CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
mengungkapkan rasa


__ADS_3

setelah pulang dari rumah sakit papa Andra langsung masuk ke dalam kamar Hanan untuk membicarakan tentang pengobatan Hanan.


"Hanan papa sama dokter Bowo sudah memutuskan untuk membawa kamu untuk berobat ke Singapura." ucap papa Andra kepada Hanan.


"apa tidak bisa di indonesia saja pa"


" pengobatan di sana lebih bagus nan, papa juga harus kembali ke sana untuk bekerja, papa bawa kamu kesana agar papa bisa memantau kamu sepenuhnya,papa tidak mau kamu sampai kenapa napa jika papa tinggal di sini sendiri dengan kondisi kamu seperti ini nan ."


"aku nurut ayah jika memang itu terbaik buat Hanan.


"kamu tidak perlu memikirkan apapun nan semua akan papa urus,kita akan berangkat besok pagi ya nan."


"pa" panggil Hanan


"ada apa nan" jawab papa andra


"boleh Hanan meminta sesuatu sebelum Hanan pergi ke Singapura."


"apa itu Hanan."


"Hanan ingin pergi ke suatu tempat, namun Hanan ingin sendiri.


"tapi kamu masih lemah."


"aku bisa pah Hanan hanya minta itu."


"apa kamu yakin hanan"


" kamu bisa bawa mobil papa." sambil melempar kunci mobilnya.


Hanan langsung menangkap kunci yang di lempar papa Andra,dan langsung pergi ke tempat yang dia tuju.

__ADS_1


tok tok tok


suara ketukan di depan pintu rumah kalista.


"iya tunggu sebentar "saut mama Ira sambil berjalan mendekati pintu.setelah mama Ira membuka pintu merasa sedikit bingung karena tamu yang ia bukakan pintu seorang pria tampan yang tak ia kenal.


" kamu siapa "


"selamat malam Tante, saya Hanan saya mau bertemu dengan kalista." sambil menyalami mama Rita.


" masuk, tante panggil kalista dulu di kamar."


"iya tante"


"kalista ada yang nyariin" sambil membuka pintu kamar kalista.


"siapa ma "


"cowok"


" tadi kenalan sama mama namanya Hanan."


" Hanan ma "


"iya"


"aku temui dulu ya ma" kalista langsung turun dari ranjang, bahagia terlihat di raut wajah kalista setelah mama Ira menyebutkan nama Hanan.


kalista seperti tak percaya Hanan berada di hadapannya.


"hai kalista"

__ADS_1


" hai"


"aku mau bicara sama kamu, kita duduk depan rumah kamu,aku mau bicara berdua sama kamu"hanan mengajak kalista duduk di depan rumah untuk mencari suasana yang lebih sejuk.


" ya udah kita duduk di depan ada tempat duduk di taman depan rumah."


mereka duduk berdua di taman rumah kalista ,kalista merasa dek dekan karena apa yang ingin di bicarakan Hanan.


"lis aku bingung harus mulai dari mana, yang jelas aku suka sama kamu" