CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
Nasihat Perkawinan.


__ADS_3

Tatapan Dewa seperti kosong saat mendengar pernyataan dari kedua pengacara itu, sepertinya Dewa baru menyadari sikapnya yang temperamental terhadap istrinya.


"Dulu sewaktu masih bekerja di kantor lembaga bantuan hukum, tentunya keuangan morat marit ngak jelas.


Terkadang aku stres karena kebingungan, dua anak kami sementara istri aku larang untuk bekerja.


Jika seandainya istriku tetap bekerja di bank milik swasta itu, tentunya pendapatan lebih tinggi dariku.


Itulah yang membuat ku minder, keegoisan dalam diriku ini yang menghancurkan segalanya.


Kedua orangtuanya dan bapak ibu mertua, Alhamdulillah masih sehat dan bugar hingga sekarang. mereka berkata siap menjaga anak-anak kami di kala kami bekerja.


Tapi sikap egois ku, yang tidak di kalahkan sama istri, membuat semuanya amburadul.


Lalu aku sadar akan sikapku yang egois dan mulai menerima segala kelebihan istriku yang sangat luar biasa.


Saat itu istriku mintak ijin untuk membuka toko kosmetik, untuk menambah penghasilan keluarga.


Setelah mendapatkan ijin dariku, kedua orang tua dan juga kedua mertua ku langsung mendukung istriku.


Modal terkumpul dan akhirnya buka toko kosmetik, dengan keahlian marketing istriku yang handal. ternyata sangat membuahkan hasil yang maksimal.


Istriku dibantu oleh kedua orang tua ku dan juga bapak ibu mertua ku.


Saat itu juga aku diterima menjadi staf legal di Jaguar group.


Dari situ aku sadar betul, bahwa komunikasi yang baik dan lancar adalah kunci kehormonisan dalam sebuah keluarga.


Bukannya memuji, walaupun istriku sibuk di toko. dia tidak pernah melalaikan tugas sebagai ibu rumah tangga dan juga sebagai istri untukku.


Demikian juga denganku, sesibuk apapun aku bekerja, tetap keluarga nomor satu.


Dari semua cerita ini, komunikasi yang baik akan menciptakan keharmonisan keluarga. kontrol egois dan hilangkan rasa minder terhadap istri.


Karena istri adalah bagian dari tubuh suami dan separuh hidup suami." begitulah cerita hidup salah satu pengacara itu.


Berdasarkan pengalaman hidup dari senior itu, sehingga pengacara yang satunya lagi menerapkan dalam kehidupan keluarganya.


Pengacara yang satunya lagi tetap mengijinkan istrinya mengajar disekolah negeri yang sudah berstatus pegawai negeri sipil.


Komunikasi yang intens dan terjaga, kontrol emosi dan hilangkan rasa minder. itulah kunci kehormonisan dalam sebuah keluarga.**


Setelah kedua pengacara itu pergi, Dewa termenung dan hanya memikirkan betapa egoisnya dirinya selama ini.


Tidak banyak hal yang bisa diperbuatnya untuk saat ini, sebab sahabatnya yang sudah menjadi saudara yaitu Indra sedang berbulan madu bersama istrinya saat ini.

__ADS_1


Setidaknya ada sahabatnya yang selalu berkepala dingin dan selalu ada solusi yang tepat darinya.


Ditambah lagi istri dari sahabatnya itu merupakan sahabat dari Nania, kemungkinan besar ada informasi penting yang bisa didapatkan dari istrinya Indra.


Akhirnya Dewa pulang ke rumahnya dengan membawa sejuta kekecewaan dan juga penyesalan yang tidak berguna.


"Ketemu dengan mantan asisten profesor itu?" Dewa langsung ditanyain mama nya ketika tiba di rumah.


"Hanya bukti kejahatan Geisya yang aku dapatkan." sanggah Dewa yang terlihat lemas.


"Papa sudah mendapatkan kabar dari pengacara kita, karena semakin mempermudah kita untuk melawan perempuan sialan itu.


Terus apa rencana mu untuk mencari keberadaan Nania?" tanya papa nya ke Dewa.


"Sebenarnya bisa saja langsung bertanya pada profesor Dadang, tapi semuanya butuh pendekatan melalui istrinya Indra." jawab Dewa.


"Indra dan istrinya sudah pulang, saat ini berada di rumah Susi." ucap papanya Dewa.


"Kok cepat banget?" Dewa heran karena terlalu cepat bulan madunya.


