CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Nania Tidak Ditemukan.


__ADS_3

Melati duduk di kursi seraya menangis, lalu di dekati oleh mamanya Dewa. seketika Melati langsung memeluk ibu mertua dari kakaknya itu.


"Kak...kak... kak Nania kabur, Bu! " kata Melati dengan terbata-bata karena menangis.


Seketika bu Dewi, yaitu mama nya Dewa langsung melepaskan pelukannya dan mengajak Melati untuk duduk.


Bu Dewi meraih handphonenya dan sibuk menghubungi seseorang.


"Pah... menantu kita kabur." ujar bu Dewi kepada suaminya melalui panggilan telepon.


Suaminya yang sedari tadi ngobrol dengan tamu undangan langsung menghampiri istrinya yang duduk bersama Melati.


"Nania kabur kemana?" tanya papa nya Dewa.


"Kabur dari toilet, saat ini sedang di cari oleh Arjun dan Nando.


Kak Nania, mengucapkan kata-kata perpisahan kepada kami bertiga, kemudian pamit ke toilet dan kabur dari sana, Pak!" Melati yang menjawabnya.


Lalu pak Basil yang merupakan papanya Dewa, langsung mengerahkan orang-orangnya untuk mencari keberadaan Nania.


Pak Basil memerintahkan kepada bawahannya agar tidak mencurigakan, supaya tidak menggangu acara resepsi pernikahan.


"Ma.. Pa! apa yang terjadi? kenapa pada heboh di luar sana?" Dewa bertanya kepada kedua orangtuanya yang terlihat kebingungan.


"Permisi, Om. tadi ada kakak cantik, menitipkan ini untuk Om." seorang anak kecil bicara sama Dewa.


"Kok, kamu tahu kalau amplop ini untuk, om?" tanya Dewa yang penasaran.


"Handphone ini, Om. ada foto om disini, sekalian handphone ini untuk om." jawab bocah laki-laki itu.


Bocah itu sudah pergi, amplop berwarna coklat dan handphone sudah ditangan Dewa.


Handphone tersebut adalah handphone pemberian Dewa kepada istrinya, lalu perlahan amplop itu di buka oleh Dewa.


Lima foto dari amplop, foto Dewa bersama Geisya yang sedang berhubungan badan, lalu ada surat.


Ternyata surat itu adalah gugatan cerai dari Nania.


Melati mengambil satu foto yang terjatuh dan kemudian memperhatikan foto tersebut lalu melihat ada sesuatu di belakang fotonya.


'kamu telah mengingkari perjanjian pranikah nikah kita, kamu yang selingkuh dengan perempuan lain.


Maka kita harus bercerai seperti yang telah disepakati bersama dalam perjanjian pranikah kita.'


Begitulah tulisan di balik foto tersebut, ternyata ada lagi dokumen yang merupakan foto copy akta perjanjian pranikah.

__ADS_1


Terlihat sudah diwarnai pasal yang telah di kutip dan tertulis di belakang foto yang di pegang oleh Melati.


Plak... ' suara tamparan'


Melati menampar pipi Dewa, mata merah dan air mata yang mengalir di pipi Melati. tatapannya yang tajam kepada Dewa.


"Dasar pria berengsek, setalah kau sembuh dari cacat mu. dengan entengnya kau berselingkuh dari kakak ku." ucap Melati dengan nada suaranya yang bergetar.


plak... plak... ' suara tamparan yang keras.'


Melati menampar dua kali pipinya Dewa dan kemudian...


plak...plak... ' suara tamparan lagi '


Bu Dewi menampar anaknya yaitu Dewa, tatapannya begitu tajam yang disertai dengan air matanya yang mengalir.


"Dasar laki-laki yang tidak tahu diri, selingkuhan mu itu menolak mu waktu kau cacat, hanya Nania yang tulus mencintaimu.


Tapi setelah kau sembuh, kau malah selingkuh dengan perempuan yang menolak mu.


Dasar laki-laki kurang ajar, tidak tahu diri. laki-laki murahan." demikian kata mama nya.


Pak Basil menenangkan istrinya agar tidak membuat kegaduhan, karena saat ini adalah resepsi pernikahan Indra dan Susi.


