CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Awal Bertemu Dengan Profesor Dadang.


__ADS_3

Saat pendidikan profesi keperawatan Nania, bertemu dengan profesor Dadang. Saat ada seminar untuk keperawatan dengan tema obat herbal paska bedah.


Panti jompo tempat Nania, bekerja menerapkan sebagian besar obat herbal. mulai dari teh hingga obat-obatan.


Sehingga Nania, memiliki pengetahuan tentang pengobatan herbal dan paling aktif dalam penelitian pengobatan herbal.


Nania memberikan proposal penelitiannya tentang manfaat suatu akar tumbuhan liar yang hanya tumbuh di daerah pedalaman kalimantan.


Tiga hari berlalu dan Nania belum mendapatkan respon dari profesor Dadang.


Disela-sela istirahatnya waktu makan siang, tiba-tiba handphonenya berdering. awalnya ragu untuk menjawab panggilan telepon tersebut tapi karena mengingat pernah memberikan proposal penelitian kepada profesor Dadang.


Akhirnya Nania menjawab panggilan telepon tersebut dan ternyata yang menelponnya adalah profesor Dadang.


Begitu bahagianya Nania, saat profesor Dadang ingin bertemu dengannya di kliniknya sepulang kerja nanti.


Nania tidak sabar untuk menunggu sampai pulang kerja dan waktu yang ditunggu-tunggu itu akhirnya tiba dan Nania langsung menuju alamat klinik profesor Dadang.


Sesampainya di klinik profesor Dadang, sudah terasa ada hal berbeda dari klinik tersebut.


Nania di sambut oleh profesor Dadang dan asistennya yang laki-laki dan masih sangat muda serta parasnya yang tampan.


"Karena proposal mu luar biasa, karena itu kamu jadi anakku. mulai sekarang panggil aku bapak." ucap profesor itu.


Berhubung sudah semakin malam dan pertemuan di akhiri.


"Biar Findon yang akan mengantarkan mu pulang." kata profesor Dadang.


Terlihat Findon begitu semangat dan juga bahagia karena bisa mengantarkan Nania pulang.


Findon mengantar Nania dengan menggunakan mobil pribadinya yang merupakan hadiah dari profesor Dadang.


Hanya butuh waktu sekitar dua puluh menit, akhirnya Nania tiba di rumahnya.


Findon keluar dari mobil untuk membuka pintu untuk Nania, dengan senyuman yang manis, membuat Findon terlihat begitu bahagia.


"Siapa? cowok baru mu?" tanya Geisya yang kebetulan berpapasan dengannya saat baru pulang.


Dengan centilnya Geisya memperkenalkan dirinya kepada Findon, lalu memintak kontrak pribadi Findon.


Tapi Findon menolaknya dengan alasan handphonenya tertinggal di klinik dan tidak hafal nomor handphone.

__ADS_1


Rasa kesal dan kecewa yang di tahan, tapi Geisya berpura-pura tersenyum agar tetap menarik di mata Findon.


Setelah Findon pulang, Geisya langsung menarik tangan Nania untuk masuk ke dalam rumah.


Lalu membawa Nania ke kamar pribadinya, dan memerintahkan Nania untuk duduk di pinggir ranjangnya.


"Cowok itu membuat ilusi liar ku semakin tidak karuan, dadanya yang bidang, rahangnya yang tegas dan tangannya yang besar.


Ketampanan dan kesempurnaan tubuhnya, membuat ku bergejolak untuk meraba cintanya yang dalam." ucap Geisya yang terlihat sangat birahi.


Seperti biasa Nania, pura-pura mendengarkan ocehannya. karena biasanya Nania mendapatkan uang dari Geisya setelah mendengarkan curhatannya.


"Aku ngak mau tahu, Findon harus tidur dengan ku." kata Geisya.


Ucapannya yang terus menerus seperti orang birahi dan seperti biasa juga, Nania tidak menjamin atau menjanjikan apapun. tapi akan mencobanya.


"Eh, Nania! Kenapa kamu selalu mau memberikan cowok yang kau sukai untukku?" tanya Geisya yang terlihat penasaran.


Nania hanya tersenyum tapi tidak menjawab pertanyaan itu dan akan berkata kalau jawabannya adalah privasi hidupnya.


