
ceklek
pintu terbuka, terlihat papa Andra masuk ke ruang rawat Hanan.
dengan menahan emosi papa Andra mencoba mendekati sara.
" ma aku dapat tiket gratis ke Paris dari kolega papa, mama mau kan kesana bareng papa ,sayang kalau gak kepakai sambil kita liburan udah hampir satu tahun kamu ngurus Hanan di sini."
" memang nya kamu gak kasihan Hanan sendiri di sini,kamu aja yang pergi mas aku disini saja ."
' pintar sekali dia berbohong, kalau dia pergi dia takut jika Hanan akan bangun' batin papa Andra.
" gak bisa gitu dong ma, ini kan tiket untuk sepasang, kalau papa pergi sendiri ya gak bisa pergi."
" ya udah kita gak usah pergi."
" lumayan Lo ma kita dapat voucher belanja di brand ternama, bisa belanja sepuasnya."
' lumayan aku bisa beli barang barang mewah, tapi bagai mana dengan rencanaku bisa gagal rencanaku kalau aku pergi,tapi kan Hanan juga udah banyak minum obat yang aku kasih paling enggak dia nggak bangun selama aku di paris.' batin sara
" ya udah deh mas aku Peking dulu ya mas."
'ya rencana ku berhasil aku akan membawa dia pergi agar Hanan mendapat perawatan yang baik .' batin papa Andra setelah sara pergi meninggalkan dia.
__ADS_1
papa Andra mendekati ranjang Hanan sambil membelai lembut wajah Hanan yang masih terpejam matanya.
papa Andra teringat masa lalu saat dia dan Hanan berbincang dan tertawa bersama.
' maafkan papa nan, karena keegoisan papa kamu jadi celaka papa tidak pernah mendengarkan perkataan mu jika yang papa lakukan salah.'
tetes air mata papa Andra tidak dapat terbendung lagi,dia menangis seperti anak kecil karena kesalahannya, anaknya yang harus menanggung semua ini jika bisa Andra menggantikan posisi Hanan sekarang, lebih baik dia yang terbaring sekarang dari pada dia harus melihat putra kesayangannya yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
suara sepatu terdengar membuat papa Andra langsung mengusap air matanya dia tidak ingin terlihat menangis di depan sara, dia tidak ingin tangisannya bisa membuat sara semakin bahagia.
"mas aku sudah siap, kamu kenapa mas mata kamu kok merah,tadi pas aku tinggal kelihatannya masih baik baik saja."
"tadi kelilipan terus aku kucek jadi merah begini."jawab papa Andra sambil mengucek matanya agar sara percaya yang dia bilang.
mereka berangkat ke bandara menuju Paris tempat yang Andra dan sara tuju.
"mas tempatnya indah ya, gak nyesel dong kita ke sini." sara terkagum dengan pemandangan yang ia lihat di sini karena dia jarang untuk pergi pergi, yang ia sering kunjungi negara Singapura karena papa Andra mempunyai cabang di sana.
" iya ma kamu seneng kan."
"iya mas"
"kita langsung ke penginapan ya ma"
__ADS_1
" ayo mas udah gak sabar pengen lihat tempatnya "
"di mana mas penginapan kita."
"itu di depan "
"yang bener dong mas masak rumah kecil kaya gini."
"kita menginap di sini dulu besok kita pergi ke kota wisata yang bagus."
"beneran mas "
"iya beneran, sebentar ada telepon."
papa Andra pura pura mengangkat telepon agar sara percaya jika ia sedang dapat panggilan.
"ma aku harus balik ke Singapura,ada berkas yang harus aku tanda tangani, kamu di sini dulu setelah urusan aku di sana selesai aku langsung balik kesini."
"masa aku di tinggal sendiri di sini,aku gak berani lah mas aku mau ikut balik ke Singapura aja."
"jangan dong kalau aku bawa mama gak bisa cepat, aku balik dulu ini ATM papa buat kebutuhan di sini selama papa pergi, nanti akan ada yang datang buat temani kamu di sini, aku pergi dulu."
"Hem "dengan malas sara menjawab.
__ADS_1