
Tujuan kedatangan Fikri dan oma nya adalah hanya untuk berkenalan dengan Nania, karena oma Eni, ingin sekali Nania menjadi istri cucunya.
"Fikri hanya tinggal berdua dengan oma, tapi karena urusan bisnis di luar negeri. makanya oma, Fikri. titip ke panti jompo.
Dikarenakan juga asisten rumah tangga sedang cuti untuk pulang kampung, untuk menjemput anaknya yang akan kuliah di kota ini.
Tidak ada niat untuk meninggalkan oma di panti jompo, karena hanya oma yang aku miliki." ungkap Fikri dengan begitu serius.
Terlihat Geisya begitu antusias mendengarkan ucapan Fikri, dan mencoba menarik perhatian pria tampan itu.
Ternyata Fikri adalah anak tunggal konglomerat, yang mewarisi seluruh kekayaan keluarganya.
Sepertinya Geisya sangat-sangat bernafsu untuk mendekati Fikri yang tajir melintir dan kaya raya.
Tapi tatapan Fikri hanya untuk Nania, sampai-sampai Fikri meminta nomor handphone Nania.
Tapi Nania menolaknya dengan alasan kalau dirinya tidak punya handphone.
Sebenarnya Fikri mengetahui penolakan itu, alasan tidak memiliki handphone hanyalah penolakan yang halus.
"Payah kau, Pulang saja kita." ungkap oma nya yang kecewa karena cucunya tidak berhasil mendapatkan nomor handphon Nania.
Oma Eni bersama cucunya sudah pulang, dan Geisya langsung menarik tangan Nania ke arah anak tangga.
"Fikri itu milikku, jangan kau rebut dia dariku dan kamu harus membantuku untuk mendapatkan Fikri." ucap Geisya.
Nania hanya tersenyum dan kemudian beranjak pergi ke arah kamarnya seraya membawa pakaian bekas dari Geisya.*
Setelah mendapatkan dana dari papanya, Nania langsung mendaftarkan dirinya untuk mengikuti pendidikan profesi.
Karena merasa uang dari papa nya lebih, sehingga Nania sekaligus mendaftarkan diri untuk mengambil pendidikan selanjutnya yaitu sarjana keperawatan.
Selesai mengurus administrasi pendaftaran dan telah membayar seluruh biayanya, lalu Nania bersiap-siap untuk berangkat kerja ke panti jompo.
Nania meminta tukar jam kerjanya dengan sesama rekannya.
Di panti jompo, Nania sudah seperti perawat yang sangat mahir walaupun dirinya hanya berstatus sebagai asisten perawat.
"Nania... Nania...!" seseorang memanggilnya.
Suara itu milik oma Eni yang datang bersama cucunya, terlihat Fikri sangat begitu bahagia karena akhirnya bertemu dengan Nania lagi.
__ADS_1
"Kalian berdua, silahkan pergi jalan-jalan." ucap oma Eni.
"Oma...! Nania lagi kerja, manalah bisa seenaknya seperti itu." sanggah Nania dengan niat menolak.
Lalu seorang dokter laki-laki paru baya mendatangi mereka yang sedang ngobrol dengan ruang tamu panti jompo yang mewah itu.
"Nania...! oma Eni adalah pemilik panti jompo ini dan terserah oma Eni dong mau berbuat apapun." ungkap dokter tersebut.
Namanya dokter Abraham, sebagai dokter dan juga pimpinan panti jompo yang sebenarnya hotel khusus bagi para lansia yang kaya raya.
Nania tidak mengelak lagi dan akhirnya Fikri berhasil mengajak Nania untuk pergi jalan berduaan.
Tidak jauh dari panti jompo, sebuah kafe yang lumayan besar dan mewah dan Nania bersama Fikri duduk sedang menikmati sajian kafe tersebut.
"Tidak henti-hentinya oma, menceritakan mbak Nania kepada Fikri." ujar Fikri yang memulai obrolan.
"Panggil Nania saja," pinta Nania.
Fikri tersenyum menanggapi permintaan tersebut.
"Kenapa mau bekerja panti jompo? kalau di lihat-lihat keluarga Nania termasuk orang kaya raya." kata Fikri yang terus menerus menatap Nania.
