CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Kejelasan Akan Cinta.


__ADS_3

Sejenak Nania membenamkan wajahnya ke dada sang suami dan kemudian menatap wajah suaminya.


"Memang sengaja Nania berpesan pada profesor Dadang, agar merahasiakan keberadaan ku.


Nania pergi sejauh mungkin untuk bertanya pada hati ini, apakah benar aku mencintaimu.


Berulangkali aku pertanyaan hal itu pada hati ini, tapi hanya namamu yang selalu tersirat dan tersimpan.


Setelah semua urusan beres disini, lalu berniat untuk menyelesaikan segala perkara untuk meyakinkan hatiku.


Ternyata bersama mu seperti ini adalah hal yang terindah, karena sesungguhnya Nania masih sangat mencintaimu.


Tapi Nania ngak boleh egois, karena sudah ada Brian." kata Nania dan kemudian memeluk suaminya lagi.


"Nania juga sudah ikhlas jika mas Dewa tidak mengakui Brian kelak nantinya, tapi ternyata semua itu di luar dugaan ku."


"Sayang...! bagaimana mas bisa tidak mengakui Brian. Hampir semuanya Brian meniru mas.


Bahkan tingkahnya juga meniru ku waktu kecil, mulai dari ucapannya dan rasa sayangnya pada bundanya.


Persis seperti ku yang sangat menyayangi mama dan tidak ingin siapapun melukai mama.


Dari semua perempuan yang mas temui, hanya kamu lah yang selalu di hatiku dan hanya kamu yang paling tulus mencintai ku." sanggah Dewa pada istrinya.


"Nania serius mengenai rahim Nania yang lemah..!"


"Sudahlah sayang, mas akan menerima apapun itu. Kita juga sudah punya Brian yang sudah sangat cukup membuatku sangat cemburu.


Karena kalian berdua sangat terlalu dekat yang membuat ku sangat-sangat cemburu."


Nania hanya tersenyum menanggapi ucapan suaminya yang berekspresi sangat lucu.


"Tapi mas, Nania ingin punya anak banyak. minimal enam orang gitu." sanggah Nania.


Seketika itu juga Dewa langsung cemberut karena mendengar jumlah anak yang di inginkan oleh Nania.


Tapi Nania mencumbui leher suaminya yang sedang cemburut dan hal itu mengundang keinginan dari sang suami.


Dewa membalasnya dengan mencumbui sang Istri, dan mereka hanyut dalam kenikmatan cinta di malam yang semakin larut.


Erangan cinta dari Nania, membuat suaminya semakin bergairah dan melimpah seluruh cinta di malam tanpa bintang itu.


Untuk kesekian kalinya mereka mencapai puncak kenikmatan, seperti pasangan suami-istri di saat bulan madu yang indah.

__ADS_1


Terakhir sebelum tidur, pa dan pasangan suami-istri itu melakukannya lagi. pasangan itu benar-benar meluapkan segala cinta mereka yang paling dalam.*


Pagi telah tiba dan Brian bersama Keyla membangunkan seluruh anggota keluarga untuk sarapan bersama.


Semua anggota keluarga begitu menikmati hidangan dan selesai makan langsung berlarian ke arah pantai.


Hanya Dewa dan istrinya yang masih di meja makan itu, mereka berdua menikmati keindahan pagi seraya memperhatikan anggota keluarga yang bermain di pasir pantai yang sangat bersih.


"Mas baru tahu kalau ada pulau yang seindah ini dan pantas saja kamu betah bersembunyi disini." ucap Dewa.


Sang istri hanya tersenyum menanggapinya, dan kemudian mencium pipinya Dewa.


"Nania...! terimakasih sobat ku, karena sudah membawa kami liburan ke sini. tempat ini adalah kepingan surga di dunia." ungkap Susi yang menghampiri mereka berdua.


Susi datang bersama suaminya dan mereka nampaknya belum sarapan karena telat bangun.


"Keyla sudah makan apa belum, Iya?" ucap Indra yang memikirkan putrinya.


"Tenang saja, kalau ada Brian yang menjaganya dan siaga menjaga Keyla." sanggah Nania.


