
akhirnya hanan sedikit lega karna kalista mulai menjauh dari wajahnya.
" lebih baik aku siap kan air hangat dulu sebelum aku bekerja" batin kalista, sambil berjalan menuju pintu keluar.
Ceklek
" hai lis " sapa dokter yuda di samping pintu keluar. Dokter yuda menunggu di luar karna takut mengganggu tidur lista, dia tau bahwa kalista tertidur di kamar pasien tadi malam, karna saat dia ingin mengajak pulang dengannya kalista telah tertidur di sana, dan akhirnya dokter yuda pun menginap di rumah sakit, untuk mengawasinya.
" aaa... Dokter yuda, ngagetin aja. Dokter udah lama di situ."
" belum, apakah pasien udah sadar lis"
" belum dok "
" ya udah aku pergi dulu ya "
" iya dok"."ih dasar ngagetin aja, tiba- tiba di samping pintu bikin jantungan" kata kalista saat dokter yuda mulai menjauh. Ia melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda.
__ADS_1
" hai ris udah datang aja nih"
" loh lista bukanya kamu masih lama masuknya kok udah datang, tumben "
" iya aku ada pasien dadakan , oh iya mana dinda dari tadi gak kelihatan."
" lagi di kamar mandi, gak tau lagi ngapain dari tadi gak keluar " jawab risha dengan sinis . seharusnya mereka menyiapkan peralatan bersama namun risha harus menyiap kannya sendiri karna dinda sedang di kamar mandi.
" gak usah sewot kali, aku lagi BAB kamu gak percaya, mau lihat." jawab dinda dengan nada sewot saat ia sedang di bicarakan oleh ke dua temannya.
" iya..iya.. Ya udah ayo cepetan kasihan udah pada nunggu pasiennya, aku tinggal dulu ya lis" mereka meninggal kan kalista sendiri.
ceklek
suara pintu terbuka, hanan langsung pura- pura belum sadar.
kalista masuk dengan membawa baskom berisi air hangat.
__ADS_1
ia lap tangan, kaki dan bagian yang lainnya saat sampai di wajah kalista seperti tertarik untuk lebih dekat mengamati wajah pria di depannya, namun tiba- tiba mata hanan terbuka, membuat mata mereka saling bertemu mereka terpaku beberapa waktu. tak lama akhirnya tersadar membuat mereka terasa canggung satu sama lain.
" maaf"tanpa sadar menjatuhkan kain lap yang di pegang nya "ternyata kamu sudah sadar"
" kenapa harus minta maaf, bukan kah memang sudah menjadi pekerjaan mu membersihkan seorang pasien"
" iiya aku aku ambil kan sarapan dulu" dengan gugup kalista berjalan meninggalkan ruang rawat.
" kenapa aku gugup gini ya , tenang kalista dia cuman pasian kamu jadi harus kamu layani seperti pasien yang lain." ucap kalista pada diri sendiri.
namun beda halnya dengan hanan yang merasa senang ketika melihat kalista merasa gugup saat bicara dengan nya, ini akan menjadi hiburan tersendiri untuk nya.
ceklek
kalista membawa semangkuk bubur yang di taburi bawang merah dan juga sawiran ayam di atasnya langsung ia taruh di atas meja.
" aku gak bisa makan sendiri, tangan ku di pasang selang"
__ADS_1
" aku bantu suap pin" dengan telaten kalista menyuap pi dari sendok sesendok sampai habis setelah itu ia langsung mengambil obat untuk ia minumkan kapa pria di depannya.
" maaf saya belum sempat mengabari keluarga anda karna telepon genggam anda hancur saat anda tertabrak tadi malam, saya juga tidak dapat menemukan dompet anda" ucap kalista senetral mungkin agar tidak terbawa suasana.