
Namu hanan malah mengangkat tangannya,
" aku hanan dito, bisa panggil aku hanan." ucap hanan tanpa basa basi.
" saya kalista putri." sambung kalista dengan menjabat tangannya.
" kamu kan yang telah menyelamat kan aku, terimakasih ya udah nolongin aku, kamu udah bawa aku kesini."
" iya, kan kamu tertabrak di depan rumah aku jadi memang seharusnya aku menyelamat kan kamu."
" aku bersyukur , aku tertabrak saat di depan rumah mu, kalau di tempat lain gak tau nasib ku." kata hanan namun dalam hatinya lain dia bersyukur dia bisa bertemu dengan kalista perempuan cantik dan juga baik yang telah menolongnya.
" jangan bicara seperti itu masih banyak kok orang baik di dunia ini bukan cuman aku." dengan menahan malu karna ucapan hanan.
" tentang keluarga ku gsk usah di hubungi mereka sekarang sedang di luar negri gak mungkin bisa kesini"
" tapi kan paling tidak kamu ngabarin keadaan mu."
" mereka akan taunya aku baik baik saja jika mereka tidak tau kalau aku tertabrak ."
" bagai mana dengan kamu."
__ADS_1
" kan ada kamu, kamu mau kan jagain aku, aku gak punya siapa siapa di kota ini." pinta hanan kepada kalista, dengan nada memelas agar kalista mau menjaganya, karna dia ingin selalu dekat dengan kalista.
" tapi aku harus bekerja dulu mungkin nanti kalau aku sudah selesai bekerja bagai mana."
" gak papa asalkan kamu mau jaga aku , aku udah seneng banget, memangnya kamu udah mau bekerja."
"sebentar lagi, menunggu jam masuk aku"
" boleh aku bertanya"
" tanya apa"
" kamu tau mobil yang menabrak aku tadi malam."
" di tabrak" tanya hanan penasaran karna setau hanan dia tak pernah punya musuh pekerjaannya pun rasanya baik baik saja tidak ada masalah dengan klien klien nya.
" iya gak mungkin tidak sengaja atau hanya kecelakaan biasa karna jalanan nya kan sepi dan dia sepertinya handal dalam berkendara. sudah dulu ya aku mau kerja, kita sambung nanti kalau masih ada yang mau di tanya."
" terimakasih ya kalista " hanya di balas anggukan oleh kalista.
Jam istirahat sudah mulai,tiga sahabat berkumpul di kantin untuk makan siang bersama.
__ADS_1
" lis tadi bu mayang tanya gimana kabar pasien tadi malam yang kamu bawa" ucap dinda mengawali pembicaraan.
" udah mendingan , kepalanya bocor tapi gak parah kok" jawab kalista
" lis kenapa gak ngabarin kita, kita kan bisa bantu" ucap risha
" ya karna dia cowok ganteng ris" jawab dinda ngasal
"ya gak lah, aku panik banget jadi gak kepikiran ke situ, yang aku pikirin itu bagai mana aku bisa cepat bawa dia ke rumah sakit , karna dia keluar darah banyak , aku takut dia kehabisan darah jadi aku langsung coba cari taksi untuk bawa dia ke sini. Gitu ceritanya gak seperti dinda yang bilang ngawur."
" aku jadi penasaran dengan orangnya, jadi pengen lihat."
" kamu mah semua cowok suka, orang gila kalau di dandanin kamu juga bakalan suka ." jawab risha.
" ya kali gue gitu, cuman penasaran aja, ganteng gak lis?." tanya dinda.
" ya ganteng lah, namanya juga cowok, kalau cantik itu cewek." jawab risha dengan nada sedikit kesal.
" yang gue tanya lista bukan elo."
" lista males jawab pertanyaan dari lo"
__ADS_1
" udah ah berantem mulu kaya tikus ama kucing aja gak pernah akur." sela lista dari perdebatan kedua sahabatnya. " nanti sore kalian jenguk aja di kamar inap mawar momor lima, biar gak penasaran , gak usah berantem lagi oke."