CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Persyaratan.


__ADS_3

Setalah Nania melotot ke arah Dewa, barulah Dewa mau duduk disampingnya. sepertinya Nania tidak berubah.


Nania tetap seperti dirinya yang dulu, dirinya yang lembut dan sedikit suka memaksa tapi itu untuk yang terbaik.


"Bagus kalau begitu, jika kamu tidak mengakui Brian Satria. itu tidak masalah bagiku.


Ada beberapa pria yang bersedia menjadi ayahnya. tapi Brian yang menolaknya."


Sanggahan dari Nania membuat wajah Dewa terlihat cemburut.


"Aku mengajukan syarat, pertama. kamu meyakinkan ku dan jika Brian bahwa kamu sudah berubah menjadi lebih baik.


Serta ayah yang baik dan bertanggung jawab untuk Brian, terserah kamu bagiamana caranya. selama itu tidak melanggar aturan hukum dan menyakiti perasaan orang lain.


Saham Dania group itu adalah milik ku dan juga milik Brian Satria.


Gerol tidak punya saham disana, itu hanya samaran supaya kalian tidak menemukan ku.


Aku memakai uang royalti dan uang yang diberikan ibu dan juga bapak, untuk menjadi saham Dania group atas nama Brian Satria.


Itu semua demi masa depannya, agar kelak nantinya aku ngak kelimpungan saat Brian mau sekolah.


Persyaratan yang kedua, aku ingin rumah sakit Jawara menjadi bagian dari Dania group dan saya serta Susi yang mengolahnya."


"Bapak setuju akan poin kedua, jika seandainya Dewa gagal memenuhi persyaratan pertama tapi persyaratan kedua tetap bapak dukung." sanggah pak Basil dengan begitu semangat.


"Kok gitu, Pak?" tanya Nania yang terlihat penasaran.


"Karena Nania orang yang hebat, mendiang ibu ku tidak pernah salah menilai orang lain dan pilihannya selalu yang terbaik.


Mamanya Dewa adalah istri pilihan dari ibu ku, selain kecantikannya yang membuat bapak terpesona.


Kasih sayang, jiwa bisnisnya dan juga yang lainnya yang tidak bisa bapak jabarkan satu persatu.


Demikian juga dengan Nania, kami sudah berusaha sekuat tenaga dan berbagai pengobatan untuk penyembuhan Dewa.


Tapi tak satupun berhasil, hanya Nania yang mampu melakukannya.


Rumah ini menjadi jauh lebih berwarna berkata dirimu putriku, dan hanya Nania yang mampu membuat ibu dan istriku patuh terhadap mu dan lebih menyayangi ku lagi.


Bapak juga sudah menyelediki Dania group, itu sangat luar biasa. jika digabungkan dengan rumah sakit Jawara dan kemudian digabungkan dengan Jaguar group.

__ADS_1


Itu sebuah perusahaan multinasional dan bahkan go internasional.


Keluarga kami membutuhkan sepuluh tahun lebih untuk mendirikan Jaguar group, tapi Nania sanggup mendirikan Dania group dalam tempo waktu yang singkat.


Itulah alasannya bapak langsung setuju dengan ide mu, apalagi akan di bantu oleh yaitu Susi.


Itu akan menjadi perpaduan yang sempurna, karena kalian berdua luar biasa. Memang anak-anak ku, hebat mencari istri."


Penjelasan dari pak Basil, membuat Nania dan Susi tersenyum. demikian juga dengan mamanya Dewa.


Mamanya Dewa sependapat dengan sang suami dan mendukungnya.


"Aku juga setuju dengan yang ucapkan Papa, dan saya Dewa akan berusaha sekuat tenaga serta segenap pikiran ku dan jiwa ragaku.


Agar menaklukkan hati kalian berdua, perempuan cantik nan hebat yang aku cintai dan anakku yang aku cintai.


Untuk persyaratan kedua sudah bisa di penuhi dan hanya butuh pemenuhan administrasi.


Saatnya berjuang untuk persyaratan yang pertama dan saya siap melaksanakannya." ucap dengan sangat tegas.