Barulah Indra terlihat tenang dan kemudian mengambil makanan yang sudah di siapkan oleh istrinya.


"Kata ibu...! Brian waktu itu begitu sangat dekat pada Keyla. padahal Brian baru menjadi siswa di TK itu.


"Itu karena persahabatan kalian berdua memang benar-benar tulus, sehingga menurun pada anak-anak.


Brian yang asyik dan sangat peduli dan Keyla yang penurut tapi berhati lembut.


Mas sangat bahagia melihat mereka berdua itu, seperti kebahagiaan ku yang memiliki keluarga yang sempurna dan istri yang sempurna." ucap Indra.


Susi hanya tersenyum menanggapi perkataan sang suaminya dan kemudian mereka berdua makan bersama.


Selama seminggu mereka menikmati indahnya pulau itu, pulau sangat menakjubkan dan sangat-sangat sejuk.


Semuanya berterimakasih pada Nania, karena membawa mereka semua ke tempat yang indah itu.***


Liburan telah berakhir dan mereka sudah tiba di Jakarta, Nania dan Brian sudah sah tinggal serumah dengan Dewa.


Mama Wadeh tetap bersama Nania, seperti janjinya dulu yang akan menemani Nania dan cucunya.


Mama Wadeh ikut Nania karena kelahiran Brian yang sudah dianggapnya sebagai cucunya.


Mama Wadeh hanya bertugas untuk menjaga Brian dan juga nantinya Keyla.

__ADS_1


Dewa dan Nania merajut cinta mereka yang pernah hampir putus karena keegoisan dari Dewa yang merasa minder terhadap kemampuan sang istri.


"Brian...! ngapain harus menyuapi bunda?" tanya Dewa pada anaknya.


Brian menyuapi bunda dengan sangat mesra, hal itu membuat Dewa cemburu.


"Ayah ini lucu, Bunda ku sendiri yang Brian suapin." sanggah Brian yang tidak mau mengalah.


"Tapi bunda mu itu istriku," ucap Dewa pada anaknya.


haaaa.... ' suara hela napas.'


Kedua orangtuanya Dewa menghela napasnya, karena ekspresi wajah Dewa yang terlihat cemburu pada anaknya sendiri.


Lalu Brian berhenti menyuapi bundanya dan turun dari kursinya. kemudian berjalan mendekati sang ayah.


"Bunda sudah satu kamar tidur dan ayah, dulunya bunda itu tidur sama Brian.


Ayah jangan curang, harus berbagi dong. karena Brian juga butuh bunda, bukan hanya saja yang butuh bunda." ujar Brian.


Akhirnya sang anak yang sepertinya mengalah, dengan tersenyum Dewa memeluk putra yang sangat bijak itu.


"Bunda...! tadi pagi om Gerol memberitahu Brian. katanya om Gerol sudah resmi menjadi seorang ayah." ungkap Brian dan kemudian kembali duduk di tempatnya.


Dewa dan kedua orangtuanya hanya terdiam mendengar ucapan Brian.


"Sebentar...! emangnya si Gerol itu sudah punya istri?" tanya Dewa dengan hati-hati.


"Sudah mas...! mereka tinggal di Inggris, kemarin itu datang ke Indonesia hanya untuk peresmian gedung milik profesor Dadang.


Gerol dan ayah kandungnya itu, yaitu profesor Dadang. mereka sudah resmi menjadi warga negara Inggris." Jawab Nania dengan santai.


"Keyla sudah datang, kami berangkat sekolah dulu, Iya."


Nania berhenti bicara karena Keyla sudah datang dan mereka harus berangkat ke sekolah.


Mereka akan berangkat ke TK yang ditemani oleh mama Wadeh, nantinya akan disusul oleh Nania dan juga mertuanya.


"Nania...! apa benar kalau Gerol yang...!" sang ibu mertua bertanya tapi tiba-tiba berhenti.


"Iya ibu...! karena Geisya yang menghancurkan keluarga Gerol.


Nanti saja kita cerita karena mas Dewa harus berangkat kerja."

__ADS_1


Terlihat Dewa sangat cemburut karena Nania berhenti bicara, sebab dirinya akan segera berangkat kerja.


__ADS_2