CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Persetujuan.


__ADS_3

POV Geisya.*


Karena keributan yang terjadi, alhasil security langsung mengamankan mereka membuat keributan dan langsung dibawa ke ruang keamanan.


Terlihat Susi menghubungi seseorang, dan tidak berapa lama kemudian Indra datang ke ruang keamanan tersebut.


"apa yang terjadi?"


Susi langsung menoleh Indra, yang baru datang dan bertanya kepadanya tentang apa yang telah terjadi.


"perempuan gila mas Indra, tiba-tiba mengintrogasi akan keberadaan Nania, aku kan nggak tau dia siapa.


Lantas kenapa aku harus bicara dengannya, karena aku ngak mau memberitahu kan dimana Nania, perempuan gila ini mengatai ku sebagai perempuan jala*g.


buat apa aku kerja keras dan belajar keras selama ini, jika hanya dikatai perempuan jala*g? gila benar ini perempuan.


belum juga kenal tapi sudah mengatai ku perempuan jala*g."


"mbak harus berhati-hati dengan perempuan ini, sebenarnya perempuan ini yang jala*g.


Suami kakak ku sudah berhasil di rebut perempuan jala*g ini, rumah tangga kakak ku hancur karena perempuan ini.


Bahkan pacar ku di lahap perempuan jala*g ini, dasar tong sampah."


Ujar perempuan muda, yang berkelahi dengan Geisya di toilet.


Perempuan muda itu juga malah mengatai Geisya sebagai perempuan jala*g, hal lantas membuat Geisya semakin geram.


"mbak jaga pacar mbak itu, ntar di sosor lagi sama perempuan jala*g ini."


"apa loh bilang?"


Geisya yang sudah sangat emosi hendak menjambak perempuan muda itu, tapi langsung dilerai oleh security.


Jika mereka tetap berseteru di rumah sakit itu, mungkin itu akan berdampak ke citra rumah sakit.


Susi bersedia memaafkan Geisya, tapi tidak dengan perempuan muda itu.


Lalu security menyampaikan akan melimpahkan semua ini ke kantor polisi, dan alhasil kedua sama-sama mengalah karena tidak mau berurusan dengan polisi.


Sepertinya Geisya harus pulang dengan tangan kosong tanpa hasil dan kemudian balik ke rumah bersama mamanya.


"mama ada ide, kita geledah aja kamar Nania. barangkali ada sesuatu yang bisa kita dapatkan dari kamar itu."


Geisya hanya mengangguk dan segera melajukan mobilnya.


Akhirnya sampai juga di rumah dan langsung menuju kamar Nania.


Kamar Nania yang bersebalahan dengan kamar asisten rumah tangga.


Terlihat Geisya kepanasan ketika memasuki kamar Nania tersebut, tapi harus menemukan sesuatu yang bisa membantunya untuk menemukan keberadaan Nania.

__ADS_1


Geisya menemukan foto yang sudah buram, seorang anak perempuan bernama anak laki-laki.


"siapa mereka berdua ya ma? tapi yang perempuan ini seperti Nania."


Ujar Geisya yang menunjukkan foto kepada mamanya dan langsung memeriksa foto yang diserahkan oleh Geisya.


"memang Nania dan yang laki-laki itu namanya Sapri.


Dulu sempat di adopsi sebelum kamu lahir, tapi anak laki-laki itu hiperaktif dan mama mengembalikan nya ke panti asuhan.


ahhhhhh........."


Mama nya Geisya seperti punya ide, dan kemudian langsung meraih handphonenya dan seketika menghubungi seseorang.


Selesai menelpon dan langsung mengajak Geisya ke suatu tempat.


Ternyata mereka akan menemui Sapri, anak laki-laki yang ada di dalam foto tersebut.


Tidak jauh dari kediaman mereka, dan akhirnya mereka langsung tiba di sebuah kafe dan disana Sapri sudah menunggu kedatangan mereka berdua.


"kamu butuh berita yang sensasional ngak?"


Sapri terlihat begitu antusias ketika mama nya Geisya berkata ada berita sensasional dan langsung di rekam oleh Sapri.


"Nania, yaitu istri Dewa. calon penguasa Jaguar group itu.


Nania saat sedang berada di rumah, dikarenakan mengalami keguguran dan itu karena Nania kelelahan mengurus Dewa."