"Istrinya Indra mimpi di tinggalkan sahabatnya itu, nangis dan terbawa ke dunia nyata.


Susi menelpon adik-adiknya dan memaksa untuk cerita yang sebenarnya, setelah mengetahui kabar yang sebenarnya dan Susi hanya bisa menangis dan...!"


Mamanya Dewa berhenti bicara karena melihat Indra bersama istrinya sudah tiba di rumah tersebut.


plak... plak... ' suara tamparan.'


Susi menampar pipi Dewa dengan segenap tenaganya, air mata Susi yang mengalir dan Dewa hanya tertunduk setelah di tampar sahabat dari istrinya itu.


"Dasar brengsek...!" Susi berteriak di hadapan Dewa.


Kemudian pergi begitu saja, Indra terlihat kebingungan. antara mengejar istrinya atau menenangkan hati sahabat.


"Kejar istrimu, jangan bodoh seperti manusia yang satu ini." ucap papanya yang mendorong Indra.


Indra lantas mengejar istrinya, sementara Dewa hanya bengong.


"Kamu istrihat, Iya. nanti mama akan bantu ngomong dengan Susi." ucap mamanya yang mencoba menenangkan Dewa.


"Apa segitu marahnya Susi sama ku?" tanya Dewa yang masih terlihat syok karena tamparan dari Susi.


"Istrimu itu bukan hanya sekedar sahabat bagi Susi, tapi sudah seperti kakak yang selalu ada untuknya.


Terkadang orang lain yang menjadi sahabat kita, sementara keluarga kita sendiri terkadang menjadi musuh.

__ADS_1


Susi pernah cerita sama mama, kalau istrimu itu sangat banyak membantunya. Tempat curhatan Susi hanya istrimu itu saja.


Jika Nania tidak membantunya, tapi setidaknya ada sahabatnya yang bisa menemaninya menangis.


Memberi semangat dan kekuatan baru, pertolongan itu bukan hanya bentuk materi saja, tapi juga berupa semangat moral dan nasihat lainnya.


Terlalu berat untuk kamu ketahui semua sekarang, karena keadaan mu yang seperti saat ini.


Tapi kamu harus jaga kesehatan, jangan sisa-siakan pengorbanan Nania untuk mengobati hingga pulih seperti ini."


"Benar kata tuan muda, ini teh herbal yang sudah non Nania persiapan.


Tolong diminum, Iya. tuan muda harus kuat agar mencari keberadaannya." ucap mbak Yuni seraya menyerahkan teh herbal yang sudah hangat kuku.


Dewa langsung meneguknya hingga habis dan kemudian melangkahkan kakinya ke arah kamarnya.


"Pah...! kasihan benar sama anak kita." ucap mamanya Dewa ke suaminya.


"Salahnya sendiri, tapi papa akan berusaha untuk membantu Dewa." sanggah suaminya.


Seketika mereka berdua langsung berpelukan, setidaknya masih ada yang membantu Dewa untuk menemukan istrinya.


"Mau kemana, Mah?" tanya sang suami.


"Kata Nania, kita aku stres sebaiknya pergi ke salon untuk memanjakan diri."


"Papa antar, Iya." sanggah sang suami.


Mereka berdua langsung berangkat menuju salon kecantikan, walaupun banyak permasalahan hidup harus di jalani dengan tenang tapi pasti.


"Nania berpesan agar kita berdua selalu merawat diri dan menjaga kesehatan, percuma punya uang jika sakit-sakitan." ucap sang istri.


"Nania bicara seperti itu?" tanya suaminya.


"Iya...! selama ini kita sudah kerja keras, saatnya menikmati hidup. makanya mama ngak melarang Nania untuk memesan obat-obat herbal dari profesor gila itu.


Toh juga berguna untuk kita, papa sudah mulai bergairah di ranjang." ucap sang istri.


Suaminya hanya tersipu malu, karena selama ini sudah mulai redup akan aktivitas ranjang, apalagi saat Dewa mengalami kecelakaan.


"Emangnya berapa harga obat-obatan herbal itu?" tanya sang suami.


"Paling murah lima puluh juta rupiah." jawab istrinya dengan entengnya.


Mereka hanya bisa tertawa, kemudian papa nya itu baru sadar akan permintaan hadiah pernikahan Susi ke profesor Dadang.

__ADS_1


Susi meminta paket obat-obatan herbal yang lengkap, pasti harganya diatas satu milyar rupiah.


__ADS_2