
Gerol, remaja yang tampan. saat ini masih duduk di bangku kelas dua SMP dan sebaya dengan Nania.
Sementara Nania sudah kelas satu SMK keperawatan, hal itu karena eksalarasi kelas yang pernah di jalaninya.
Nania, sebenarnya sangat bingung untuk menjodohkan Geisya kepada Gerol. sebab Geisya masih sekolah dasar sementara Gerol anak SMP.
Sementara Gerol, tidak mau lagi datang ke rumah Geisya, karena di ganggu oleh sang putri manja yang membuatnya sangat risih.
"Nania...! Nania...!" mamanya memanggil nya lebih tepatnya ibu angkatnya.
Nania langsung berlari menuju ruang tamu dan sesampainya di ruang tamu, sudah ada Geisya dan mama nya.
"Nania, benar-benar keterlaluan ma. masa Gerol menyukai Nania!" ujar Geisya.
"Terus aku harus ngapain?" tanya Nania yang kebingungan.
Lantas mereka bertiga hanya terdiam, memang benar Nania, tidak tahu harus berbuat apa.
Sebenarnya juga Nania, tidak ingin berpacaran saat ini sampai dirinya bekerja dan bisa mendapatkan uang.
"Apaan sih, ribut-ribut seperti ini?" tanya papa nya Geisya.
Kemudian mamanya Geisya, menjelaskan kalau Gerol lebih menyukai Nania daripada Geisya putri kandungnya.
Tapi Nania, berkata tidak ingin pacaran dengan siapapun dan tidak ada niat untuk menjalani hubungan dengan pria untuk saat ini.
Untuk menenangkan Geisya, akhirnya papa nya yang akan turun tangan untuk menagih janji kedua orangtuanya Gerol.
Mereka langsung menuju rumah Gerol, dan mengikut sertakan Nania agar menolak Gerol.
"Sepertinya genting, ada apa?" tanya mamanya Gerol.
Dimana Gerol yang duduk di tengah-tengah kedua orangtuanya, tapi matanya mengarah kepada Nania.
Seketika mamanya Geisya, langsung berpikir untuk mengatur kata-kata yang tepat agar Gerol bisa menerima Geisya menjadi pacarnya.
"Begini, Mbak. kita sudah sepakat akan perjodohan Gerol dan Geisya." ujar mamanya Geisya dengan pelan.
"Terus...!" ungkap mamanya Gerol yang penasaran.
"Masalahnya Gerol, menyukai Nania. Jangan begitu, dong. kita harus segera melangsungkan pernikahan Gerol dengan Geisya." sanggah mamanya Geisya dengan semangat.
__ADS_1
Hahahaha... hahahaha... hahahaha... ' suara tawa mamanya Gerol.'
"Mereka berdua masih belum pantas untuk menikah, Loh. Satu masih SMP dan satu lagi masih SD." ujar mamanya Gerol, dan kemudian tertawa.
Setelah agak tenang, barulah mamanya Gerol menatap Geisya seraya tersenyum.
"Geisya...! kamu itu cantik dan masih sangat muda. pernikahan itu ngak segampang yang kamu pikirkan.
Sekolah dulu yang benar, kalian berdua masih sangat muda dan belum saatnya untuk menikah." ucap mamanya Gerol.
Akan tetapi Geisya tetap kekeh untuk menikah dengan Gerol, sepertinya remaja tampan itu sudah mulai muak dengan sikap Geisya.
"Eh, putri manja. Gerol, ngak suka sama mu. lebih tepatnya jijik melihat mu. masih SD sudah heboh minta nikah." kata Gerol dengan begitu emosinya.
Sebenarnya Geisya, lebih tua setahun dari Gerol, tapi karena malas sekolah sehingga Geisya masih SD sampai sekarang.
Lalu Gerol menatap mama nya dengan tatapan yang lirih.
"Ma...! Gerol, masih SMP. semuanya masih mama, yang mengurus. Gerol, masih ingin sekolah, kuliah dan kerja.
Kemudian menikmati hidup sebelum menikah, jika seandainya Gerol mau menikah dan tentunya akan memilih Nania.
Karena Nania cantik, cerdas dan wawasannya luas dan mandiri. bukan seperti Geisya yang super manja, kasar dan sok cantik." ucap Gerol dengan semangat berapi-api.
"Iya, ma! Karena Nania. berhati lembut, cerdas dan tentunya sangat cantik. tapi Nania menolak cinta Gerol." ungkap Gerol yang terlihat sedih.
