
Semua berjalan lancar dan sang profesor bersedia bekerjasama dan telah mendatangi kesepakatan.
Tim tersebut mendulang kesuksesan yang memajukan dunia medis.
Nania sebagai asisten profesor Dadang, mendapatkan hadiah berupa uang tunai yang sangat besar jumlahnya dan tentunya setelah pemotongan pajak.
Bukan hanya itu saja, Nania mendapatkan beasiswa untuk mengambil spesialis keperawatan.
Hari terus berganti dan semuanya berhasil di lalui olehnya. Ners Nania Sp.*** ' speaslis keperawatan bedah medis '
Gelar Nania sudah bertambah dan sudah dua kali naik jabatan dalam waktu yang singkat.
Pada akhirnya Nania, sah menjadi kepala perawat di usianya yang masih sangat muda.
"Selamat pagi Ners Nania, saya Govin. ketua dari anak koas dibawah bimbingan dokter Ahmad." ucap seorang laki-laki yang bernama Govin.
Pertemuan pertama dengan Govin, anak dari fakultas kedokteran yang akan melaksanakan koas atau program profesi.
"Terus, aku harus ngapain? menari-nari gitu!" sanggah Nania dengan sedikit angkuhnya.
Nania berkata demikian karena Govin, tidak memberikan surat rekomendasi kepadanya. dan akhirnya calon dokter mengerti akan ucapan dari Nania.
Selama Nania membaca surat rekomendasi yang diberikan oleh Govin, calon dokter itu sangat fokus menatap wajah cantik Nania.
"Mata...! jangan ku congkel, Ya!" ucap Nania yang terdengar sadis.
Govin langsung menurunkan pandangannya, karena teguran dari Nania yang kejam.
"Karena aku sudah bete melihat mu, sana pergi. jangan pernah temuin aku." ucap Nania seraya melemparkan surat rekomendasi tersebut.
Kelompok anak-anak koas itu terlihat bengong, karena mereka harus mendapatkan tandatangan dari Nania sebagai kepala perawat.
Tapi Govin yang merasa bersalah dan langsung berlari mengejar Nania.
Govin sudah berhasil mengejar Nania dan kemudian bersujud di hadapannya.
"Ners Nania, tolong bantu kami. nasib kami akan bergantung pada Ners Nania. tolonglah Ners." begitu lirihnya Govin berkata yang memohon kepada Nania.
Nania hanya kesal sesaat dan kemudian meraih dokumen itu dan kemudian membubuhkan tandatangannya.
Govin langsung berterimakasih kepada Nania dan senyuman begitu merekah menghiasi wajah tampannya.
Seperti itulah pertemuan Nania dengan Govin, dimana waktu dan keadaan lebih mendekatkan mereka berdua.
__ADS_1
Nania yang berparas cantik, cerdas dan berbakat. membuat dokter muda itu jatuh hati kepada Nania.
"Sepertinya sahabat ku sudah mulai jatuh cinta sama dokter muda itu." kata Susi yang menyindir Nania.
"Kita lihat saja, memang untuk saat hatiku sedang berlabuh di samudera yang tenang. sebentar lagi akan datang ombak yang akan menerjang kapal kami." sanggah Nania dengan begitu puitisnya.
"Geisya...!" Susi menebak akan perkataan Nania yang sangat puitis.
Ternyata Susi berhasil menebaknya, hubungan Nania dan Govin masih aman sampai sekarang karena belum bertemu dengan Geisya.
"Kenapa kamu terus mengalah?" Susi bertanya kepada Nania dengan mimik wajahnya yang penasaran.
"Sebagai bentuk ujian atau seleksi alam, jika berhasil bertahan maka itulah yang terbaik untukku." ungkap Nania dengan lemas.
Mereka berdua berhenti ngobrol karena Govin telah menghampiri mereka, ternyata dokter muda nan tampan itu hendak mengajak Nania untuk makan malam.
Kebetulan keduanya satu shift kerja dan akhirnya Nania, menyetujuinya.
Bagi Nania, rumah sakit adalah rumahnya. sehingga semuanya lengkap di lokernya, mulai perlengkapan mandi sampai pakaiannya.
Nania sudah berdandan cantik dan siap untuk ngedate dengan Govin.
Govin memiliki mobil dan langsung mempersilahkan Nania untuk masuk kedalam mobil.
