
" hai lis mau masuk kedalam " sapa satria saat melihat kalista melewati gerbang rumah sakit.
" iya pak " jawab kalista singkat
" kok gak bareng sama Risha dan Dinda."
" mereka sudah duluan pak, tadi saya ada perlu dulu"
" ya udah ayo masuk, aku juga mau masuk."
mereka berjalan berdua membuat sepasang mata itu dengan kalista yang bisa dekat dengan bos baru di rumah sakit ini
namun setelah sampai di di depan ruangan kalista tak sengaja dia berpapasan dengan dokter yuda, dokter yuda memang sedang mencari kalista untuk mengajak nya memeriksa pasien yang akan datang dari kecelakaan.
" selamat pagi pak satria" sapa dokter yuda saat melihat pak satria berjalan bersama kalista.
" pagi juga ." balas satria
" kalista bisa kita bicara"
"baik dok, saya duluan pak."
"mari pak satria."
"silahkan"
mereka berdua pergi meninggalkan pak satria sendiri.
'sepertinya aku punya saingan, aku harus cepat cepat mendapatkan kalista kalau tidak aku bisa keduluan oleh dia' batin pak satria setelah kalista dan dokter yuda pergi.
sedangkan di belakang pak satria ada yang tersenyum karena pak satria sendiri ditinggal oleh kalista,
Rara dari dulu tidak pernah suka dengan kalista karena semenjak kalista bekerja di rumah sakit ini dia harus jauh dari dokter yuda laki laki yang di sukai nya.
karena kalista telah menggantikan nya sebagai partner kerja dokter yuda.
__ADS_1
dan setelah pengumuman pergantian pemimpin dia sudah menargetkan pak satria sebagai targetnya.
namun dia kalah dengan kalista,pak satria lebih menyukai kalista dari pada dirinya membuat dia semakin kesal kepada kalista.
"selamat pagi pak satria" sapa Rara
"pagi" jawab satria singkat
'kok yang jawab singkat banget' batin Rara dengan sedikit kesal karena jawaban satria.
Rara langsung pergi karena dia tidak mendapatkan jawaban yang dia inginkan.
"ada apa dokter yuda, katanya ada yang mau di bicarakan."
" aku cuma mau memberi tau kamu kalau ada pasien masih di perjalanan, tolong siapkan peralatan nya."
"baik dok saya akan siapkan."
"oh iya kamu nanti siang mau makan bareng saya, ada restoran seafood di sebrang jalan sana."
" jadi gak bisa makan bareng saya."
"sekali lagi maaf pak saya sudah terlanjur berjanji."
"ya udah gak papa, lain kali kalau ada waktu kita makan bareng."
"hei lis kerja udah waktunya kerja ni" ucap Dinda tiba tiba saat melihat kalista sedang berdiri di lorong rumah sakit.
"iya Din, ini juga lagi mau jalan."
"aku duluan ya lis"
"iya "
kalista berjalan ke ruang peralatan untuk mengambil peralatan yang dia butuh kan.
__ADS_1
dia langsung ke ruang UGD untuk tindakan pasien kecelakaan bersama dokter yuda.
mereka sangat konsentrasi untuk mengobati luka cukup dalam.
setelah beberapa menit mereka berkutak dengan peralatan medis akhirnya mereka selesai dengan pasiennya.
kalista mendorong pasien ke ruang inap untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
"terimakasih sus" ucap keluarga pasien keada kalista.
"iya buk, saya permisi dulu Bu kalau ada perlu bisa tekan bel di sebelah ranjang pasien"
"baik sus, sekali lagi terimakasih "
"mari buk"
" udah selesai lis"
"sudah pak satria"
"kita makan bareng yuk."
"saya sudah janji kepada Dinda dan risha untuk makan bareng mereka."
"aku udah bilang sama mereka kalau aku akan mengajak kamu makan, udah ayo nanti habis lagi jam istirahat."
" saya ambil tas dulu pak ."
"gak usah aku yang bayar, nanti kelamaan nunggu kamu."
mereka pun pergi bersama untuk makan siang berdua.
tak sengaja dokter yuda melihat kalista pergi bersama pak satria.
dia merasa sedih karena kalista memilih pak satria ketimbang dirinya.
__ADS_1