Indra yang sudah dianggap anak dan harus menjaga sikap agar tidak mengacaukan hari bahagia Indra dan istrinya.


Hari ini adalah hari kebahagiaan anak kita, dan juga sahabat dari menantu kita.


Tolong jaga sikap, Ya. jangan di kabari dulu sama Susi, takutnya Susi jadi sedih karena sahabat sudah kabur entah kemana." ucap papanya Dewa.


Mereka semua setuju akan hal itu, sehingga acara resepsi berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan.


Mereka harus berpura-pura untuk baik-baik saja, walaupun cemas akan kehilangan Nania.


Hari sudah sore dan para tamu undangan sudah banyak pulang. tapi Nania tidak kunjung ditemukan.


Nania tidak meninggalkan sedikitpun jejaknya, seperti tidak pernah ke tempat ini.


Pada akhirnya resepsi pernikahan dinyatakan selesai, terlihat Susi mencari seseorang yang ingin di lihatnya.


Indra dan istrinya di tuntun masuk ke dalam rumah, tapi Susi masih mencari seseorang.


"Nania kemana?" akhirnya Susi bertanya.


"Tadi kak Nania pamit, untuk menyiapkan tempat khusus untuk kalian berdua." Nando menjawabnya.

__ADS_1


Lalu Nando yaitu adiknya Susi, memberikan kertas kepadanya.


"Mobil sudah siap untuk mengantar kakak dan suami kakak ke suatu tempat yang luar biasa indahnya.


Semuanya di siapkan oleh kak Nania, sekarang kakak ku dan suaminya harus menikmati kebahagiaan." ucap Nando lagi.


Lalu mengiring kakaknya dan iparnya itu keluar karena pintu mobil sudah terbuka untuk mereka berdua.


"Pakaian kami berdua gimana? terus kalian gimana?" sanggah kakaknya.


"Semuanya sudah di bagasi mobil, kami bertiga sudah dewasa kak. kami sudah bisa mengurus diri kami sendiri.


Kakak harus bahagia dan jangan banyak bertanya lagi, kasihan tuh suami kakak." ujar Arjun yang membantu adiknya untuk memenangkan sang kakak.


Susi akhirnya tersenyum dan bisa berangkat bersama suaminya ke tempat yang akan di tuju yang di klaim sebagai tempat yang indah untuk berbulan madu.


Kedua orangtuanya Dewa menatap Nando, karena menyinggung Nania barusan.


"Apa benar kalau menantu ibu yang menyiapkan tempat bulan madu untuk Indra dan Susi." mama nya Dewa bertanya dengan tatapannya yang sayu.


Nando hanya mengganguk dan kemudian Dewa mendekati nya.


"Sebelum kak Nania pergi, Kami bertiga di peluknya sambil bicara yang aneh.


Saat memeluk Nando, kak Nania menyelipkan amplop di saku jas Nando.


Karena sudah lelah mencari keberadaan kak Nania, lalu Nando istrihat sejenak. lalu merasa ada sesuatu di saku jas.


Setelah di kubuka ternyata ada amplop, kak Nania meminta ku untuk memberitahu kak Susi agar pergi berbulan madu di tempat yang sudah disiapkan olehnya." sanggah Nando.


Nando kemudian memberikan surat yang tertera di dalam amplop itu pada Dewa, dan apa yang diucapkan Nando sesuai dengan instruksi dalam surat tersebut.


"Apa yang diucapkan Nania?" tanya Dewa.


"Makanya jangan sibuk dengan perempuan murahan itu, atau memang seperti ini caramu untuk mempermalukan kak Nania?" pertanyaan dari Melati yang terlihat emosi.


"Ngak ada niat untuk mempermalukan Nania...!"


"Cukup, ngak usah berdebat Dewa. sekarang terserah kamu. mengenai kabar Nania, kita harus merahasiakan untuk sementara waktu.


Papa sudah mengarah orang suruhan untuk menelusuri pengacara yang membantu Nania untuk membuat gugatan itu.


Karena Nania menggunakan bukti perselingkuhan dengan perempuan sialan itu."


"Dewa ngak selingkuh pah...!"

__ADS_1


Dewa membantah ucapan Papa yang mengatakannya selingkuh, tapi sepertinya papa tidak lantas mempercayai anaknya.


__ADS_2