinan bahwa Nania yang menyebarkannya?" sanggah mamanya Dewa yang memotong pembicaraan Geisya.
"Tidak, Bu. Sahabat itu tidak serendah itu, Nania hanya menilai laki-laki yang tidak tergoda dengan perempuan murahan itu.
Apabila seorang laki-laki yang di taksir oleh Nania tapi akhirnya tidur dengan perempuan itu, maka laki-laki itu akan selesai di hatinya.
Kemudian menyuruh laki-laki itu pergi dari kehidupannya, atau Nania yang harus pergi dari kehidupan laki-laki itu.
Demikian juga dengan anak ibu, sudah selesai di hati Nania. karena sahabat itu sudah beranggapan kalau anak ibu itu adalah tong sampah...!"
"Cukup Susi, cukup! perempuan itu mengancam Ku." ucap Dewa dengan nada yang agak tinggi.
Katanya kau hebat, tapi diancam pelac*r jadi ciut. lagian ngapain kau takut di ancam pelac*r itu?
Kau punya dan punya koneksi, kenapa ngak hancur saja perempuan sialan itu?
Gara-gara kau memasukkan perempuan sialan itu ke Jaguar group, semua jadi rusak. profesor Dadang harus dua kali menunda proyek penelitiannya." sanggah Susi dengan tatapannya yang tajam.
"Susi ngak tahu apa-apa?"
"Memang aku ngak tahu apa-apa, tapi sahabat itu jauh lebih hebat dari Susi.
Sudahlah buat apa berdebat dengan orang psikopat, yang tidak pernah menghargai manusia lainnya.
Cocok kau di tinggalkan Nania, karena sikapmu yang aneh.
Cari saja perempuan lain, yang jauh lebih dari Nania." sanggah Susi yang meninggalkan ruangan itu.
Papanya Dewa langsung mendorong Indra agar mengejar istrinya yang kesal itu.
__ADS_1
"Buruan...!" ucap papanya Dewa, karena melihat Indra yang agak lamban.
Seketika susana hening, hanya mereka bertiga yang berada di ruangan itu.
"Ngak usah di ambil hati akan ucapan Susi, itu hanya emosi sesaat saja.
Papa sama Dewa, silahkan lanjutkan urusan kalian berdua. mama mau menyusul Susi dulu.
Kami sudah janjian untuk pergi ke salon, mau senang-senang dulu."
"Ma...! Nania belum ketemu dan urusan perempuan itu belum kelar, tapi mama masih ingat untuk pergi ke salon saat ini." ucap Dewa yang terlihat kecewa sama mamanya.
"Itu karena ulah mu, kau yang berbuat dan harus kaulah yang menyelesaikannya." sanggah mamanya dengan santai.
"Ikut dong." ucap papanya Dewa.
Kedua orangtuanya Dewa pergi dari ruangan tersebut.
Dewa hanya bengong dan tidak percaya kalau kedua orangtuanya membiarkannya sendiri menghadapi masalah yang dibuatnya sendiri.
Sementara Indra sudah pergi untuk membujuk istrinya karena marah atas perbuatan Dewa.
Sejenak Dewa melihat handphone yang di tinggalkan Nania.
Tapi hanya beberapa video dan juga salinan uji DNA istrinya, profesor Dadang dan juga Sapri.
Ketika hendak mencari kontak Sapri dan yang lainnya, tapi Dewa tidak menemukan apapun di handphone tersebut.
"Selamat sore pak Dewa," sapa seorang laki-laki yang merupakan pengacara Jaguar group.
"Selamat sore juga, silahkan duduk." Dewa menjawab salam tersebut.
"Kita di untungkan dengan kasus Geisya saat ini yang menimpa para petinggi negara yang terlibat.
Kita hanya perlu memastikan proses hukumnya berjalan sesuai dengan prosedur dan mengenai Geisya kita anggap bisa ditangani dengan sempurna." ucap pria itu.
"Benar sekali pak Dewa, dengan ini pak Dewa bisa fokus mencari keberadaan bu Nania dan kami siap membantu.
Jika pak Dewa ada menemukan sedikit celah mengenai keberadaan bu Nania, segera kabari kami.
Kami akan membantu bapak untuk mencari informasi mengenai hal tersebut.
Saya dengar kalau bu Susi, yaitu istri pak Indra dulunya bekerja sebagai perawat di rumah sakit yang sama dengan bu Nania, mungkin bu Susi bisa membantu kita untuk bertemu dengan dokter Imam." ucap rekan pengacara itu.
__ADS_1
Tapi Dewa malah menghela napasnya, itu disebabkan karena Susi terlihat sangat membencinya.
Hal itu diperkuat karena barusan mereka baru berdebat hebat, sehingga Susi meninggalkan ruangan Dewa dengan amarahnya.