Mamanya Geisya langsung memberitahukan akan hal itu, dan kemudian berkata kalau dan keluarganya sengaja menyembunyikan itu publik.


Geisya juga meyakininya dan berasumsi kalau Nania mendapatkan kekerasan karena tingkah dari Dewa yang sudah terkenal akan sikapnya yang tramental.


Mama nya Geisya juga menambahkan kalau seluruh pegawai Jaguar group harus menahan derita untuk menghadapi Dewa yang di luar.


Geisya dan mama nya kompak mengatakan hal-hal yang buruk terhadap Dewa dan keluarganya.


"kemarin itu saat konferensi pers di aula Jaguar group, disana dikatakan kalau Ankarbaya group menolak untuk merger dengan Jaguar group.


Apakah ini ada sangkut pautnya dengan Nania yang sekarang?"


"jelas tentu dong, mereka sengaja meminta Nania sebagai istrinya Dewa.


Sebagai istri dan perawat yang gratis untuk Dewa.


Jika menikah dengan Geisya putriku ini, tentunya tidak bisa melakukan hal demikian. karena sebenarnya mereka sudah mengetahui kalau Nania adalah anak adopsi."


"okey.....


Terimakasih atas informasinya, tapi ini tidak mungkin gratis."


"tentunya dong."

__ADS_1


Ucap Geisya dan membisikkan sesuatu ke telinga Sapri.


Sapri terlihat mengangguk sepertinya dia setuju tentang apa yang dibisikkan oleh Geisya kepadanya.**


Selesai bertemu dengan Sapri, mereka berdua langsung pulang ke rumah lagi dan terlihat kesal ketika melihat Brata Ankarbaya hanya termenung di ruang tamu.


Mereka hanya kesal melihatnya tanpa menegurnya dan lanjut beranjak ke kamar masing-masing.


Sudah jam enam sore, lantas Geisya dan mama nya bersiap untuk pergi lagi dan itu tanpa menyapa papa nya.


Geisya dan mamanya sudah berada dalam mobil dan langsung memacu mobilnya itu dengan kecepatan sedang.


"mama kok bisa tau kalau Sapri itu wartawan?"


"jelas tau dong sayang, karena mama punya koneksi untuk itu."


"apa si Sapri itu bisa dipercaya?"


"ngak....


Tapi bisa sebagai alat, buktinya kita dapat informasi mengenai Nania."


Geisya tersenyum ke arah mama nya, dan kemudian menambahkan laju mobil.


Pada akhirnya mereka tiba di rumah sakit Jawara, dan mengendap-endap untuk masuk ke lift menuju ruang rawat Nania.


Seperti petunjuk dari Sapri, bahwa Nania berada di lantai paling atas rumah sakit dan merupakan ruangan VVIP rumah sakit.


Informasi itu benar, Geisya dan mamanya berhasil menemukan keberadaan Nania dan saat itu juga hanya di jaga oleh perawat.


Nania ternyata sudah siuman dan meminta kepada perawat agar meninggalkannya di ruangan itu.


"gue kirain lo dah mati."


Nania hanya terdiam dan kemudian bertanya apa tujuan Geisya dan mama nya untuk menemuinya.


"ngak muluk-muluk kok, cukup kamu ikhlas untuk melepaskan Dewa untukku."


Lalu Nania menaikkan ranjangnya dan kemudian menatap Geisya dengan tatapannya yang sayu.


"terserah kamu aja Geisya, ambil lah jika kamu bisa mengambilnya.


Karena bukan hanya kali ini kau melakukan, tapi sudah berkali-kali."


"loh meragukan gue?"


"ngak sama sekali, karena kamu punya segalanya dan mampu melakukan apapun yang kehendaki.


Jika kamu berhasil mendapatkan Dewa, aku mohon biarkan aku hidup tenang dan tidak mencari keberadaan ku lagi."


Nania meminta hal itu kepada Geisya dan tentunya langsung di setujui oleh adiknya itu dan kemudian membuat pernyataan kalau Geisya tidak menggangu Nania setelah mendapatkan Dewa.

__ADS_1


Lantas Nania tidak boleh cemburu atau menghalanginya jika hendak mendekati Dewa.


__ADS_2