Hahahaha... hahahaha... hahahaha... ' suara tawa papanya gerol.'
"Kok, papa tertawa?" tanya Gerol yang terlihat kesal.
"Lucu saja, tentunya Nania. menolak mu anakku. masih kelas dua SMP sementara Nania sebentar lagi mau kuliah.
Kerja mu setiap, teriak memanggil mama mu. eh Gerol, dengar ya. belajar yang benar saja dulu.
Jangan mikir cinta-cintaan kalau Gerol, sudah dewasa, berpendidikan tinggi dan bisa melanjutkan usaha papa.
Papa yakin, kalau nak Nania. akan menyukai mu kelak nanti." ujar papanya dan kemudian tersenyum.
"Betul kata Papa, jangan cinta-cintaan dulu dan utamakan sekolah agar bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa memenuhi kebutuhan keluarga nantinya.
Intinya adalah Gerol, tidak mau menikah sekarang. tamat SMP lalu SMA dan kemudian kuliah.
__ADS_1
Baru magang di tempat usaha Papa, agar bisa menjadi penerus Papa." sanggah Gerol kepada mamanya.
"Terus Nania, gimana?" tanya mama nya lagi.
"Kok, Nania!" ucap Geisya tiba-tiba yang terlihat sangat-sangat kesal.
"Maaf...! Nania, memotong obrolan. saat ini, Nania tidak ingin berhubungan dengan laki-laki manapun juga, karena fokus untuk belajar.
Maaf Gerol, aku memang menyukaimu. itu karena kamu tampan. rasa suka itu ibarat fans kepada idolanya.
Hanya sekedar menyukai saja, tapi kalau untuk hubungan antara laki-laki dan perempuan. itu jauh dari pikiran ku dan juga niat ku.
Semua orang punya hak untuk menyukai orang lain, begitu juga dengan Nania. tapi bukan berarti menyukai antara laki-laki dan perempuan." ungkap Nania dengan jelas dan tegas.
"Iya, kak Nania! Terimakasih karena sudah memberikan pengertian kepada Gerol. Kak, Nania. memang luar biasa." kata Gerol yang mengagumi Nania.
"So sweet...! anak papa sudah mulai dewasa rupanya." ungkap papa nya Gerol.
Keluarga konglomerat itu, tertawa dan Nania hanya tersenyum, tapi berbeda dengan Geisya yang terlihat semakin emosi.
"Tapi kita sudah sepakat, untuk menjodohkan Gerol dengan Geisya." ucap papanya Geisya.
"Pak Brata, memang benar kalau kita sudah sepakat tapi jika anak kita saling menyukai. khusus secara pribadi sebagai papa nya Gerol.
Aku tidak mau mencampuri urusan asmara anakku, biar saja Gerol. jatuh cinta dengan sendirinya dan memilih pasangannya kelak nanti.
Sebab nantinya Gerol, yang akan menjalani pernikahannya. tapi jika Gerol sudah menyerah mencari pendamping hidupnya, barulah aku maju paling depan untuk mencarikannya pendamping hidup yang berkualitas.
Aku percaya kok, pada Gerol. anakku bertanggungjawab atas semua perbuatannya.
Makanya waktu itu, aku tidak mengatakan iya sepenuhnya. aku hanya berkata jika berjodoh.
Jika seandainya, nak Nania. berjodoh dengan Gerol nantinya, sama sekali aku ngak keberatan." ungkap papa nya Gerol dengan penuh ketegasan.
"Nania itu, anak pungut." kata mamanya Geisya yang terlihat emosi.
"Emangnya kenapa kalau anak pungut? istriku juga anak yatim-piatu yang dibesarkan di panti asuhan, tapi karena aku sangat mencintainya.
Mamanya Gerol, sangat cerdas, berhati lembut dan tentunya cantik. cinta dan kasih sayangnya membuat ku, jatuh cinta kepadanya." sanggah papa nya Gerol dengan tegas.
Terlihat istrinya tersenyum karena ucapan suaminya, pengakuan cinta dari sang suami yang membuat hati berbunga-bunga.
__ADS_1
"Nak, Nania. Dulu mamanya Gerol, berkata seperti yang Nania ucapkan. tapi berjalannya waktu dan kemudian berubah pikiran." ucap papanya Gerol.
Gerol hanya tersenyum menanggapi perkataan bapaknya, tapi Nania menunduk karena melihat raut wajahnya Geisya yang terlihat sangat emosi.