CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
penyakit hanan


__ADS_3

setelah papa Andra pergi dari kamar Hanan,


Hanan teringat kembali dengan kalista, wanita cantik yang sudah menolongnya, hari harinya sangat bahagia walau di sedang berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan karena kecelakaan tak terasa oleh nya.


kesepian yang selama ini i dia rasakan sedikit terobati karena hadirnya seorang wanita yang mampu membuat dia selalu tersenyum di saat bersamanya.


" dia sedang apa ya sekarang, jadi kangen " batin Hanan


sampai ia tak sadar jika dia sudah terlelap karena memikirkan kalista.


mata hari muncul untuk menandakan bahwa hari sudah berganti, di dalam kamar Hanan sudah ada dokter Bowo yang sedang memeriksa Hanan.


" jadi bagai mana apakah harus di rawat di rumah sakit" tanya papa Andra kepada dokter Bowo.


" iya dia harus di ronsen agar kita tau lebih jelas penyakit yang ada di dalam kepalanya nak Hanan "


"bagai mana ya wo aku harus kembali ke Singapura "


" bagai mana kalau Hanan berobat kesana saja, lebih bagus pengobatan di sana, namun sebelum kesana kita ronsen dulu untuk memastikan penyakit nya."


" ya aku setuju aku bisa lebih sering memantau keadaannya, aku akan bicara dengan Hanan dulu."

__ADS_1


"silahkan aku pergi dulu dra, Hanan om pergi dulu ya" dengan melambaikan tangan kepada Hanan.


"iya om terimakasih"


"nan papa mau bicara, kita ke rumah sakit untuk ronsen dokter Bowo yang menyarankannya agar dia tau penyakit yang kamu derita."


"terserah papa aku nurut aja pa bagai mana baiknya hanan"


" ya udah sekarang papa siap siap dulu ya, ma tolong bilang sama supir suruh nyiapin mobil, kita ke rumah sakit sekarang."


" iya mas" mama sara langsung melenggang pergi dari kamar Hanan sambil mencebik di hadapan Hanan.


"dasar ular ber bisa" batin Hanan setelah apa yang di lakukan mama tirinya.


" gak usah pa Hanan bisa sendiri"


" ya udah papa ke tempat pendaftaran dulu, ma tolong jaga Hanan sebentar." sara berjalan mendekati Hanan.


" gak usah pegang pegang" dengan menarik tangan sara dari tangannya.


" aku kan cuma mau bantu kamu, kalau kamu gak mau ya udah."

__ADS_1


" gak usah sok baik kamu, aku udah tau akal bulus mu."


" memangnya apa, gak usah sok tau, kamu belum tau siapa aku sebenarnya ."


"selamat pagi, saya mau periksakan anak saya Hanan dito,"


" oh iya pak tadi pak Bowo sudah pesan kepada saya di suruh langsung ke ruang ronsen."


" di sebelah mana" tanya papa Andra kepada resepsionis rumah sakit.


" biar saya antar" resepsionis berjalan lebih dulu sebagai petunjuk jalan.


"Hanan ayo kita keruangan ronsen" panggil papa Andra.


"iya pa" berjalan mendekati papanya sambil di papah oleh sara Hanan terpaksa mau di papah oleh mama tirinya karena dia tidak enak dengan papanya.


"bagai mana hasilnya bowo apakah ada yang serius dengan penyakit Hanan."


"sepertinya ada gumpalan darah yang ada di kepalanya ,jadi jalan satu satunya adalah operasi untuk membersihkan darah yang menggumpal di kepalanya."


"apakah tidak ada cara lain om" tanya Hanan

__ADS_1


"tidak bisa Hanan karena jika kita tidak cepak mengambilnya bisa bahaya untuk keadaan kamu."


" jika memang itu satu satunya cara untuk kesembuhan anak ku akan aku lakukan apapun itu."


__ADS_2