Setelah Geisya mentransfer uang senilai sepuluh juta rupiah ke rekening Nania, lantas perawat itu keluar dari kamar sang putri manja.*


Pagi harinya Nania sudah bersiap-siap untuk berangkat ke panti jompo untuk bekerja sementara Geisya masih berada di kamarnya.


Findon mendapatkan nomor handphone Nania, dari profesor Dadang dan profesor itu sendiri yang memintanya untuk menemui Nania, karena ada hal penting yang harus dibicarakan.


Nania menyetujuinya karena hal itu menyangkut penelitiannya yang akan dilakukan dengan profesor Dadang.


Waktu yang disepakati telah tiba, dan Findon sudah mengirimkan pesan kepada Nania untuk menemuinya di kafe yang berada di depan panti jompo.


Begitu Nania tiba di kafe tersebut, Findon tersenyum manis.


Lalu menuntun Nania untuk duduk, setelah Nania duduk. terlihat asisten profesor Dadang itu tiada berhenti menatap Nania.


Baru saja selesai makan, dan Geisya sudah tiba di kafe tersebut.


Awalnya Findon terlihat kecewa atas kehadiran Geisya yang tidak pernah diharapkan olehnya.


Tapi aksi genitnya Geisya mampu membuat Findon terkesima melihatnya dan mampu mengalihkan perhatian sang asisten tersebut.


Geisya seperti seorang yang menderita Eksibisionis.

__ADS_1


Eksibisionis adalah kelainan mental, dimana seseorang akan mendapatkan kepuasan jika memamerkan alat kelaminnya atau bagian tubuh yang dianggap tabu untuk diperlihatkan kepada orang lain.


Seperti seorang laki-laki yang suka memamerkan alat kelaminnya kepada perempuan atau perempuan yang suka memamerkan *********** kepada laki-laki.


Geisya sengaja memakai pakaian minim sehingga *********** sangat jelas terlihat dan hal seperti ajang pamer kepada Findon.


Geisya mengenakan rok mini dengan atasan pakaian yang minim dan lebih mirip dengan bra atau kutang yang dipadukan dengan jaket.


Jaket itu langsung di buka dan payudara Geisya, seakan-akan tumpah dari mangkuknya.


Namanya juga laki-laki normal, pasti akan bernafsu jika melihat hal seperti itu.


Seperti buaya yang tidak pernah menolak memakan bangkai kecuali sedang sakit atau kenyang. seperti itulah laki-laki yang tidak akan pernah menolak daging segar.


Kecuali jika imannya kuat dan komitmen pada kesetiaan.


Geisya berhasil membungkus sang asisten yang tampan itu, karena termakan umpan yang lezat.


"Done," ucap Nania.


Lalu pergi dari kafe tersebut untuk bekerja kembali di panti jompo.


Tidak terhitung lagi pria yang berhasil di rebut oleh Geisya dari Nania.


Setiap ada laki-laki yang mendekati Nania, wajib di unboxing oleh Geisya di dokumentasikan dalam bentuk video.


Anehnya lagi, setiap video koleksi vulgar itu terekam pastilah akan dikirimkan ke email Nania.


Nania sangat penasaran akan sikap dan perbuatan Geisya dan berinisiatif untuk mencari tahu apakah itu gangguan mental atau tidak.


Berbagai buku medis dan buku psikologi, serta jurnal dan artikel yang membahas penyimpangan seksual atau biasa disebut orientasi seksual.


Tapi tidak satupun yang menyatakan kalau mendokumentasikan hubungan seksual adalah penyimpanan seksual.


Suatu jurnal psikologis yang melakukan survei terhadap responden yang suka mendokumentasikan hubungan seksualnya menyatakan.


Sembilan puluh persen responden berkata bahwa, kegiatan tersebut di lakukan hanya koleksi pribadi dan sekaligus membuat perbandingan.


Perbandingan akan gaya serta kepuasan dengan dirinya sendiri, atau sebagai evaluasi gaya ketika bermain di ranjang.


Sebanyak sepuluh persen responden menjawab hanya sebagai bukti kalau dirinya melakukan tersebut dengan tujuan tertentu.

__ADS_1


Sisanya menjawab hanya kesenangan semata tanpa mengetahui penyebab kenapa dirinya suka membuat dokumentasi tersebut.


__ADS_2