CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Draft


__ADS_3

hari ini papa Andra merasa bahagia karena Hanan mulai memberikan perubahan yang lebih baik, dia merasa senang karena Hanan sudah dapat menggerakkan jemarinya walaupun masih belum bisa membuka matanya.


" selamat pagi pak andra kami sudah melakukan pengecekan terhadap anak bapak dan semuanya mulai membaik semoga keadaan ini bisa tetap stabil agar anak bapak bisa cepat pulih kembali" ucap dokter yang sudah memeriksa ke adaan Hanan


" terimakasih dokter semoga anak saya cepat sembuh dan bisa aktifitas kembali." jawab papa Andra setelah mendengar penuturan dokter yang memeriksa Hanan.


" iya saya juga berharap pengobatan ini tidak terkendala lagi agar Hanan bisa pulih kembali."


" semoga saja dokter."


namun disisi lain sara sedang uring uringan karena papa Andra tidak dapat di hubungi karena sampai saat ini papa Andra belum datang ke tempat nya.


" gila si tua Bangka ninggalin gue sendiri,hp gak aktif lagi harus gimana ni aku gak bisa pulang gak ada uang. apa jangan jangan dia memang sudah berencana ninggalin aku di sini, tapi untuk apa dia harus melakukan semua ini, apa mungkin dia tau yang aku lakukan kepada Hanan jadi dia buat aku jauh dari anaknya, tapi dia bisa tau dari mana sedangkan aku selalu bermain rapi gak ada yang tau, gak mungkin dia tau, mungkin dia sedang sibuk aja, kalau dia tau pasti aku akan di jebloskan ke penjara." batin sara sambil mondar mandir di dalam kamar nya.


selepas kalista makan siang bersama satria dia dan kedua sahabatnya akan melakukan pemeriksaan ke beberapa pasien.

__ADS_1


namun sebelum sempat dia masuk sudah di hadang oleh Rara.


"heh cewek ganjen sebenarnya siapa sih yang pengen elo pacaran semua kok di embat." ucap Rara dengan nada bicara sombong.


" apa yang kamu maksud Ra, aku gak mengerti yang kamu bicarakan."


"masak sih kamu gak tau yang aku bicarakan, setelah kamu mendekati dokter yuda sekarang kamu juga mendekati pak satria kamu sebenarnya suka sama siapa sih."


"eh cewek murka,kalista itu gak pernah mendekati mereka ya,mereka aja emang suka sama kalista,emang kaya Lo rayu rayu cowok." balas Dinda.


"bicara apa Lo sama gue." sambil mengangkat tangan seperti ingin memukul.


namun berhasil di halangi oleh Risha.


" ini di rumah sakit waktunya untuk bekerja, kalau kamu masih ngotot aku yang ngejar ngejar mereka, kamu bisa tanya langsung kepada mereka siapa yang mendekati lebih dulu aku atau mereka, aku ingin bekerja selamat siang." kalista dan dua sahabatnya pergi meninggalkan Rara, sedangkan Risha berjalan masih sambil memegang tangan Dinda takut jika Dinda beneran memukul Rara.

__ADS_1


" lis kenapa gak kita lawan aja sih cewek mulut pedas itu.udah gatel aku pengen muluk mulut monyongnya."


"Din gak usah pakai kekerasan, kita diemin aja gak penting juga kita ladeni mending kita kerja, itu kerjaan numpuk."


"tapikan sekali kali kita beri pelajaran biar kapok."


"Din bener tu kata kalista semua belum tentu bisa selesai pakai kekerasan kita diemin aja kan udah beres, dari pada kita buang buang tenaga ngadepin orang gila iya gak lis"


" betul kita satu pemikiran ris."


"iya nurut deh ."


"udah selesai belum Din, aku lihat obatnya udah komplit belum."


"udah ni lihat"

__ADS_1


"sip"


__ADS_2