CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Teka-teki Dari Nania.


__ADS_3

Empat tahun berlalu dan Dewa belum menemukan jejak Nania dan saat ini masih sendiri dan akan tetap mencari Nania.


"Profesor...! saya mau bicara." pinta Dewa saat berpapasan dengan profesor Dadang di rumah sakit Jawara.


"Ngak bisa, karena lagi sibuk. minggir kau," profesor Dadang menolaknya.


Tapi Dewa tidak menyerah dan terus mengejar sang profesor edan itu.


"Pah...!" Gerol memanggil profesor Dadang.


Gerol tersenyum sinis ke arah Dewa, karena memaksa profesor Dadang untuk bicara dengannya.


"Pria ini psikopat itu, Iya?" ucap Gerol.


"Apa maksud bangsat...!"


"Sssstttt...! jangan banyak bergerak, sekali aku tendang. bisa lumpuh kau seumur hidup." sanggah Gerol yang menyindirnya.


Dewa terdiam akan hinaan dari Gerol, kemudian Gerol mengajak papanya untuk pergi.


"Susi...!"


"Apaan sih pegang-pegang, aku bukan istrimu." Susi membentak Dewa yang berusaha memegang tangannya.


Susi yang terlihat buru-buru hendak pergi dan di cegah oleh Dewa.


"Apa sih mau mu? ntar aku adukan sama mas Indra, Iya." ujar Susi yang mulai kesal sama Dewa.


"Tadi ada laki-laki yang menjemput profesor Dadang, siapa laki-laki itu?" Dewa bertanya karena sangat penasaran.


"Ngak tahu, kali saja pacar nya profesor Dadang.


Sudah, Iya. mas Dewa, aku mau jemput putri kesayangannya ku." jawab Susi dengan entengnya.


"Sudah di jemput mama, aku bicara sama mu. sebentar saja." pinta Dewa.


Akhirnya Susi bersedia di ajak bicara oleh Dewa, karena selama ini Susi masih sangat membenci Dewa.


"Namanya Gerol, anak profesor Dadang. aku ngak tahu kisahnya karena itu bukan urusanku.


Mungkin ini perasaan ku dan juga perasaan Melati, akhir-akhir ini butik Melati mendapatkan orderan dress yang seperti yang selalu di pesan oleh Nania.


Kami berdua beranggapan apakah Nania sudah berada di Jakarta? atau hanya perasaan kami saja?


Mungkin karena kami berdua terlalu kangen sama Nania." ungkap Susi dengan bola matanya yang berbinar-binar.


"Apakah pemesan itu kalian selidiki?" tanya Dewa dengan penuh harap.

__ADS_1


"Sudah, tapi pemesan nya orang lain. seorang ibu-ibu seperti masyarakat Maluku pada umumnya." jawab Susi dengan jelas.


Susi kemudian menghembuskan napasnya dan hendak berlalu.


"Mau kemana? Keyla sudah di jemput mama." ujar Dewa yang hendak mencegah Susi untuk pergi.


"Menjaga anakku, ngak mungkin aku membiarkan ibu untuk mengasuh anakku." ujar Susi dan kemudian pergi meninggalkan Dewa.


Dewa hanya bisa bengong, tidak ada yang bisa di perbuatannya.


Nania tidak meninggalkan jejak, bahkan istrinya itu tidak memiliki akun media sosial yang bisa di lacak keberadaannya.


Nania seperti di telan bumi, hilang tanpa jejak. sementara Dewa sudah melakukan segalanya cara untuk menemukan Nania.


Tapi hasilnya nihil, dan Dewa tidak pernah bisa bicara dengan profesor Dadang. karena selalu mendapatkan penolakan.


Dewa dan profesor Dadang seperti air dan api yang tidak pernah bisa menyatu, berbagai macam cara dilakukan oleh Dewa agar bisa bicara dengan profesor Dadang tapi selalu gagal.**


Gedung sekolah khusus TK ' taman kanak-kanak ' sepasang anak sedang ngobrol dengan asyik.


"Keyla sayang...!" mamanya Dewa menyapa gadis kecil yang cantik itu.


Keyla langsung memeluk oma nya, dan terlihat mamanya Dewa terlihat kaget melihat bocah laki-laki yang duduk bersama cucunya itu.


Keyla melepaskan pelukannya dan kemudian meraih tangan bocah laki-laki itu.


