
"Selamat pagi ma pa " sapa kalista dengan menyunggingkan senyum.
" pagi juga anak papa" sapa ayah kalista.
" tumben udah bangun biasanya masih tidur." sambung mama ira sambil meletakkan piring nasi di depan kalista.
" iya ma aku ada pasien tambahan. Jadi aku harus berangkat lebih pagi."
" papa perhatikan akhir akhir ini kamu sibuk sekali. Sampai harus menginap di rumah sakit."
"maaf pa memang lagi sibuk, namanya juga kerja di rumah sakit pa kadang banyak pasien nya kadang juga sedikit."
"iya papa tau, tapi kamu harus jaga kesehatan kamu juga bukan cuma pasien saja yang kamu jaga kesehatannya."
" baik pa, kalista pasti akan jaga kesehatan."
"udah makan dulu nanti keburu dingin makanannya."
mereka makan dengan lahab, mama ira memang jago dalam memasak kesukaan mereka berdua.
"alhamdulilah sudah selesai, ma boleh bawakan bekal buat kalista ,nanti buat makan di rumah sakit."pinta kalista.
"tumben minta bekal biasanya mau makan di kantin bareng dua sahabat mu itu."
"gak papa ma lagi pengen aja."
"bentar mama siap kan dulu."
"banyakin ya ma biar kenyang "
"ya"
"aneh tiba tiba minta bekal makanan minta di tambahin lagi." batin mama ira, sambil memasukan makanan satu per satu kedalam tempat bekal.
" ni ta" sambil menyodorkan bekal kearah kalista.
"makasih ma, kalista berangkat dulu." sambil mencium tangan ke dua orang tuanya.
" hati hati di jalan ya ta" sambung papa.
"iya pa"
__ADS_1
tak lama kalista sampai di rumah sakit, dia langsung menuju ruang inap hanan.
tok tok
ceklek
dengan hati hati kalista masuk ke dalan kamar.
" hai lista" sapa hanan
"aku kira kamu masih tertidur"
"aku udah bangun dari tadi"
"ini aku bawakan makanan dari rumah, kamu pasti bosan makanan di rumah sakit."
" iya memang rasanya hambar"
ak aaaa kalista inisiatif menyuapi hanan tampa hanan minta.
hanan membuka mulutnya agar kalista bisa menyuapi nya.
" sudah habis, mau langsung minum obat" tawar kalista.
" terserah kamu, kamu kan perawatnya."
" aku ambilkan obat nya "
kalista langsung meminumkannya.
" makanan nya enak apa kamu yang masa?"
"bukan itu masakan mama aku, mama memang jago kalau masak kalau aku tinggal makan aja yang gampang."
" aku jadi ingat mamaku dulu, jadi teringat rasa masakan masakannya yang enak, sayang nya aku gak bakalan bisa merasakan nya lagi."
"mak sut kamu"
"mama aku udah gak ada, udah meninggal, jadi gak bisa merasakan masakan rumah lagi, udah lama aku gak merasakan masakan rumah kaya gini, walaupun papa aku udah menikah lagi, dia gak pernah masak di rumah, paling cuman pesan online. Maaf ya jadi curhat."
"gak papa aku seneng kok denger curhatan kamu, apa kamu gak bosan di ruangan terus kita jalan jalan ke luar sebentar "
__ADS_1
"boleh kalau gak ngerepotin"
" aku ambil kursi roda dulu ya"
"iya"
mereka jalan dengan hanan di dorong oleh kalista menggunakan kursi roda.
mereka bercengkrama bersama membuat hanan semakin merasakan kenyamanan saat mereka bersama.
"selamat pagi" sapa bu mayang
"pagi juga bu mayang ." balas kalista
"wah sudah semakin sehat ya"
"iya bu ini berkat kalista yang telah merawat saya dengan telaten." jawab hanan
" lista tadi aku lihat dua teman kamu ada di depan gerbang, kamu gak bareng meraka biasanya kalian gak pernah lepas."
" saya tadi berangkat dulu bu karna ada yang harus saya kerjakan."
"ya sudah saya duluan, mari"
"ya bu"
"aku antar kamu ke kamar ya, aku udah hampir masuk jam kerja."
" iya, jadi ngerepotin kamu"
"gak, cuman nanti dua teman ku pasti kepo kalau aku belum sampai ke ruangan."
" kalian udah berteman lama, kelihatan akrab sekali"
" udah lama sekali, dari kecil kita udah bersama"
" udah sampai, aku bantu keranjang ya "
" iya terimakasih"
"aku tinggal dulu" perlahan kalista meninggalkan kamar hanan.
__ADS_1