
Pagi seperti biasa, Dewa terbangun karena merasa di bangunkan oleh istrinya.tapi nyata Dewa hanya halusinasi saja.
Dewa menatap ranjang, biasanya sudah tersedia handuk bersih untuk dikenakan olehnya.
Dewa melangkahkan kakinya ke arah lemari, kemudian mengambil handuk dari lemari.
"Jangan gitu dong, Mas. berantakan semua jadinya. kain yang di atasnya di angkat lalu tarik yang di bawah." sepintas terdengar omelan Nania.
Omelan karena kain berjatuhan di buat oleh Dewa. tapi nyata itu hanya halusinasi saja.
Suara itu hanya halusinasi, Dewa seperti melihat istrinya sedang ngomel karena dia menjatuhkan pakaian dari lemari.
"Haaaa...." Dewa berucap ngak jelas dan kemudian duduk dan tertawa.
"Bisa-bisa aku gila jadinya, ini semua karena kamu Nania.
Kenapa kamu meninggalkan ku seperti ini, disaat aku hampir menang. kamu sungguh egois Nania." Kata Dewa yang bicara sendiri.
Kemudian Dewa melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi.
Beberapa saat kemudian Dewa sudah selesai berpakaian rapi, sepertinya dia tidak tahu kalau hari ini adalah hari minggu.
Lalu Dewa melangkahkan kakinya ke meja makan dan ternyata kedua orangtuanya sudah berada di meja makan.
Kedua orangtuanya bukan makan, tapi hanya bengong di meja. disana juga sudah ada mbak Yuni yang duduk tapi sama saja.
Mereka bertiga bengong dan hanya melihat melihat nasib di bakul yang tersedia.
"Tukang selingkuh sudah datang." ucap mama nya yang terlihat kesal.
"Aku ngak selingkuh, Ma. Nania salah paham." jawab Dewa.
Seketika itu juga Papa nya langsung menatap tajam ke arahnya.
"Kamu pikir kami bodoh?" kata Papanya.
"Bukan begitu, Pah. tapi Dewa sengaja berbuat demikian untuk menjebak Geisya, perempuan itu merencanakan sesuatu yang licik terhadap Nania dan...!"
"Dan kamu meniduri perempuan murahan agar diam, lalu kamu juga memberikan perempuan itu kartu kredit." sanggah mamanya yang memotong pembicaraan Dewa.
"Jebakan itu semua, perempuan itu hendak mencelakai Nania." ucap Dewa.
"Baik, coba kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi." desak papanya.
__ADS_1
"Semuanya berawal ketika Geisya mendatangi ku, dia mengancam akan menghancurkan dan membunuh Nania.
Geisya dan mama nya sudah punya rencana yang sangat rapi untuk melakukan kejahatannya.
Geisya meminta kartu kredit dan juga masuk ke Jaguar group."
"Omong kosong, jika kau tahu kalau perempuan murahan itu akan membunuh istrimu, tapi kenapa kau malah tidur dengannya?" tanya Bapaknya yang lagi-lagi memotong pembicaraan Dewa.
Dewa menjelaskan kalau itu adalah bagian dari strateginya, Dewa tidak benar-benar tidur dengan Geisya.
Itu hanya seperti foto shoot, nantinya akan di jadikan untuk memancing Nania sekaligus melihat apakah Nania cemburu.
Sebab Dewa sempat ragu kepada Nania, apakah istrinya itu hanya mencintai hartanya seperti perempuan-perempuan yang mendekati Dewa hanya karena kaya.
Tapi Nania berbeda, cintanya tulus apanya. walaupun sangat bawel.
Geisya mampu menghancurkan Ankarbaya group hingga tidak tersisa sedikitpun, dan mampu menghancurkan kehidupan Fikri, pengusaha kaya raya.
Demikian juga dengan dokter Govin, dan juga beberapa orang lain.
Dewa tidak mau itu terjadi, sehingga dia harus berbuat sesuatu. demi melindungi keluarga dan juga Jaguar group.
Dewa juga membagikan link berita akan kehancuran beberapa pria karena ulah Geisya.
Sepertinya kedua orangtuanya Dewa, telah mempercayainya.
Nanti kamu mintak bantuan saja sama Indra dan istrinya.