Malang nian nasib, begitu berada di sebuah kafe yang sangat besar. kedua insan yang dimabuk asmara itu harus bertemu dengan Geisya.
Geisya yang bertubuh molek dan berpenampilan modis, membuat perhatian Govin tertuju kepadanya.
Nania langsung menghela napasnya ketika melihat Govin yang tergiur melihat kemolekan tubuh seksi dari Geisya.
Pesona Geisya mampu mengalihkan perhatian dari Govin.
Tatapan yang penuh gairah dari Govin, seketika langsung berakhir karena handphonenya berdering.
Ternyata dari rumah sakit, karena tiba-tiba pengawas koas datang untuk meninjau mereka.
Govin langsung pamit untuk pergi ke rumah sakit, hal tentunya di ikuti oleh Geisya.
"Selesai sudah, mungkin belum saatnya aku mendapatkan jodoh." ucap Nania yang terlihat lemas.
Nania melahap semua makanan yang sudah di pesan dengan berurai air matanya, karena setelah ini Nania. harus melepaskan Govin.
Pria yang sempat ada di relung hatinya yang dalam, menaruh perhatian lebih dan berharap kalau Govin adalah jodohnya.
__ADS_1
Nania berharap kalau Govin tidak tergoda dengan Geisya, tapi sepertinya harapan itu sudah pupus.
Govin tidak bedanya dengan laki-laki lain yang berengsek.
Nania belum pernah bertemu dengan pria yang benar-benar tahan akan godaan dari Geisya yang mengobral segalanya.
Jika memperkenalkan Govin atau laki-laki yang mendekati dirinya kepada Geisya, cepat atau lambat pasti akan bertemu.
Lebih sakit di awal daripada harus sakit di akhir, seperti prinsipnya lebih baik mencegah daripada harus mengobati.
Lelah karena pekerjaan, tapi patah hati ini membuat Nania jauh lebih lelah. kemudian Nania pulang dan bermaksud untuk istrihat.
Karena macet dan Nania, tiba di rumah sudah pukul delapan malam. langsung masuk kamar dan kemudian beranjak ke kamar mandi.
Nania terburu-buru keluar dari kamar, karena mendengar handphone berdering. hanya mengenakan handuk di tubuhnya dan langsung menuju meja belajarnya.
Ternyata Susi yang menghubunginya, dan mengabarinya kabar duka.
Govin dan Geisya nekat berhubungan suami-istri di gudang rumah sakit dan di pergoki oleh petugas administrasi rumah sakit.
Heboh seketika dan untungnya Geisya tidak pernah mengakui Nania sebagai kakaknya. sehingga tidak mencemari nama baiknya.
Govin dan timnya sesama koas langsung di keluarkan dari rumah sakit, karena ketua sendiri melakukan tindakan asusila.
Banyak pihak yang menyesalkan kejadian tersebut, dan memandang Govin sebagai pria yang tidak bermartabat.
Apa salahnya memboking hotel yang paling murah dan kenapa harus melakukannya di gudang rumah sakit.
Gudang rumah sakit tempat penyimpanan barang-barang yang dibutuhkan untuk keperluan medis. Dengan eloknya mereka berzinah di sana.
Gara-gara Govin, yang menyebabkan tema-temannya koas nya akhirnya frustasi, sebab mereka harus mengulang lagi dari awal di rumah sakit yang baru.
Nania tidak kaget akan hal tersebut, karena sudah memergoki Geisya berhubungan intim dengan laki-laki lain ditempat yang tidak layak.
Bahkan Geisya pernah berhubungan suami-istri dengan mantan gebetan Nania di kamar mandi yang biasa digunakan asisten rumah tangga.
"Sudah melebihi pemain film blue itu, Ya!" ujar Sapri yang mendengar cerita dari Nania.
"Mendekati ke arah sanalah, alias sebelas dua belas." sanggah Nania lalu tersenyum.
"Begitu banyaknya laki-laki yang sudah meniduri Geisya, apakah dia pernah hamil?" Sapri bertanya dengan nada suara yang pelan.
"Kayaknya nggak deh, karena Geisya itu rutin mengonsumsi pil KB ' pil yang mencegah kehamilan.' " ucap Nania dengan jelas.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Dewa?" kali ini profesor Dadang yang bertanya.
Seketika Nania langsung menangis, sepertinya sangat berat beban yang di pikul olehnya.