CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Berlibur.


__ADS_3

Sepertinya mereka tidak sabar ingin mendengarkan pengumuman dari Nania dan tetap fokus Nania.


"Nania sudah menyiapkan penginapan yang sangat bagus untuk kita, nantinya kita menikmati berbagai fasilitas berskala internasional dengan tema alam.


Saat kita siap-siap untuk menyegarkan jiwa dan raga untuk bersatu dengan alam yang indah." ucap Nania yang disambut tepuk tangan yang meriah.


Akhirnya mereka pulang ke rumah Dewa, dengan beriringan mereka pulang. dan sesampainya di rumah Dewa.


Mereka sudah mendapati mama Wadeh dengan tiga koper yang sangat besar, demikian juga dengan asisten rumah tangga Susi.


Hanya menunggu beberapa saat, ketiga adik-adiknya Susi sudah tiba dan setalah persiapan full.


Mereka berangkat ke bandara untuk menghindari kemacetan ibu kota Jakarta.


Total delapan belas orang, termasuk mbak Yuni, asisten rumah tangga Susi serta pak Sanusi dan istrinya dan juga mama Wadeh.


Sesampainya di bandara dan sudah jam setengah tiga sore, berkat koneksi Dewa dan papanya. mereka berangkat lebih cepat dari jadwal.


Penerbangan dari Jakarta ke Ambon membutuhkan waktu hampir tiga jam, dan mereka tiba di bandara Pattimura ambon sudah sore hari.


Bus jemputan langsung menjemput mereka menuju pelabuhan Leluhu.


Dari pelabuhan mereka menaiki kapal kecil yang sudah disediakan dan mereka naik kapal kecil itu.


"Waouu...." mamanya Dewa bergumam.


Demikian juga dengan Keyla serta yang lainnya, mereka begitu menikmati pemandangan perbukitan yang indah saat disinari cahaya matahari yang hampir tenggelam.


Sementara Dewa yang duduk disamping Nania dan anaknya hanya bisa menikmati segarnya udara sore itu.


Tanpa terasa mereka sudah tiba disebuah pulau yang sangat eksotis dan Nania berdiri.


"Wahai keluarga Ku, selamat datang di Dania resort pulau seram.


Mari kita menikmati indahnya alam semesta dan melepaskan sejenak beban kita selama bekerja." ucap Nania.


Lalu semuanya turun dari kapal dan langsung menunju sebuah resort yang sangat mewah.


"Sebelum kita menuju kamar kita masing-masing, terlebih dahulu kita makan bersama." kata Nania.


Bibir pantai yang indah dengan pemandangan laut yang sangat jernih, mereka makan malam.


Keluarga itu terlihat sangat menikmati makanan dan minuman yang sudah tersaji, dan penuh dengan canda tawa.

__ADS_1


Selesai makan malam, mereka di pandu oleh pekerja resost untuk menuju kamar mereka masing-masing.


Nania meraih tangan Dewa, dan seketika itu Dewa langsung tersenyum.


"Brian kemana?"


"Brian akan sekamar dengan Keyla di ruang keluarga bersama mama Wadeh dan mbak Yuni.


Ruang keluarga itu bersebalahan dengan kamar bapak dan ibu."jawab Nania pada sang suami.


Dewa tersenyum sumiringah seperti menang sesuatu yang sangat berharga.


Pasangan suami-istri yang sempat berpisah itu menuju sebuah kamar yang sangat mewah, dengan pemandangan laut yang biru.


Kolam renang yang privat dan langsung berhadapan dengan laut.


Nania mengajak Dewa menuju kolam renang yang menghadap ke laut, dimana di meja itu sudah tersedia minuman dan juga handuk.


Dewa mengeluarkan kotak kecil yang berwarna merah dari sakunya dan kemudian membukanya.


Ternyata isinya adalah cincin emas yang sangat indah, dengan hiasan permata yang berkilau.Kemudian Dewa berlutut dihadapan Nania.


"Jadilah istriku untuk selamanya, sampai maut yang memisahkan kita."


