CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
selesai operasi


__ADS_3

" gimana mas,apakah Hanan masih di dalam." tanya sara


"masih ma dia sedang menjalani operasi." jawab papa andra masih dengan wajah gelisah.


"tenang mas Hanan pasti akan baik baik saja."


ceklek


pintu ruang operasi di buka oleh seorang dokter.


" bagai mana dok dengan operasinya."


"berjalan dengan lancar,dia sudah menjalani masa Sulit kini tinggal menunggu dia sadar, suster akan memindahkannya ke ruang rawat ,anda bisa melihatnya di sana."


"baik terimakasih dokter"


tak lama beranda keluar dari ruang operasi menuju ruang rawat,papa Andra dan sara mengikuti dari belakang.


setelah masuk di ruang rawat tiba tiba telfon papa Andra berdering.


drt drt drt


papa Andra mengangkat telfon dari koleganya,yang sudah menunggu untuk meeting bersama nya.


" saya akan segera kesana"


"ada apa pa"


"papa harus meeting sudah di tunggu."


"ya udah gak papa, biar Hanan aku yang tunggu mas Andra pergi saja."


"kamu yakin bisa aku tinggal."


"yakin mas lagian dokter bilang tinggal nunggu Hanan sadar."


"iya sudah aku tinggal dulu" papa Andra pun mulai jalan meninggal kan ruangan namu sebelum sampai ke luar papa Andra kembali dia melupakan sesuatu


"ada apa mas kok kamu kembali apa ada yang tertinggal."


" tidak,aku melupakan sesuatu."


"apa mas"


papa Andra menyodorkan sebuah kertas.


"apa ini mas"


"ini nomor telepon kekasih Hanan, tolong kamu kabari jika Hanan sudah selesai di Operasi, dan tolong selalu kasih kabar tentang perkembangan Hanan, agar dia tidak khawatir."


"baik mas "

__ADS_1


"mas berangkat sekarang" hanya di balas anggukan oleh sara.


"kekasih Hanan,mana mau aku ngabarin dia."


sambil membuang kertas yang dia pegang.


"Hanan jika saja kamu tidak menyakiti hati aku pasti kamu tidak akan seperti ini." batin sara sambil membelai pipi Hanan.


sara Pramesti seorang perempuan cantik, yang bekerja menjadi seorang sales produk kosmetik,yang tidak sengaja bertemu dengan seorang pengusaha kaya di parkiran sebuah mol, tak sengaja mobil Andra menyerempet sara wanita muda yang cantik, sedang menenteng barang bawaannya yang banyak di kedua tangannya.


siiitt


suara rem yang di injak Andra,


bruk pyar


sara terjatuh sampai semua bawaannya tersebar di lantai.


"kamu tidak papa " tanya Andra.


" tidak papa " balas sara sambil dia di bangunkan oleh papa Andra, tak sengaja dia melihat pakaian yang di kenalan oleh papa andra membuat sara senang karena yang menyerempet nya orang kaya.


"saya tidak papa kok, cuma lecet dikit."


"oh ya di sebelah mana."


" di bawah lutut saya, tapi udah gak papa cuman sedikit kok."


papa Andra membereskan barang yang Ter cecer di lantai, memisahkan bagian barang yang pecah.


"biar aku ganti semua yang telah terjatuh, berapa semuanya."


"maaf tapi ini bukan punya saya, saya hanya bekerja untuk menjualnya jadi aku gak tau jumlahnya."


"ya udah kita ke tempat bos kamu aku akan bertanggung jawab, sebentar aku parkir dulu."


papa Andra masuk ke dalam mobil yang sangat mewah. membuat sara tersenyum jahat dia seperti sudah merencanakan sesuatu, karena melihat orang yang telah menabraknya adalah orang kaya.


" biar aku bawakan."


"terimakasih"


" silahkan"


sara berjalan lebih dulu, masuk kedalam sebuah ruangan, sara sudah di tunggu di ruangan itu dengan seorang wanita paruh baya.


"sara kamu baru saja sampai, niat kerja enggak sih kamu jam segini baru sampai, mending gak usah kerja kalau gak niat."


"maaf Bu aku tadi terjatuh."


"alasan, mana barang aku."

__ADS_1


"maaf Bu tadi dia terserempet mobil saya, jadi barang yang dia bawa sedikit rusak." ucap papa Andra.


"rusak, aku rugi dong."


"tenang Bu aku akan bertanggung jawab untuk semuanya, berapa aku harus ganti."


"20 juta"


"hah banyak banget" sambung sara karena dia merasa harga barang yang ia bawa tak semahal itu, karena kosmetik yang di jual hanya imitasi.


" baik aku akan bayar 20 juta. ini sudah selesai kan."


"ayo sara kita pergi dari sini, kamu gak usah kerja lagi sama dia."


sara pergi sambil melambai tangan kepada bosnya tanpa sepengetahuan papa Andra.


"dasar gadis licik" batin bos sara


"kita mau kemana, terus pekerjaan saya bagaimana,bagai mana saya mencari uang jika saya berhenti bekerja."ucap sara dengan pura pura sedih, sebenarnya sara sudah lama ingin keluar dari pekerjaannya namun dia tak tau harus bekerja apa jika dia keluar dari sana jadi dia harus bertahan untuk mendapatkan uang.


"tenang nanti aku bantu kamu sara,nama kamu sara kan.


" iya nama saya sara Pramesti kalau anda." tanya risa


"nama aku Andra" sambil menjabat tangan sara.


"aku antar kamu pulang dulu, biar kamu bisa istirahat."


mereka berdua masuk ke dalam mobil papa Andra menuju rumah sara.


" rumah kamu di mana sara."


"di depan,ada gang kecil terus masuk,bisa mobil kok."


"itu rumah saya "


"yang mana"


"itu cat hijau"


"itu"


"iya, jelek ya rumah saya."


"enggak gitu, kamu tinggal sendiri."


"aku sama ibu aku tapi sekarang sedang sakit sakitan." sambil berjalan.


"duduk dulu, aku ambilkan air"


di teras rumah sara papa Angga duduk di kursi yang telah tersedia di sana.

__ADS_1


__ADS_2