CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Kena Batunya.


__ADS_3

Akhirnya sampai juga di rumah Gerol, rumah yang bersebalahan dengan rumah lama mereka yang telah terjual hanya karena mereka berdua yang sangat hobi berpoya-poya.


"Gerol... Gerol...?" Geisya berteriak memanggil nama Gerol dari depan rumah.


Teriakan itu berulang-ulang dan akhirnya pintu terbuka dan yang keluar adalah sepasang suami-istri yang terlihat masih muda.


"Apa sih, Bu? teriak-teriak di depan rumah orang." ucap pria itu.


"Gerol mana?" Geisya bertanya dengan nada yang marah.


"Kami tidak tahu siapa itu Gerol, sekarang kalian pergi dari sini sebelum kami panggil satpam." perintah dari perempuan muda itu.


Geisya tetap berteriak memanggil Gerol dan akhirnya mereka berdua di usir oleh satpam komplek mewah itu.


Mereka berdua dibawa ke pos satpam yang berada di dekat pintu gerbang masuk.


"Ibu Kiran...! neng Geisya...! ngapain kemari?" Satpam komplek perumahan itu sepertinya kenal dengan Geisya dan mamanya.


Pak satpam itu mungkin seumuran dengan mamanya Geisya dan cara melihatnya sangat aneh.


"Kenapa pasangan muda itu menempati rumah Gerol?" tanya mamanya Geisya.


"Setelah Gerol keluar negeri dan kedua orangtuanya mengikuti Gerol dan kemudian rumah itu di jual.


Pasangan suami-istri itu pemilik rumah itu dan saudaranya yang membeli rumah kalian dulu.


Tapi...! Siaran langsung kalian berdua hot juga.


Segitu amat cari duit, sampai-sampai ibu dan anak harus join jual tubuh demi uang." ucap satpam itu.


"Iya, komandan. orang kaya yang bangkrut dan kini jual diri bersama putrinya dan hanya dibayar lima ratus dolar.


Hanya sekali tidur dan itu setara dengan gaji serta bonus dan tunjangan kita, orang seperti kita ngak bisa tidur dengan kedua mantan orang kaya ini." sanggah satpam yang terlihat lebih muda.


"Seandainya aku punya uang, aku ogah tidur dengan kedua perempuan ini. sudah banyak di pakai orang." sanggah satpam yang satunya lagi.


"Apa maksud kalian?" mamanya Geisya bertanya yang terlihat penuh amarah.


Lantas satpam yang paling muda menunjukkan video rekaman saat aksinya mereka berdua di ranjang hotel barusan.


Selain siaran langsung ternyata di sebar juga video menyuruhnya di berbagai aku media sosial milik Geisya dan juga mamanya.

__ADS_1


Geisya dan mamak langsung meraih handphone masing-masing dan mengecek akun media sosial mereka.


Bak disambar petir di siang bolong, mereka berdua hampir pingsan saat mengetahui kalau postingan media sosial mereka sangat banyak.


Postingan video asusila barusan di hotel, dan beberapa video asusila Geisya dengan berbagai pria lainnya.


"Ini orangnya pemain film po*no itu?" sekelompok anak-anak SMA berkerumun dan mengambil video Geisya dan mamanya.


Geisya dan mamanya langsung kabur dari komplek itu dan kemudian naik taksi yang kebetulan lewat.


Sesampainya di gedung apartemen, Geisya dan mamanya naik melalui tangga darurat.


Akhirnya Geisya dan mamanya tiba di unit apartemen mereka dan kemudian Geisya mengecek akun media sosialnya.


Video asusila itu seolah-olah dibagikan oleh Geisya sendiri melalui akun media sosialnya, tampaknya itu disengaja.


bar...bar...bar.... ' suara pintu unit apartemen yang digedor paksa.'


Pintu di buka oleh mamanya dan mereka begitu terkejut melihat lima polisi sudah tiba didepan unit apartemen mereka.


Polisi itu membawa surat perintah penangkapan atas pelanggaran undang-undang ITE.


Menyebarkan dengan sengaja video asusila di akun media sosial yang membuat keresahan di masyarakat.


