CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
di antar pak satria


__ADS_3

"hai Din,Risha,kalian sudah mau pulang,kalista mana kok gak bareng kalian." tanya satria kepada Dinda dan Risha.


"masih di dalam pak,dari tadi kita nunggu gak keluar keluar" jawab Dinda


"kalau kalian udah mau pulang, pulang aja nanti kalista biar bareng sama saya."


"apa gak ngerepotin pak satria."


"enggak, aku gak buru buru kok."


"iya udah kita pulang dulu ya pak terimakasih." jawab Dinda sambil menyeret tangan risha.


"apa sih Din kita kan udah janji buat nunggu kalista, kalau kalista marah gimana."


"kamu itu gak peka banget sih, pak satria itu pengen pdkt sama kalista."


"kan kamu tau kalau kalista masih menunggu Hanan."


"kamu kan gak tau jika Hanan di sana setia atau tidak ,dia juga gak pernah ngasi kabar kan sama kalista ,kita gak tau jodoh nya kalista siapa,siapa tau jodoh kalista pak satria, kita harus memberi ruang kepada pak satria."


"udah lah terserah kamu aja,aku gak mau ikut ikutan."


"makanya kita pulang berdua aja gak usah ngurusin orang lagi pdkt."


"ya udah ayo."


"Lo kok pak satria di sini,di mana dinda sama Risha."


"mereka pulang dulu lis,mereka buru buru mau ada yang di kerjakan."


"jadi aku di tinggal sendiri dong."


"aku antar aja ya lis."


"gak usah pak nanti ngerepotin."


"enggak,aku udah janji sama teman teman kamu aku akan menjamin kamu selamat sampai tujuan."


"jadi mereka nyuruh pak satria nganterin saya."

__ADS_1


"aku yang mau sendiri buat nganterin kamu,ya udah kita berangkat sekarang." sambil berjalan mendahului kalista.


kalista berjalan mengekor di belakang pak satria sambil ngedumel sendiri karena dua sahabatnya meninggalkan kalista sendiri.


"silahkan." dengan membuka kan pintu mobilnya.


"terimakasih pak"


kalista merasa canggung karena dia dengan bos nya hanya berdua.


"kamu udah lama kerja di rumah sakit ayah." tanya pak satria mengawali pembicaraan.


"lumayan sih pak, udah hampir tiga tahunan."


" sudah cukup lama ya."


" masih butuh pengalaman yang banyak pak"


"lis boleh Jagan panggil pak gak jika di luar rumah sakit, kaya udah tua jadinya."


"terus saya harus panggil siapa dong pak."


"oh iya lupa, gimana kalau saya panggil kakak aja."


"setuju" sambil menjentik kan tangannya.


"biar kelihatan muda dikit."


"saya cuma menghormati Kak satria karena kak satria bos saya."


" sebenarnya sih aku malas harus gantiin ayah di rumah sakit, aku lebih suka langsung turun ke lapangan buat mengobati pasien. lebih menantang."


"memang nya kenapa dengan pak Wicak Sono sampai harus di gantiin kakak."


"ayah harus pergi ke luar negri untuk mengurus cabang di sana, jadi ayah minta aku untuk gantiin dia disini."


"kak jalan aku masuk kedalam gang sana."


"di sana"

__ADS_1


"iya kak"


"udah sampai lis"


"saya turun kak, terimakasih sudah mengantarkan saya."


"iya sama sama,aku pulang dulu "


kalista langsung masuk kedalam rumah nya,


satria pulang dengan hati bahagia karena dia dapat mengantar kalista gadis yang telah membuatnya jatuh cinta.


sedangkan di dalam kamar kalista langsung mengambil hpnya untuk menelfon dua sahabatnya dia ingin memarahi mereka karena gara-gara mereka membuat kalista harus pulang bareng sama bos nya.


Tut Tut Tut


getar telefon kalista menandakan telepon tersambung ke nomor dua sahabatnya.


📞 "halo lis kenapa, kan udah di anterin bos ganteng."


📞"gara gara kalian ya, aku harus terjebak di situasi yang canggung karena hanya berdua di dalam mobil."


📞"maaf ya lis aku di ajak Dinda buat pulang duluan."


📞"eh lis kayaknya pak satria suka deh sama kamu."


📞"gak usah ngaco deh Din."


📞"aku gak bohong lis,dia kan deketin kamu terus."


📞"menurut aku sih yang di bilang Dinda bener, soalnya dia tadi yang menawari kita pulang duluan, dia juga yang nawarin diri untuk nganter kamu."


📞"gak tau ah bingung,aku itu telfon kalian ingin marah sama kalian malah bikin pusing kepala aku, aku matiin ya aku mau tidur aja dari pada denger omongan kalian.


📞"ya udah dada"


tit


telepon di matikan oleh kalista.

__ADS_1


"apa benar pak satria suka sama aku, kalau bener Hanan gimana dong,ah pusing lah mending tidur dari pada mikirin sesuatu yang gak tentu." batin kalista


__ADS_2