CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Indra dan Susi Menikah.


__ADS_3

Sekitar jam lima pagi, perias pengantin sudah datang untuk makeup pengantin, Nania dan Melati membawa perias pengantin ke kamar untuk merias Susi.


Setelah sekian lama dan jam sudah menunjukkan jam tujuh pagi, saat memakai gaun untuk gaun untuk akad nikah.


Nania dan Melati sudah siap, mereka berdua menatap Susi yang terlihat cantik menawan.


"Baru kali ini, aku melihat kakak ku seperti wanita yang lemah lembut." ujar Melati secara tiba-tiba.


"Selamat ini kakak mu itu seperti apa?" lantas Nania bertanya.


"Seperti ibu tiri ala preman sadis." jawab Melati.


Nania dan Melati saling bertatapan dan kemudian tertawa.


Nando dan Arjun mendatangi kamar pengantin, karena mempelai laki-laki dan keluarganya sudah berada di depan rumah.


Tiga adiknya Susi serta sahabatnya yang menjadi keluarganya yaitu Nania, mendampinginya untuk menyambut mempelai laki-laki di ruang akad.


Indra terlihat begitu gagah sudah tiba di ruang akad yang di dampingi oleh kedua mertuanya Nania dan juga Dewa.


Terlihat kedua bola mata Indra berkaca-kaca dan pada akhirnya meneteskan air matanya dan hal itu menjadi bahan tertawaan.


Alasannya cukup fantastis, karena Indra berhasil mempersunting gadis cantik yang hebat dan luar biasa.


Akad di mulai dengan begitu khidmat, sampai akhirnya terlaksana dengan sempurna dan baik serta berjalan dengan lancar.


Susi kembali ke kamar pengantin dan diikuti oleh suaminya yaitu Indra.


Mereka berdua akan berganti pakaian adat, untuk melaksanakan resepsi pernikahan.


Semua tamu keluarga dan tamu undangan sudah memasuki lapangan yang disulap menjadi tempat resepsi yang sangat mewah.


Terlihat Nania menarik tangan Dewa untuk masuk ke suatu kamar yang di tempati oleh Melati.


"Ngapain ke sini! sepertinya ini kamar Melati." ucap Dewa dengan raut wajahnya yang penasaran.


"Diam saja." sanggah Nania.


Ternyata Nania merapikan pakaian yang dikenakan oleh Dewa, dan sang tuan muda itu hanya tersenyum ketika istrinya merapikan pakaiannya.


"Yuk, keluar mas." Nania mengajaknya.


Bertambah lah rombongan yang mengantarkan pengantin baru itu ke tempat resepsi.


Secara beriringan mereka keluar dari rumah menuju tempat resepsi.


Serangkaian adat istiadat yang unik dan eksotis, terlihat semua keluarga dan tamu undangan sangat menikmatinya.

__ADS_1


Terlebih-lebih pengantin yang terlihat bahagia, karena di hari bahagia tersebut. semua keluarga menghadiri akad nikah serta resepsi.


Prosesi adat sudah selesai dan saatnya pengantin sesi photo.


Lagi-lagi Nania menarik tangan Dewa untuk berphoto bersama dengan pengantin.


Terlihat Dewa tersenyum, karena dekapan istrinya yang selalu menariknya walaupun ngoceh terlebih dahulu.


Tidak sampai disitu, Nania juga menarik tangan kedua mertuanya untuk bersama.


Lalu Nania menarik ketiga adik-adiknya Susi, dan foto bersama lagi.


Layaknya keluarga besar saat acara pernikahan, pasti pada heboh untuk mengabadikan momen paling berbahagia dalam bentuk foto dan juga video.


"Lapar...!" ucap Melati.


Akhirnya mereka mengakhiri sesi foto-foto tersebut dan bermaksud untuk segera makan.


"Papa ku tersayang." kata Nania karena melihat kehadiran profesor Dadang yang datang bersama Sapri.


Nania langsung memeluk profesor Dadang, lalu salim ke tangannya. kemudian melakukan toss kepada Sapri.


Sepertinya Dewa kepanasan karena melihat istrinya berpelukan dan memegang tangan profesor Dadang dan juga tangan Sapri.


Wajahnya merah padam melihat kelakuan istrinya. akan tetapi Nania tidak menggubrisnya dan terkesan tidak perduli.