Papa sudah punya cara untuk melenyapkan perempuan itu dari muka bumi ini." ucap papanya Dewa.
Dewa berterima kasih kepada kedua orangtuanya, karena bersedia membantunya. Dewa hanya perlu mencari istrinya.
"Sudah rapi seperti ini, mau kemana?" tanya mamak Dewa.
"Dewa sudah mendapatkan kontak asisten profesor Dadang, asistennya saat penelitian pertama kali.
Namanya Findon, dulu bekerja sebagai asistennya profesor Dadang. Findon sangat menyukai Nania, tapi pria itu masuk ke dalam jebakan Geisya.
Findon di pecat oleh profesor Dadang, karena sudah menyakiti hati Nania.
Dewa akan menemui Findon, hidupnya hancur karena ulah Geisya. barangkali ada informasi penting tentang keberadaan Nania saat ini." kata Dewa dengan pengharapan.
"Kenapa ngak bicara langsung sama profesor Dadang, kan sebagai ayah Nania. pasti beliau tahu akan keberadaan Nania." sanggah mama nya.
__ADS_1
"Ngak mungkin, jika langsung bertanya pada profesor gila itu. bisa-bisa nanti membatalkan proyeknya lagi.
Seperti nasihat Nania di rekaman video itu, agar jangan mengganggu Nania." jawab Dewa dengan kepastian.
Benar juga apa kata Dewa, apalagi profesor Dadang sangat membencinya. tidak mungkin profesor Dadang mau bicara dengan Dewa.
"Tapi satu hal yang mama sesalkan, kenapa kamu ngak cerita pada Nania. bersama-sama kalian menghadapi masalah yang di timbulkan perempuan sinting itu." ucap mama Dewa.
"Iya, Dewa. jika papa ada masalah pasti akan cerita pada mama mu, lalu kami bersama-sama mencari jalan keluarnya.
Karena bersama pasti masalah apapun akan bisa di atasi, karena menantu papa itu bukan orang bodoh.
Nania cerdas, cepat tanggap dan sangat teliti. kamu lihat gerombolan para dokter itu, yang berkata kalau Nania adalah bintang rumah sakit.
Sang penakluk segala jenis pasien, Papa mu yang kewalahan menghadapi mendiang nenek mu.
Tapi hanya sekejap mampu di jinakkan istri mu itu.
Lihat mama mu yang keras kepala ini, selalu sok cantik saat di rumah dan hanya istrimu yang mampu mengubahnya menjadi istriku seperti yang dulu. menjadi cantik, sehat dan sempurna." ujar papa nya yang mendukung istrinya.
Mamanya Dewa tersipu malu, karena di puji oleh suaminya sendiri.
"Dewa terlalu gengsi untuk mengakui kehebatan Nania, selain cantik. Nania sangat hebat dari segi manapun.
Aku benci melihat kesempurnaan dirinya, tapi Dewa cinta."
"Kamu benar-benar ribet, Iya. dengar dan camkan baik-baik Dewa.
Sehebat apapun perempuan itu, tetap ingin di tinggikan walaupun hanya setinggi benang. perempuan tetaplah perempuan.
Perempuan tetap membutuhkan belaian dan pengakuan seorang suami terhadapnya.
Jujur papa akui, tanpa mama ini. pastinya papa akan kewalahan untuk menangani Jaguar group.
Seperti yang pernah Papa jelaskan, mendiang nenek itu tidak pernah salah memilih.
Nenek mu juga yang memperkenalkan wanita hebat ini yaitu mama mu yang cantik, dan pilihan nenek mu itu tidak salah.
Begitu juga dengan nenek mu yang sudah memilih Nania untuk menjadi istrimu." kata Papanya Dewa dengan suara yang meninggi.
"Benar itu, Pah. anak mu itu memang aneh, ribet kayak princess memilih pakaian di mall." mama nya menyindir Dewa.
Karena tidak sanggup menjadi bulan-bulanan kedua orangtuanya, akhirnya Dewa pamit untuk menemui Findon.
__ADS_1
Karena gengsi dan egois, sehingga Dewa harus kehilangan istrinya yang sangat berharga.
Menjadi satu pekerjaan yang sangat melelahkan yaitu mencari keberadaan Nania.