
Setelah berkendara hampir tiga jam dan akhirnya Dewa tiba disebuah rumah bercat merah yang sudah pudar.
Tok..tok...tok... ' suara pintu di ketuk '
Pintu di buka oleh seorang lelaki yang mungkin seumuran dengan Dewa, tapi tubuhnya sangatlah kurus dan tidak terawat.
"Pak Findon?" tanya Dewa.
Pria yang bernama Findon itu mengganguk dan kemudian mempersilahkan Dewa untuk masuk ke rumahnya.
"Kamu bodoh karena membiarkan istri mu yang begitu baik hanya karena perempuan sialan itu." kata Findon yang terlihat kecewa pada Dewa.
"Iya, saya tahu. aku tidak akan melepaskannya, sampai ke ujung dunia pun akan cari." sanggah Dewa.
"Aku hanya bisa memberikan rahasia perempuan sialan itu, tapi untuk Nania. saya tidak tahu apa-apa." kata Findon yang menyerahkan berkas kepada Dewa.
"Berkas itu adalah bukti kejahatan Geisya, penggelapan pajak di Ankarbaya group. pemerasan kepada orang lain atas videonya bersama beberapa pria lain.
Fikri pengusaha yang akhirnya bangkrut karena ulah Geisya, sebelumnya Nania sudah mengingatkan pria kaya itu.
Bahkan Nania di ancamannya, tapi Nania bukan wanita bodoh. dia bisa menghadapi permasalahan yang sangat berat sekalipun.
Seandainya kamu bersatu dengan Nania, pasti perempuan sialan itu sudah menjadi penghuni neraka.
Perempuan sialan itu masih bertahan karena uang hasil pemerasan, bukan hanya pengusaha tapi penguasa di negeri ini menjadi sasarannya." jelas Findon yang terlihat begitu ambisius untuk menghancurkan Geisya.
Berulangkali pria itu menarik napasnya, dan kemudian menatap Dewa dengan tatapannya yang sayu.
"Nania dan profesor Dadang serta tim nya, sudah seperti jaringan ******* yang sulit di temukan.
Karena mereka selalu berpindah-pindah tempat atas nama kemanusiaan, banyak orang-orang baik dan berpengaruh besar yang siap membantu Nania dan profesor Dadang.
Jika menyentuh profesor Dadang dan tim nya, jika itu terjadi maka kehancuran yang mendatangi nya.
Tim profesor Dadang, bukan hanya di bidang kesehatan saja tapi ada di tim politik, media dan juga di pemerintahan.
Mungkin dokter Imam, yaitu pensiunan direktur rumah sakit tempat Nania bekerja.
Mungkin saja beliau bisa memberikan informasi tentang keberadaan Nania saat ini, tapi sebelum bertemu dengan dokter Iman, terlebih dahulu temui dokter Ahmad atau dokter Pras.
Kedua dokter itu masih bekerja di rumah sakit, akan tetapi kamu bisa menemui salah satu atau keduanya harus melalui kepala perawatnya.
Namanya Ners Susi, tapi saya tidak tahu dimana tempat tinggal kepala perawat itu." jelas Findon.
__ADS_1
Hanya bukti kejahatan Geisya yang didapatkan oleh Dewa dan sama sekali tidak mendapatkan jejak keberadaan Nania.
Lalu Dewa pamit untuk pulang, terlihat jelas dari raut wajahnya Dewa yang menggambarkan kekecewaan.
Tapi setidaknya ada hasil yaitu bukti-bukti kejahatan Geisya yang sangat sulit untuk di ampuni.
Dewa segera pulang dan menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan, setelah berkendara cukup lama.
Dewa beristirahat di sebuah kafe dan tampaknya menunggu seseorang di kafe tersebut.
Tidak berapa lama kemudian, ada dua orang laki-laki menghampiri Dewa.
"Maaf agak telat, karena anak-anak merengek minta ikut." ucap salah satu pria tersebut.
"Saya yang seharusnya mintak maaf, karena menggangu jam istirahat bapak-bapak sekalian sama keluarga.
Tapi ini mendesak agar diselesaikan, kalau tidak Jaguar group akan gawat." sanggah Dewa yang terlihat sangat serius.
