
" bagai mana bowo, bagai mana keadaan anak ku" tanya papa hanan dengan risau
" tenang dra , aku gak bisa pastiin karena di butuh penanganan lebih lanjut.kemungkinan dia habis terjatuh karena kepalanya yang ada bekas jahitan, jahitannya terlihat masih baru, apa dia habis kecelakaan."
"aku juga gak tau bowo, karena aku baru saja pulang dari Singapura, aku pulang karena dia tidak ada kabar sudah tiga hari."
"mungkin dia menyembunyikan nya dari kamu dra"
"iya kemungkinan seperti itu"
"ya sudah aku pergi dulu, kalau ada apa apa kamu bisa hubungi aku"
"terimakasih bowo"
"iya sama sama"
mereka berdua sudah berteman sejak lama, hanya berbeda pekerjaan pak andra sebagai pengusaha sedangkan wibowo memutuskan menjadi seorang dokter.
prang
kalista memecahkan sebuah gelas yang dia pegang.
"hati hati lista, kalau mau minum" ucap mama
dengan menyodorkan air minum ke hadapannya.
" iya ma kalista gak sengaja."
"kenapa perasaan aku gak enak ya " batin lista dengan meminum air yang di berikan mama.
__ADS_1
"setelah selesai nanti langsung tidur ya lis"
sambil membawa sapu untuk membersihkan pecahan gelas yang terjatuh.
"biar kalista aja ma, kan kalista yang jatuhin."
"gak usah biar nama aja udah kamu istirahat di kamar aja sana."
"oh iya ma memangnya papa belum pulang"
"belum lis papa lagi ada urusan sebentar"
"mungkin perasaan aku gak enak karena papa belum pulang, y(a udah deh aku ke kamar aja istirahat ." batin kalista
"ma aku ke kamar dulu ya"
sedangkan di dalam kamar yang mewah hanan mulai membuka matanya, ia kaget melihat ia sudah berbaring di tempat yang tidak asing baginya kamarnya sendiri, kamar yang bernuansa moderen klasik membuatnya selalu nyaman untuk selalu berada di dalamnya dengan di penuhi fotonya dan almarhum ibunya yang dia pajang di setiap sudut kamar nya.
"Hanan akhirnya kamu sudah bangun."
ketika Hanan menoleh ke sumber suara yang dia dengar dia sedikit jengah karena mama tirinya yang bermuka dua sedang menemani dia.
"biar aku panggilkan papa mu ya" sambil keluar kamar Hanan untuk memanggil papa Andra.
harapan Hanan seperti hari kemarin ia sadar di temani oleh bidadari, namun sekarang berbeda dia bangun di temani oleh nenek sihir.
"Hanan kamu sudah sadar." tanya papa yang di ikuti oleh mama tirinya di belakang papanya.
"iya pa "
__ADS_1
"nan kamu kenapa, apa kamu habis terjatuh."
"maafkan Hanan pa,hanan terjatuh Lalau kepala Hanan terbentur aspal jalan"
"kanapa kamu tidak bicarakan itu dari amal sama papa nan"
"aku takut papa khawatir "
"ya udah kamu istirahat, kamu belum makan, biar mama ambilkan makanan kamu."
"biar aku ambilkan mas" sambung mama sara ,dia mencoba mencari pujian oleh papa Andra dengan bersikap manis kepada hanan di hadapan papa Andra.
mama sara membawa baki berisi sepiring makanan dengan lauk ayam dan juga sayur yang menggugah selera membuat perut Hanan berbunyi.
" kamu udah lapar ya Hanan, biar mama suapi."
ak ayo buka mulutnya. mama sara sangat kesal karena Hanan menolak untuk dia suapi.
" Hanan gak usah kaya anak kecil, tinggal buka mulutnya kasian mama udah susah bawakan makanan." ucap papa Andra
" aku gak mau di suapi sama dia pa
hanan mau makan sendiri." sambil merebut piring yang sedang di pegang oleh mamanya.
"aku ke kamar dulu ya mas" dengan menahan kesal mama sara pergi keluar kamar Hanan.
papa Andra tau kalau istrinya kesal dengan ulah anaknya memutuskan menyusulnya.
"nan papa ke kamar nyusul mama mu dia pasti kesal dengan ulah kamu"
__ADS_1