"Nanti ibu jelaskan di kantor." ucap petugas itu yang memaksa Geisya dan mamanya untuk ikut.


Seketika apartemen itu heboh, karena ada ibu dan putrinya rela jual diri demi uang.


Sesampainya di kantor polisi, mereka berdua langsung di sambut oleh sejumlah media yang penasaran dengan kisah Geisya dan mamanya.


Tapi polisi langsung membawa mereka berdua ke ruang interogasi, sementara di luar kantor polisi sudah sangat heboh.


Sebab video asusila yang di posting di akun media sosial Geisya, melibatkan tujuh orang penting di pemerintahan.


Dari ruang interogasi Geisya, tidak mengelak karena sudah jelas Geisya yang menyebarkan dengan sengaja.


Polisi juga menelusuri jejak Gerol yang di maksud, tapi tidak menemukan apapun tentang pria yang di maksud itu.


Apalagi sumber video itu langsung dari laptop Geisya tempat menyimpan video-video asusila itu.


"Kami tidak bersalah, kami dijebak." berulangkali Geisya mengucapkannya.

__ADS_1


Sementara kantor polisi terlihat sangat sibuk karena menerima panggilan telepon dari berbagai pihak.


Semua bukti-bukti tertuju pada Geisya dan juga mamanya, dan polisi beranggapan kalau Geisya saat ini berpura-pura menjadi gila.


"Tim kami sudah menelusuri hotel yang saudari maksud, dan pria yang Gerol tidak pernah ada yang memesan kamar hotel itu.


Tidak ada yang bernama Gerol dan nomor handphone yang saudari berikan bukan nomor handphone Indonesia.


Kamar itu dipesan oleh saudari Geisya Ankarbaya, bukan dipesan pria yang Gerol itu.


Sadarlah saudari Geisya, anda bukan hanya sekali menyewa hotel untuk melakukan hubungan badan itu.


Tapi kenapa harus di siarkan di media sosial? tidak ada yang mempersoalkan saudari untuk melakukannya dengan siapapun.


Tapi jangan menyebarkan di media sosial, sekarang semuanya jadi heboh." ucap petugas itu yang terlihat kesal.


"Itu bukan saya, Pak. saya dijebak oleh Gerol. dari awal dia mengancam ku." ucap Geisya lagi.


Tapi Geisya tidak membuktikannya, karena panggilan telpon itu berasal dari luar negeri tepat dari Amerika.


Nomor handphone tersebut belum terdaftar sehingga sulit untuk di lacak, tapi jelas polisi tidak bisa menemukan siapa itu Gerol.


Lalu Geisya mengingat alamat rumah Gerol dan nampaknya petugas itu tinggal diderah perumahan tersebut.


"Tim kami sudah memeriksanya, tapi tidak pernah ada orang yang bernama Gerol tinggal disana." bantah polisi tersebut.


Hal itu tentunya dilakukan oleh pihak perumahan itu, karena tidak ingin mencemari nama baik usahanya.


Jika ada permasalahan ini, tentunya akan melakukan penyelamatan diri demi menghindari masalah.


"Komandan, kita harus melakukan konferensi pers. karena banyak pihak yang ingin klarifikasi mengenai hal ini.


Sebab ada tujuh petinggi di negara ini yang terlibat, video yang tersebar itu melibatkan tujuh petinggi negara kita."


Kata bawahan petugas itu, Geisya dan mamanya langsung di masukkan ke dalam penjara untuk sementara.


Baru keluar dari ruang interogasi, tujuh perempuan yang di dampingi oleh pengacaranya masing-masing langsung menghadang petugas tersebut.


Ketujuh perempuan itu mengaku sebagai istri petinggi negara yang ada di dalam video tersebut dan meminta Geisya dan mamanya untuk ikut serta di konferensi pers.


Awalnya permintaan di tolak, tapi karena desakan sehingga permintaan tersebut di terima dengan paksa.

__ADS_1


Geisya dan mamanya dibawa petugas ke ruang konferensi pers, guna untuk klarifikasi akan posting video yang sudah beredar.


__ADS_2