Nampaknya Susi begitu bahagia akan kehadiran sang profesor Dadang yang mendapatkan julukan profesor gila.


"Susi...! mintak kado apa dari bapak?" profesor Dadang bertanya.


Beliau memang tidak membawa apapun dan itulah mengapa Ia bertanya akan hadiah yang di inginkan oleh Susi.


"Susi menginginkan paket A5 sehat komplit," jawab Susi dengan begitu entengnya.


"Boleh, tapi ada syaratnya." ucap profesor Dadang.


"Apa?" tanya Susi yang terlihat antusias.


Sementara Indra hanya terlihat bingung, karena tidak paham apa yang di mintak oleh istrinya kepada profesor gila itu.


"Kamu harus menjadi asisten ku di proyek rumah sakit Jawara, karena Nania hanya menjadi asisten alternatif." jawab Profesor.


Susi menoleh suaminya dan mendapatkan restu untuk menjadi asisten profesor Dadang.


"Kebetulan juga Susi sudah pensiun dari pegawai negeri sipil dan sudah di ijinkan oleh suami Susi.


Saya bersedia menjadi asisten profesor Dadang yang super hebat." Susi menyetujuinya.

__ADS_1


Lalu mereka tertawa bersama demikian juga dengan Indra yang hanya tertawa walaupun tidak paham apa yang sedang ditertawakan oleh kelompok misterius itu.


"Paket A5 sehat komplit itu apa?" Indra bertanya karena sangat penasaran.


"Paket ramuan kesehatan buatan profesor seperti yang di konsumsi oleh keluarga Nania."


"Serius? tambah lima lagi ya." sanggah Indra yang memotong ucapan istrinya dan terlihat sangat bahagia.


Mereka hanya tertawa menanggapinya dan lagi-lagi Indra hanya ikutan tertawa walaupun tidak mengerti apa yang sebenarnya ditertawakan.


Lalu Nania meraih tangan kedua pria itu dan berjalan menuju prasmanan yang sudah tersedia berbagai makanan.


Pramusaji membantu menyajikan makanan kepada mereka bertiga dan kemudian menuju meja kosong.


Nania makan bersama dengan dua pria yang sangat di sayangi olehnya tanpa memperdulikan suaminya yang sedang kepanasan karena melihat Nania yang sangat dekat dengan dua pria sekaligus.


Lalu Dewa mendekati istrinya yang duduk bersama dua pria yang aneh itu.


Kedatangan Dewa membuat mereka bertiga menjadi diam dan profesor Dadang berhenti makan.


"Papa pulang ya, Nak. papa jijik melihat suami mu yang belagu itu." ungkap profesor Dadang seraya berdiri.


Kemudian pergi dan di ikuti oleh Sapri, sementara Nania hanya duduk bengong melihat kedua pria itu berlalu tanpa pamit kepada pengantin.


"Begitu bahagianya saat bertemu dengan papa kandung mu, tapi apakah profesor gila itu mengakui mu sebagai anaknya?" pertanyaan atau sendiran yang keluar dari mulut Dewa.


Nania tidak menggubrisnya dan hanya mengaduk-aduk makanannya.


"Pria kampung itu selingkuh mu, Kan?" Dewa bertanya lagi.


Tapi Nania tidak menggubrisnya dan seperti mengganggap Dewa tidak ada di sampingnya.


"Ners Nania...!" segerombolan pria memanggil Nania.


"Dokterrrrr...!" Nania berteriak ke arah gerombolan para pria itu.


Kemudian berdiri dan terlihat ingin berlari tapi...


prang... ' suara piring yang pecah.'


Nania berhenti sejenak karena piring makannya pecah karena kecerobohannya, sehingga gerombolan pria itu mendatangi Nania.


Mereka melakukan toss ala anak muda masa kini dan terlihat begitu akrab.


Mereka adalah para dokter undangan dari Susi yang merupakan rekan kerja di rumah sakit milik pemerintah dan tempat Nania bekerja sebelum pensiun dini.


Dokter Imam selaku direktur rumah sakit yang dinantikan oleh dokter Pras dan asistennya adalah dokter Ahmad.

__ADS_1


Serta dokter Fahri yang merupakan fans berat dari Nania.


__ADS_2