"Nania bukan pewaris tapi perintis, tapi alasan yang paling tepat adalah untuk belajar merawat orang tua yang lanjut usia.
Berhubung panti jompo itu, layaknya seperti hotel dan itu sedikit menghibur.
Semua kondisi tersebut, menyimpan cerita yang unik dan sulit untuk dilupakan." ungkap Nania.
Alasan Nania cukup mudah untuk di mengerti, tapi kalimat di awal sangat membingungkan.
Dimana Nania berkata bukan pewaris tapi perintis, akan tetapi Fikri hanya bisa menatap kecantikan Nania yang berseri.
"Nania, sudah punya pacar?" tanya Fikri tiba-tiba.
"Belum, karena ngak ada waktu dan belum ada yang bisa menggetarkan hati ku ini." jawab Nania dan kemudian tersenyum.
"Mas Fikri...!" sapa Geisya begitu centilnya.
Terlihat Fikri yang sangat kaget melihat kehadiran Geisya di kafe tersebut, tapi Geisya berkata kalau hal itu karena panggilan cinta.
Sebenarnya Nania yang memberitahukan kepada Geisya akan keberadaan mereka saat ini sebab Geisya memintanya.
__ADS_1
Seperti biasa Geisya akan melancarkan aksinya untuk menggoda pria yang di sukai olehnya.
Fikri sepertinya tergoda dengan rayuannya dan kemudian pamit kepada Nania.
"Done...!" ujar Nania.
Lalu Nania beranjak dari tempat duduknya, dan kemudian meninggalkan kafe tersebut.
Sesampainya di panti jompo, Nania. bersyukur karena oma Eni sudah pulang dan Nania lanjut bekerja lagi.*
Tanpa terasa hari sudah pagi dan jam kerja Nania sudah berakhir, dan saatnya untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah dan Geisya langsung menarik tangan Nania ke kamarnya, entah kapan Geisya berada di dekat pintu kamarnya.
"Terimakasih karena sudah memberikan Fikri kepadaku, dan pria itu sangat luar biasa.
Sentuhannya, membuatku merinding dan sampai membuatku meleleh. tangannya yang besar mengundang gejolak jiwa yang membara." ucap Geisya dengan membara.
Lalu Geisya mengambil alat perekam video dari tasnya, mirip seperti handphone tapi bisa di lipat.
Ternyata Geisya merekam video syur nya bersama Fikri disebuah hotel mewah, terlihat dari raut wajah Fikri yang menikmati tubuh molek Geisya tanpa paksaan.
Geisya seperti haus lelaki dewasa, dan selalu menginginkan kehangatan dari pria tersebut dan itu di rekannya.
Seperti adegan pada video blue yang di peruntukan untuk orang dewasa, dan entah apa tujuan Geisya merekam aksinya itu.
Hal ini bukan yang pertama tapi untuk kesekian kalinya, semua laki-laki dalam video itu adalah laki-laki yang awalnya tertarik dengan Nania.
Setiap laki-laki yang menyukai Nania, wajib didapatkan oleh Geisya.
Seolah-olah Nania, hanya menjadi tumbal agar Geisya mendapatkan laki-laki dan melakukan hubungan suami-istri lalu di rekam.
Ada yang aneh dari sikap Geisya, setiap kali dia berhasil mendapatkan belaian lelaki yang menyukai Nania.
Perbuatannya itu di rekam, lalu di tunjukkan olehnya kepada Nania.
Terlihat kepuasan dari Geisya, ketika berhasil mendapatkan belaian dan cairan dari lelaki yang menyukai Nania.
Begitu halnya dengan Gerol, tetangga mereka yang menyukai Nania.
Gerol adalah pria remaja yang berhasil membuka segel Geisya di usia mudanya, dan itulah pertama kali Geisya merekam perbuatan mesum itu.
__ADS_1
Nania berhasil membuat Gerol menjauhi dirinya karena ancaman akan video itu, video hubungan suami-istri Gerol dengan Geisya.
Gerol memilih sekolah di luar negeri dan akan kuliah di luar negeri juga dan belum kembali hingga saat ini.