CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Keberadaan Nania.


__ADS_3

Sebuah Desa yang melimpah akan rempah-rempah terbaik dari bumi Pertiwi, desa Luhu, kecamatan Huamual, kabupaten Seram bagian Barat, Provinsi Maluku Utara.


Nania bersama tim profesor Dadang, yang terdiri dari delapan dokter spesialis di berbagai bidang dan juga dua perawat yaitu Nania dan Sarah.


Sarah adalah perawat yang bekerja di klinik yang dibuat oleh profesor Dadang, klinik yang selalu berpindah-pindah jika sudah banyak di ketahui oleh pasien.


Empat Dokter laki-laki dan sisanya perempuan, totalnya sepuluh orang. empat laki-laki dan enam perempuan.


Mereka semua bekerja atas nama profesor Dadang yang sudah dikenal di pulau seram tersebut.


Markas mereka berada di desa hulu, desa penghasilan rempah-rempah seperti cengkeh, pala dan kayu manis dan sebagainya.


"Yuk makan dulu," pinta Nania yang sudah menyiapkan makanan.


Lalu mereka semua langsung berkumpul di ruang makan, dengan meja yang panjang yang terbaik dari kayu terbaik.


"Menegangkan sekali waktu membantu mbak Nania kabur dari resepsi itu, seolah-olah aku adalah orang jahat yang hendak menculik permaisuri raja." ucap dokter Dedi yang disambut tawa yang lainnya.


Dokter Dedi adalah tim profesor Dadang dari rumah sakit Jawara sebelum terjadi pembatalan karena masuknya Geisya dalam tim.


"Benar itu, aku syok disaat kang Omar sang preman itu membantu Sarah.


Kirain dia itu mau memalak Sarah, karena seramnya hampir membuatku buang air kecil di celana." sanggah Sarah yang disambut tawa dari yang lainnya.


Sungguh lihai kala itu, dimana koper terlebih dahulu di tukar di rumah Omar. Preman pasar yang pernah di tolong Nania.


Dari arah tempat resepsi Susi dan Indra, Nania dibantu oleh timnya keluar dari daerah tersebut.


Lalu berkumpul di suatu tempat yang sudah ditentukan dan kemudian berangkat ke bandara untuk menuju Maluku Utara.


"Karena pria psikopat itu tidak akan melepaskan perempuan cantik seperti daku."


hahahaha... hahahaha... hahahaha... ' suara tawa dari mereka semua '


"Tapi mbak Nania mengambil uangnya juga, Kah?" tanya dokter Dedi yang bermaksud menyindir Nania.


"Ngak kampret...! Sudah jelas toh, sumber investasi ku.


Pertama dari tabungan selama bertahun-tahun menjadi tenaga perawat yang profesional.


Warisan dari mendiang ayah angkat Nania, lalu warisan dari kedua orang tua kandung Nania yang baru di temukan.


Bonus yang melimpah dari profesor Dadang dan juga royalti karena telah menikah dengan psikopat itu.

__ADS_1


Hanya royalti yang aku ambil, karena akan butuh untuk biaya anaknya yang sedang aku kandung ini." ujar Nania yang meraba perutnya.


"Kamu hamil? sama pria psikopat itu?"


"Iya Sarah, sama siapa lagi? sebelum kabur kemari sampai hari. status masih istri anak konglomerat yang melarikan diri.


Dewa brengsek itu masih sempat-sempatnya menanamkan benih di perut ku ini." jawaban Nania sangat kocak.


Sejenak mereka terdiam dan kemudian melanjutkan acara makan malam tersebut.


Selesai makam mereka masih duduk di kursi masing-masing, dan fokus menatap Nania.


"Jika seandainya Dewa tetap tidak mau menceraikan mbak Nania, terus bagaimana?"


"Ngak gimana-gimana dokter Farhat, tapi lihat nanti sajalah. kita fokus bekerja disini dan kita harus mengukir sejarah medis.


Misi kita harus berhasil, kemudian kita membangun pabrik farmasi dan juga pabrik kosmetik yang berbahan dasar alami." jelas Nania dengan tegas.


tok... tok... tok... ' suara ketuk palu oleh dokter Dedi.'