Kemudian Dewa menyerahkan dokumen yang di dapatkannya dari Findon, sang mantan asisten profesor Dadang yang misterius.
Kedua pria itu langsung membaca bukti-bukti kejahatan Geisya, mereka terlihat mengangguk.
"Semua ini sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan perempuan itu." ucap pria itu.
"Surat gugatan yang dilayangkan kepada tim hukum Jaguar group, ada juga penggalan video.
Pengacaranya mengirimkan ancaman akan menyebar video dan foto-foto asusila itu jika pak Dewa tidak segera menggugat cerai bu Nania." ucap pria itu.
Kemudian pria yang satunya lagi menatap tajam ke arah Dewa.
"Kami sudah membagi dua tim, satu tim akan membantu pak Basil untuk membereskan perempuan itu dan satu tim lagi untuk membantu pak Dewa.
Kita masih punya waktu untuk menjawab gugatan dari bu Nania.
Setelah perempuan itu di tangkap polisi nantinya, kita akan mengadakan konferensi pers.
Disana pak Dewa akan menjelaskan bahwa foto dan penggalan video itu adalah rekayasa untuk memeras pak Dewa sebagai mana yang di lakukan Geisya terhadap korbannya.
Saat ini Geisya masih menjadi karyawan di Jaguar group, nantinya akan serangkaian drama sebelum penangkapan Geisya." jelas pria itu.
Tapi Dewa tidak paham akan serangkaian drama yang di maksud.
"Serangkaian drama itu apa?" Dewa bertanya.
__ADS_1
"Bu Nania menerima beberapa video asusila Geisya dengan beberapa pegawai di Jaguar group.
Video asusila Geisya dengan para pria di Jaguar group di gunakan untuk memeras.
Bu Nania yang memberikan kami video-video yang tidak senonoh itu, menurut bu Nania, beliau selalu di kirimkan oleh Geisya video terbarunya ketika selesai melakukannya.
Para istri dari pria pegawai Jaguar group, akan berdemo Senin besok. karena memelihara pelakor di Jaguar group.
Hal itu yang kita manfaatkan untuk konferensi pers nantinya." jelasnya.
Hal itu membuat Dewa semakin paham dan menyerahkan semuanya kepada tim pengacara dari Jaguar group.
Pengacara Jaguar group itu juga memberitahukan kalau para pegawai yang tersandung kasus asusila telah melakukan korupsi di Jaguar group.
Terpaksa korupsi karena diperas oleh Geisya, sungguh permainan yang lihai.
"Tapi kenapa Nania tidak pernah cerita pada saya?" tanya Dewa yang kebingungan.
Kedua pengacara itu malah tersenyum sinis menanggapi pertanyaan dari Dewa.
"Hadehhh pak Dewa, kami tahu kalau pak Dewa melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap bu Nania.
Pak Basil memerintahkan kami untuk bersiap-siap jika bu Nania menggugat pak Dewa atas kekerasan rumah tangga.
Sebagaimana kita ketahui bahwa bu Nania keguguran karena di hajar oleh pak Dewa.
Kami berusaha menyembunyikan dari tim bu Nania, agar tidak tercium oleh profesor gila itu.
Tapi bu Nania tidak mengungkapkannya dan berbohong pada timnya, bu Nania berkata kalau dirinya sangat ceroboh sehingga keguguran.
Semua itu demi pak Dewa, karena cinta yang sulit di pahami." jelas pengacara itu.
Dewa hanya bengong mendengar pernyataan itu, Ia tidak menyangka kalau istrinya sedemikian berpengaruh.
Dewa tidak menyangka kalau istrinya begitu perduli dengannya, atas nama cinta. Nania mengobarkan segalanya.
Tapi Nania hanya mendapatkan kekecewaan karena suaminya menghianati dirinya.
Dalam keadaan lumpuh lalu dirawat sang istri dengan sepenuh hati sampai akhirnya bisa pulih kembali.
Tapi setelah pulih malah menghianati istrinya dengan sangat keji.
Adegan suaminya dengan saudara tirinya Nania yang merupakan musuhnya, ibarat peribahasa seperti air susu dibalas air tuba.
__ADS_1