CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Awal Bertemu Dengan Keluarga Ankarbaya.


__ADS_3

Sapri kemudian tersenyum melihat tingkah lucu dari Nania, sahabat sekaligus sebagai adiknya.


Hal mengingat ke masa lalu, ketika Sapri yang memulung dan bertemu dengan Nania yang sedang menangis.


Lantas Sapri mengajak Nania untuk makan, karena kasihan kala itu.


Nania sudah kenyang, tapi tidak kunjung datang untuk menjemputnya dan hal itu membuat Nania menangis lagi.


Lalu Sapri membujuk Nania agar berhenti menangis, berhubung hari sudah sore dan Sapri mengajak Nania untuk tinggal di rumah singgah.


Rumah singgah untuk para kaum gelandang khusus anak-anak, rumah singgah yang didirikan oleh orang dermawan.


Rumah singgah yang sederhana itu, tidak jauh dari sebuah taman permainan. anak-anak seringkali mengamen atau memulung sampah disekitar taman tersebut.


"Ma...! anak itu lucu ya." ucap seorang laki-laki.


Sepasang suami-istri yang belum dikaruniai anak dan anak yang di maksud adalah Nania bersama Sapri.


Sepasang suami-istri itu mendekati Nania dan Sapri, sang suami bernama Brata Ankarbaya, dan istrinya bernama Kiran.


Brata Ankarbaya, membujuk istrinya untuk mengadopsi Nania dan Sapri. awalnya Kiran menolaknya.


Tapi sang suami berkata untuk sebagai pancingan agar segera mendapatkan momongan.


Akhirnya Kiran setuju untuk mengadopsi Nania dan Sapri.


Tiga bulan berlalu setelah mengadopsi Nania dan Sapri, akhirnya Kiran dinyatakan hamil dan betapa bersyukurnya sang suami yang akhirnya menjadi ayah setelah pernikahan lima tahun lebih.


Dari arah kamar Brata Ankarbaya dan istrinya, terlihat begitu bahagia akan kabar kehamilan Kiran.


"Kita kirim saja Sapri, ke panti asuhan. rewel banget. buat kepala ku pening." pinta Kiran.


Dengan berat hati, Brata Ankarbaya. mengirimkan Sapri ke panti asuhan dan hal membuat Nania dan Sapri berpisah.


Sebenarnya Nania, tidak betah tinggal di rumah keluarga Ankarbaya tersebut. dikarenakan mama angkatnya begitu cerewet kepadanya.


Bahkan Nania, harus tidur di sebelah kamar asisten rumah tangga. tapi karena Nania, tidak punya tujuan, akhirnya Nania tinggal di rumah Ankarbaya.


Nania, disekolahkan oleh keluarga Ankarbaya. disekolah umum. karena Nania, sudah seperti anak asisten rumah tangga keluarga Ankarbaya.


Akhirnya lahirlah seorang putri secara prematur untuk keluarga Ankarbaya, yang diberi nama Geisya Ankarbaya.


Akan tetapi Kiran, istri Brata Ankarbaya. tidak akan bisa melahirkan lagi. karena rahimnya harus diangkat dikarenakan penyakit.

__ADS_1


Beriringan berjalannya waktu, Geisya Ankarbaya. tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat manja.


Segala sesuatu yang di mintanya harus di kabulkan, hingga terbawa-bawa sampai usia kanak-kanak.


Nania, harus menuruti semua keinginan putri manja tanpa terkecuali.


Usia Nania yang beranjak dewasa dan tepatnya berusia dua belas tahun, tapi sudah kelas dua SMP, karena eksalarasi kelas.


Sementara Geisya, yang seharusnya sudah sekolah. akan tetapi tidak mau sekolah karena masih ingin bermain sepuasnya.


Geisya baru mulai sekolah dasar saat usianya beranjak hampir sepuluh tahun dan Nania sudah sekolah di SMK keperawatan.


Pertumbuhan Geisya, termasuk sangat cepat. bahkan sudah bisa mengimbangi Nania dan bahkan di usianya yang kesebelas tahun, Geisya sudah menstruasi.


"Nania, ada mpok?" tanya seorang pria muda kepada asisten rumah tangga keluarga Ankarbaya.


"Ada, tunggu sebentar ya." jawab asisten rumah itu lalu berjalan ke arah rumah melalui pintu samping.