"Iya mas, Nania bersedia menjadi istrimu dan juga ibu dari anak-anak mu." ungkap Nania.


Dewa melepaskan ciumannya dan kemudian mengelus rambutnya.


"Terimakasih sayang, karena sudah menerima ku dengan segala kekurangan ku."


Nania hanya tersenyum menanggapi ucapan dari suaminya dan kemudian memejamkan matanya.


Lantas Dewa menggendong istrinya dan membawanya ke ranjang, dengan pelan Dewa merebahkan istrinya ke ranjang.


Tubuh suami istri itu menyatu dan menikmati indahnya cinta di malam yang sejuk itu, keringat bercucuran atas bukti cinta mereka yang sudah lama tidak berpacu.


Kedua terlihat puas dikala mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan dan saling melemparkan senyum yang genit.


Nania beranjak dari ranjang, dalam keadaan tanpa busana dan menuju kolam renang privat itu.


Sang suami mengikutinya dan tentunya tanpa busana dan mereka berdua sama-sama berenang di kolam privat itu.


Setelah puas berenang dan kemudian mereka menepi lalu meraih kimono untuk membalut tubuh mereka yang tanpa busana.

__ADS_1


Saat duduk berhadapan dan Dewa meneteskan air matanya.


"Mas kenapa? kok nangis?" tanya Nania pada sang suami.


Dewa meraih pundak istrinya dan alhasil sang istri bersandar di dada Dewa yang bidang.. mereka berdua memandang laut biru yang luas.


"Mas hampir frustasi mencari mu, tapi papa dan mama memberikan semangat karena mendapatkan kabar dari profesor Dadang.


Papa mendapatkan kabar dari profesor itu, kalau kamu dalam keadaan baik-baik saja dan tetap menjaga cinta mu untukku.


Sembari membereskan semua permasalahan dengan perempuan itu dan sembari juga mas mencari keberadaan mu.


Berbagai pria yang pernah mendekati mu telah mas temui, tapi hanya ada balas dendam untuk Geisya yang mereka inginkan.


Tidak ada kabar atau jejak yang bisa ku peroleh, sementara perempuan itu sudah ada yang mengurus.


Mencari mu sama seperti mencari berlian di tengah hamparan lumpur yang dalam, sangat susah dan hampir frustasi." ujar Dewa dan kemudian mencium kepala istrinya.


Dewa di beri minum oleh sang istri melalui sedotan dan kemudian mencium kepala istrinya lagi.


"Rekan kerja mu di rumah sakit tidak bisa membantu, mereka bahkan mendukung mu dan semua keputusan.


Karena kebodohan ku dan egois, aku tidak memiliki satupun dari foto mu.


Serta kamu yang tidak punya sosial media, jadi sangat susah untuk di lacak.


hanya profesor Dadang satu-satunya harapan, tapi beliau sangat-sangat susah di taklukkan. sekalipun mas bersujud di kakinya dan beliau malah menendang ku.


Beruntungnya mas masih punya keluarga, yaitu bapak dan mamak serta Indra dan istrinya.


Tanpa mereka pastilah mas sudah bunuh diri, mereka memberikan kekuatan bagiku." ucap Dewa lagi.


Nania berbalik badan dan sudah saling berhadapan dengan Dewa.


"Awalnya sebel banget melihat mu mas, tapi lama-kelamaan menjadi cinta. ditambah perlakuan bapak dan ibu pada Nania.


Seolah-olah Nania memiliki keluarga yang utuh, Nania kabur untuk menenangkan diri dan menjaga Brian anak kita.


Nania takut kalau jika terjadi kekerasan dalam ranjang yang berakibat fatal.


Nania sangat segera melahirkan anak kita, menghindar adalah jalan satu-satunya.


Jika bercerai jalan terbaik, Nania sudah ikhlas. asal anak kita selamat lahir ke dunia ini.

__ADS_1


Video editan itu hanyalah sebagai alasan belaka, agar bisa menghindari mu untuk sementara waktu." sanggah Nania.


Tatapan Nania begitu syahdu ke arah sang suami dan Dewa hanya bisa mencium kening Nania.


__ADS_2