Layaknya seseorang yang sedang mengumbar janji seperti para calon legislatif yang menjual janji-janjinya.


Inilah bukti forensik akan video asusila itu, Nania juga bisa mengkonfirmasi nya."


"Aku tahu kalau video itu editan, itu hanya sebagai alasan agar aku bisa menjauh dari mu demi anak kita.


Waktu itu aku sudah hamil dua bulan, dan aku tidak mau janin yang aku kandung menjadi korban kekerasan saat kamu ngamuk.


Seperti yang sudah terjadi sebelumnya, aku ingin segera punya anak.


Entah kenapa aku mencintai pria brengsek seperti mu."


Dewa baru bisa tersenyum setelah mendengarkan penjelasan dari Nania, begitu juga dengan kedua orangtuanya Dewa yang terlihat sangat bahagia.


"Selama ini, Nania dan Brian tinggal dimana? apakah tempat itu indah?" tanya mamanya Dewa.


"Pertama di pulau seram, Desa Mirah, di pantai timur, kabupaten Timur, pulau Ambon di provinsi Maluku Utara. suatu pulau penghasil rempah-rempah terbaik di negeri ini.


Pulau indah dan penduduknya yang luar biasa hebat dalam kehidupan sosial dan juga dalam pekerjaan.


Alam terjaga dengan baik, keseimbangan ekosistem yang memberi kehidupan kepada warga.

__ADS_1


Pemasok enam puluh persen bahan-bahan baku untuk Dania group dan Dania kosmetik.


Dari sanalah kami mengirimkan bahan-bahan yang dibutuhkan profesor Dadang untuk keperluan penelitiannya di rumah Jawara.


Kemudian Nania pindah dari pulau Seram ke kota Ternate, untuk mengurus pabrik pengolahan rempah-rempah menjadi bahan setengah jadi.


Pabrik itu adalah milik profesor Dadang, tapi kemudian di hibahkan pada Nania, karena Nania sudah diangkat profesor Dadang sebagai putrinya.


Hampir tiga tahun Nania d pulau Ternate dan sesekali ke pulau seram untuk urusan bisnis dan sekedar berlibur.


Dari Ternate menuju Jakarta untuk bisnis, bertemu dengan profesor Dadang di rumah sakit Jawara dan ke kantor pusat Dania group.


Tidak lupa untuk memesan gaun, dress dan pakaian lain dari butik melati, hanya untuk melihat melati adikku.


Seminggu di Jakarta lalu kembali lagi ke Ternate, begitulah seterusnya." jelas Nania.


"Tapi kenapa orang-orang suruhan Jaguar group tidak pernah menemukan mu Nania?"


Mamanya Dewa bertanya dengan air matanya yang sudah mengalir.


"Susi sudah bilang sama ibu, kalau sahabat ku sekaligus saudara ku ini sangatlah lihai dalam hal bersembunyi.


Makanya mas Dewa, jangan ulangi lagi kesalahan yang sama dan perbaikilah sikapmu yang buruk itu."


Susi yang menjawab pertanyaan itu dan kemudian Susi menatap tajam ke arah Nania.


"Terus kenapa aku bisa menemukan mu?" Susi bertanya lagi.


"Jauh dari lubuk hati ku, tidak bisa ku pungkiri kalau aku rindu pada mu dan adik-adik. melihat mu dan juga adik-adik dari kejauhan dan rasa rindu terobati.


Begitu juga dengan bapak dan ibu, walaupun aku masih benci pada anaknya.


Lalu aku hanya memastikan hatiku terhadap Dewa dan penyelesaian akan perkara yang sudah aku buat.


Kabur seperti pengecut tapi aku ngak perduli mengenai ucapan itu dan itu demi keselamatan anak ku.


Pusat bisnis ku ada di Jakarta dan aku harus, dan Brian harus mengetahui keluarganya yang sesungguhnya.


Kelak di akui atau tidak tapi yang jelas Brian harus mengetahui siapa keluarganya."


Ungkap Nania dengan tegas dan kemudian Susi langsung memeluk sahabat karibnya itu, mereka sudah seperti reunian.

__ADS_1


__ADS_2