"Oma..! Namanya Brian, teman baru Keyla disini. hari ini baru masuk." ucap Keyla yang sangat semangat memperkenalkan teman barunya.


Tapi Oma nya Keyla langsung memeluk Brian dan pelukan itu berbalas.


"Brian...!" ucap seorang perempuan yang hampir seumuran dengan Oma nya Keyla yang tidak lain adalah mamanya Dewa.


Seketika itu juga, Oma Keyla melepaskan pelukannya dan Brian langsung ditarik perempuan itu dengan pelan.


"Ibu siapa? kenapa memeluk cucu ku seperti itu?" ucap perempuan itu.


"Oma nya Keyla, bukan orang jahat, Kok." Brian yang menjawabnya.


Lalu Keyla di bawa perempuan itu, dan Oma nya Keyla hanya terdiam dan akhirnya di tegur oleh cucunya.


Keyla dan oma nya berjalan menuju parkiran dan kemudian bertemu dengan papanya Dewa.


"Keyla...! Oma mu kenapa?"


Tapi Keyla menggelengkan kepalanya, karena tidak mengetahui penyebab Oma nya demikian.


"Pah..! tadi mama melihat bocah yang sangat mirip dengan Dewa waktu kecil." ucap mamanya Dewa kepada suaminya.

__ADS_1


Lantas papanya Dewa mengajak istrinya ke ruang administrasi, akan tetapi pihak administrasi menolak memberitahukan informasi tentang wali siswanya.


"Nanti Papa akan mencari tahu siapa bocah laki-laki itu." ucap sang suami.


Setelah mendengar ucapan dari sang suami, lantas membuat mamanya Dewa itu terlihat agak tenang.


Mereka akhirnya tiba di rumah dan langsung disambut oleh Susi.


"Keyla...! yuk makan sama mbak." mbak Yuni mengajak Keyla untuk makan.


Hal itu karena mamanya Dewa terlihat lemas dan sedikit aneh.


"Ibu kenapa?" Susi bertanya dengan raut wajahnya yang penasaran.


"Keyla punya teman baru yang sangat mirip dengan Dewa waktu kecil."


"Haaaa...! pasti itu anak Nania," Susi memotong pembicaraan mamanya Dewa.


"Apa...!" ucap Dewa yang baru datang dan juga kedua orangtuanya.


Dewa langsung duduk dihadapan Susi, begitu juga dengan kedua orangtuanya.


"Kenapa Susi begitu yakin?" mamanya Dewa bertanya karena sangat penasaran.


"Karena Melati menerima pesanan gaun yang merupakan desain gaun yang biasa di pesan oleh Nania.


Tapi setelah kami telusuri, orang yang memesannya adalah perempuan yang seumuran dengan ibu. Seperti masyarakat asli Maluku."


"Iya...! sama...! nama bocah laki-laki itu Brian, dan dijemput oleh Oma nya.


Oma nya itu persis seperti yang Susi uraikan, tapi apakah bocah itu anak Nania?" jelas mamanya Dewa.


"Waktu Nania keguguran, dia juga ngak tahu kalau dirinya hamil. setelah Nania pulang dari rumah sakit, pasti anak ibu itu sudah menanamkan benihnya di rahim Nania." sanggah Susi.


Hal itu dibenarkan oleh Dewa, karena memang sering melakukannya dengan Nania.


"Mari kita selidiki rumah Oma nya itu!" pinta mamanya Dewa.


"Sudah Indra selidiki, tapi rumah itu adalah tempat tinggal karyawan dari apotik herbal Dania." kata Indra yang baru tiba di ruang tamu tersebut.


"Indra menemukan fakta, bahwa apotik herbal Dania itu dan juga farmasi serta produk kecantikan Dania, adalah milik mbak Nania.


Tujuh puluh persen adalah saham milik mbak Nania dan lima belas persen milik Gerol yang berkebangsaan Inggris, dan sisanya adalah milik pegawai.


Berdasarkan hasil investigasi kami, saat ini kami sedang mencari keberadaan pemilik saham terbesar Dania group itu.


Indra dan tim sangat kewalahan mencari keberadaan dan informasi tentang mbak Nania.

__ADS_1


Sudah seperti jaringan ******* yang sangat profesional, sangat untuk di identifikasi." ungkap Indra.


kemudian menghela napasnya, dan di ikuti oleh yang lainnya. mereka sama-sama menghela napasnya dan kemudian saling bertatapan.


__ADS_2