"Rekan-rekan ku sekalian, cukup kita membahas mbak Nania, kita fokus pada tujuan kita.


Kita hanya memiliki waktu selama empat bulan untuk melakukan penelitian disini, karena bahan yang kita butuhkan sangat melimpah disini.


Mari kerja dengan serius dan teliti, agar kita cepat kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan keluarga tercinta kita.


Mbak Nania yang luar biasa, mohon bimbingannya agar kita cepat menyelesaikan misi ini."


"Siap dokter Dedi, bersama-sama kita belajar dan bekerja demi tujuan kita yang harus kita gapai bersama." sanggah Nania yang menyahut ucapan dokter Dedi.


Nania juga menambahkan bahwa tujuan mereka adalah untuk mencari bahan obat-obatan akan penelitian yang di lakukan profesor Dadang saat ini di rumah sakit Jawara.


Sekaligus untuk mencari bahan-bahan kosmetik yang berbahan alami demi sebuah produk kecantikan yang alami dan menyehatkan kulit.**


Tiga bulan telah berlalu dan tim Nania sudah mengirimkan sampel obat racikan ke laboratorium rumah sakit Jawara.


Nantinya akan diterima oleh profesor Dadang, untuk digunakan bahan penelitian akan proyeknya.


Berselang beberapa minggu kemudian, tim Nania mengirim sampel untuk bahan kosmetik ke laboratorium miliki profesor Dadang.


Pengiriman berhasil dan tinggal menunggu hasil dari laboratorium.


Selain meneliti rempah-rempah di desa Luhu, tim Nania juga memberikan pengobatan gratis kepada warga yang di sponsori oleh profesor Dadang.

__ADS_1


Awalnya hanya profesor Dadang sebagai sponsor dan kemudian di sambut baik oleh pemerintah daerah.


Sehingga pelayanan medis semakin membaik dan tim Nania sangat di sayangi para warga.


Tim Nania tidak pernah membeli bahan makanan, semua di berikan oleh warga dari hasil pertanian dan juga hasil penangkapan ikan di laut.


Bahkan para warga sering memasak makanan untuk tim Nania, di kala melakukan pemeriksaan gratis setiap minggunya di lapangan sepak bola.


Acara itu di dukung oleh pemerintah daerah dan warga sekitar.


Aktivitas yang seru tapi melelahkan, tim Nania minum teh seraya bersantai di belakang rumah yang mereka kontrak.


ahhhhhh.... ' suara teriakan Sarah dari arah meja kerja mereka.'


Seketika mereka semua menghampiri Sarah yang berteriak.


"Kenapa Sarah?" Nania bertanya kepada rekannya itu.


"Kita berhasil..! kita berhasil." ucap Sarah yang hanya mengatakan demikian.


Nania dan timnya langsung merampas dokumen yang di pegang oleh Sarah, dan kemudian...


huuuuuuu... ' mereka berteriak kegirangan '


Hasil penelitian tim Nania dinyatakan lolos oleh tim profesor dari Jakarta dan siap digunakan.


"Dokter Dedi dan dokter Farhat, mari kita siapkan Tim kita untuk berperang.


Dokter Dedi, silahkan hubungi tim ekspedisi bahan. dokter Farhat, siapkan tim kita untuk menganalisis bahan baku.


Ners Sarah, mari kita buat pertahanan di bescam kita ini."


"Siap....!" jawab mereka dengan kompak dan langsung bersiap-siap untuk bertugas.


"Tunggu dulu...!" ucap Nania yang menghentikan langkah rekan-rekannya.


Kemudian Nania menyerahkan hasil fax dari laboratorium milik profesor Dadang di Jakarta.


ahhhhhh..... waouuuuu.... ' suara tim yang bersorak-sorai.'


Ternyata sampel mereka di diterima di laboratorium akan perihal bahan kosmetik yang akan di gunakan.


Itu artinya mereka akan segera selesai bertugas di pulau seram ini, sisanya akan di urus oleh tim ekspedisi bahan.

__ADS_1


Setelah membagi tugas berdasarkan kelompok, mereka langsung bekerja untuk menyelesaikan misi.


__ADS_2