CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
menyukai


__ADS_3

jam pulang pun telah tiba. Namun kalista tidak segera pulang karena dia harus lembur untuk menemani hanan.


ceklek


saat kalista membuka pintu rawat dia sudah di sambut dengan senyum manis hanan.


" maaf tadi aku tidak bisa keruangan ini karna tadi ada kecelakaan, jadi rumah sakit ini membutuh kan banyak tangan perawat di UGD. Jadi aku baru bisa kesini."


" aku ngerti kok gak papa yang penting kamu ke sini."


namun beda di lobi rumah sakit dua sahabatnya masih berdebat tentangnya.


" risha emang lo gak penasaran apa sama itu cowok."


" din gak usah kepo, kalau kamu kepoin mulu mana bisa dapet cowok si kalista"


" yah gue sih bukannya gitu ris, takut aja nanti si lista dapet cowok yang gak bener, kalau orangnya seperti dokter yuda sih aku bakalan dukung sepenuhnya. karna aku juga mau sama dokter yuda."


" kamu itu ya din malah mikirin diri kamu sendiri, tapi bener juga ya din kalau ternyata yang dia tolong cowok jahat gimana."


" ya udah kita coba lihat dulu aja orang nya gimana ris."


" ya udah deh, kita ke ruangannya." mereka berdua berjalan keruang inap mawar untuk melihat pria yang mereka bicarakan.di dalam ruang ngan kalista dan hanan sedang berbincang bincang sambil tertawa kalista dan Hanan sudah semakin dekat mereka sudah tidak merasa canggung lagi.


"lis lebih baik kamu pulang dulu kamu pasti capek kan baru kerja."


"terus kamu bagaimana, kamu kan sendirian di sini"


"gak papa kan aku udah mendingan nih aku sehat."dengan mengangkat kedua tangan memamerkan otot tangan yang sedikit berotot.


"iya tapi kalau kamu butuh apa apa gimana?"


tok tok tok

__ADS_1


"assalamualaikum" pintu terbuka terlihat dua sahabat kalista terlihat di ambang pintu.


"maaf kita ganggu ya" ucap risha


" enggak " jawab Hanan.


"oh iya kenalin mereka berdua sahabat aku"


"hai aku dinda"


"Hanan dito"


"aku risha "


" lista kamu mau tetep disini atau mau pulang bareng kita" tanya risha.sedangkan Dinda senyum senyum sendiri karena pria yang di tolong kalista sangat tampan.


"aku bingung ris apa aku harus ninggalin Hanan sendiri."


" gini aja nanti kalau kamu kenapa napa bisa hubungi kalista." saran risha


" tapi dia gak ada telepon genggam, bagai mana mau menghubungi aku."


"hp kamu mana "


"ni" dengan menaruh hpnya di tangan risha.


lalu Risha memberikan kepada Hanan.


"kamu pakai hp aku dulu, nanti kalau Hanan mau menghubungi kamu bisa telfon ke nomor ku Risha."


" kita pulang dulu ya nanti takut kemalaman"


"selamat tinggal Hanan." ucap Dinda sambil melambaikan tangan.

__ADS_1


"aku pinjam hp kamu dulu ya"


hanya di balas anggukan oleh kalista mereka.


mereka pun berjalan untuk menuju jalan raya menunggu taksi yang mereka pesan.


tok tok tok


"apa merek kembali" batin Hanan


"selamat malam pak "sapa dokter yuda dokter dokter yuda tak sengaja jalan di depan pintu pasien kemarin malam dan mampir untuk memastikan keadaannya.


"malam dok"


"bagaimana keadaanya apakah sudah merasa lebih baik."


"sudah lebih baik,terimakasih sudah menolong saya dok"


" jangan berterimakasih kepada saya karena yang membawa anda ke rumah sakit ini perawat yang bekerja di sini, apakah anda sudah mengenalnya."


"iya sudah"


" oh ya apakah masih ada yang di keluh kan"


" kepala saya masih sakit dok, saya tidak bisa mengangkat kepala saya karena sangat sakit"


" nanti kita periksa lebih lanjut lagi,apakah ada yang lain lagi."


"tida ada dok"


"kalau begitu saya tinggal dulu"


"terimakasih " hanya di balas anggukan oleh dokter yuda.

__ADS_1


__ADS_2