"Gerol, masuk yuk!" ucap Nania, seraya membawa pria muda yang bernama Gerol itu melalui pintu samping.


Pintu samping yang dimaksud adalah akses masuk ke dapur, biasanya untuk para asisten rumah.


"Gerol...! kok masuknya dari pintu babu, sih?" Ucap Geisya dengan nada kesombongannya.


Geisya langsung menggandeng tangan Gerol, tapi terlihat remaja tampan itu sangat risih karena di pegang oleh Geisya.


"Geisya! aku kesini mau belajar matematika sama Nania." ucap Gerol, yang begitu risih karena kelakuan Geisya.


Sementara Nania, sudah duduk santai di meja di dekat dapur menunggu Gerol.


"Belajarnya di ruang tamu saja, ngapain di dapur seperti babu." kata Geisya dengan begitu centil.


Gerol memenuhi permintaan Geisya, asalkan Nania bisa mengajarinya di ruang tamu.


Mau tidak mau Geisya, mengijinkan Nania ikut bersama mereka.


Tapi sikap Geisya yang centil kepada Gerol, membuat proses belajar mengajar menjadi terganggu dan akhirnya batal.


Nania kembali ke kamarnya untuk belajar, sementara Gerol masih sibuk meladeni centilnya Geisya.


"Kamu pikir, kau cantik! ngak Geisya. kamu sangat jelek dan membuat ku menjadi jijik. kamu hanya menang penampilan dengan pakaian mahal itu.


Gatal, norak, jelek, dan aneh. itulah kau Geisya, jadi harap sadar diri. karena kau sangat-sangat jelek." ujar Gerol dengan penuh emosi.

__ADS_1


"Menurut mu, Nania. cantik bagimu?" tanya Geisya yang terlihat kesal.


"Bukan hanya cantik dari luar, tapi cantik dari dalam hatinya, cerdas dan sangat anggun." jawab Gerol dengan penuh semangat.


Gerol langsung pergi dari rumah tersebut dan terlihat sang putri manja itu sangat emosi dan langsung menemui Nania di kamarnya.


brak... ' suara pintu yang dibuka paksa oleh Geisya. '


"Kamu pacaran sama Gerol, Ya!" tanya Geisya dengan penuh emosi.


"Ngak! Nania, ngak niat untuk pacaran." jawab Nania.


"Geisya sangat menyukai Gerol, kau harus membantuku untuk mendapatkan cintanya Gerol." pinta Geisya.


"Gimana caranya?" tanya Nania dengan ekspresi yang bingung.


"Kau, Kan. pintar, jadi pikir saja sendiri." ucap Geisya dengan nada yang marah.


Lalu Geisya meninggalkan Nania di kamarnya dalam keadaan kebingungan. karena harus menjodohkan Geisya kepada Gerol.


Hanya berselang beberapa jam kemudian, Nania dipanggil oleh mamanya Geisya dari arah ruang tamu.


"Iya, ma." jawab Geisya dengan suara yang pelan.


"Hebat banget kamu, Ya! bisa-bisanya merebut gebetan Geisya." ucap mamanya dengan amarah yang sudah full.


"Gebetan, Geisya! biar mama ngak salah paham. bentar biar Nania panggil orang yang bersangkutan." kata Nania seraya melangkahkan kakinya.


Tapi Geisya mencegahnya untuk memanggil Gerol.


"Mama ini, ah...!" ujar Geisya kepada pada mamanya.


"Emangnya mama salah! kan, tadi Geisya yang mengatakan demikian, kok mama yang salah?" sanggah mamanya yang terlihat bingung.


"Geisya, meminta mama. untuk menyuruh Nania menjodohkan Geisya kepada Gerol. gimana, sih ma!" ungkap Geisya yang terlihat begitu kesal.


"Iya, ampun Geisya. kamu tenang saja kalau itu masalahnya. karena Geisya dan Gerol, sudah di jodohkan sejak kecil.


Ngak usah risau, nanti menjadi urusan mama dan papa. tugas Geisya adalah untuk meraih hati Gerol dan mama tidak perduli caranya gimana." Jelas mamanya.


Senyuman itu terlihat begitu licik, dan memintak Nania untuk membantu Geisya mendapatkan hari dari Gerol.


Geisya berkata akan berusaha, tapi tidak menjanjikan keberhasilan. karena jodoh merupakan rahasia Tuhan.

__ADS_1


__ADS_2