
" ini minum nya, maaf seadanya, ini yang saya punya."
" ini sudah cukup"
sara dan papa Andra berbincang bincang sambil tertawa.
papa Andra merasa seperti hidup kembali setelah dia di tinggal kan istrinya dua tahun yang lalu, dia merasa sangat kehilangan atas kepergian istrinya.
" di mana ibu kamu sar"
" maaf ,ibu saya tidak bisa menemui anda,dia tidak bisa berjala ke sini."
"tidak apa apa, ya udah aku pamit pulang dulu sampaikan salam sama ibu kamu, ini kartu nama aku kalau ada apa apa bisa hubungi aku, dan ini ada uang untuk sementara buat keperluan kamu sebelum kamu dapat kerjaan" sambil menyodorkan sejumlah uang kepada sara.
"gak usah " tolak sara
"gak papa sara,kan gara gara aku juga kamu sampai di pecat."
" terimakasih ya mas Andra ."
bahagia sekali papa Andra disebut mas oleh sara karena ia merasa dia sudah terlalu tua untuk sebutan itu.
papa Andra hanya membalas senyuman dan langsung pergi meninggalkan rumah sara.
sara langsung masuk ke dalam rumah dengan hati yang sangat bahagia karena dia tak perlu kerja sudah mendapatkan uang.
"sara mana bagi ibu juga dong ibu juga mau."
tiba tiba ibunya sara meminta uang kepada sara, karena dia mengintip dari kaca jendela sara di kasih uang sama seorang pria.
"iya bu"
"ah kelamaan"sambil merampas uang yang di pegang sara.
"jangan semua Bu sara juga butuh"
"ni buat kamu" sambil menyodorkan uang pecahan seratus lima lembar kepada sara.
"masa cuma segini buk "
__ADS_1
"ni aku tambah lima ratus ribu, sudah satu juta kan ni buat ibu semua, ibu mau pergi kamu jaga rumah."
"kebiasaan kalau punya uang pasti pergi judi."
tok tok tok
suara ketukan pintu rumah.
"siapa" teriak sara." siapa sih malam malam begini berisik."
"kenapa pak"
" ini mbk aku menemukan ibu mbak di jalan gak sadarkan diri."
"ha ibu" sara kaget karena ibunya sudah tergeletak di depan pintu.
" ibu bangun Bu bangun " sambil menangis histeris karena keluarga satu satunya sudah meninggalkan nya.
" tolong saya untuk memakamkan ibu saya pak "
"baik mbk saya akan menyiapkan semua keperluan nya, kita makamkan nanti pagi.
"terimakasih ya pak."
sara bingung harus bagai mana kehidupannya sekarang, karena dia sendiri sudah tidak mempunyai keluarga lagi.
tiba tiba dia teringat dengan kartu nama yang di beri oleh Andra jadi dia bisa langsung menghubunginya.
drt drt drt
suara telfon papa Andra
" iya halo, iya benar oh kamu ada apa malam malam telfon."
" ya udah aku kesana."
setelah kedatangan papa Andra sara langsung memeluknya dan pura pura menangis.
" haaaaaa ibu aku udah gak ada mas, dia udah meninggalkan aku haaaa."
__ADS_1
" kamu yang tabah ya."
" iya mas"
"mbk sara semuanya sudah beres ini nota biaya pemakaman mbk."
"terimakasih pak, tapi saya belum ada bagai mana kalau saya cicil dulu."
" bagai mana ya mbk"
"mana saya lihat"
"ini mas "
"ini pak uangnya terimakasih sudah membantu pemakaman ibu nya sara."
"iya sama sama pak"
"maaf jadi ngerepotin kamu." ucap sara
"gak repot kok"
sara dan papa Andra terlihat asik mengobrol sampai tidak sadar bahwa waktu sudah sore.
" sara aku pulang dulu udah sore."
"sebentar mas, aku tadi sudah bikinin kamu kopi tapi lupa untuk aku bawa kesini." sara menambahkan bubuk yang mencurigakan ke dalam minuman yang dia bawa.
"terimakasih ya sara biar aku minum dulu."
" iya mas "
papa Andra meminum kopi yang sara buatkan .
"aduh" sambil memegang kepalanya.
"ada apa mas"
"aku ngantuk banget "
__ADS_1
"ya udah kita ke dalam kamu tidur dulu aja"
papa sara tertidur pulas karena di kasih obat tidur ke dalam kopi yang di minumnya.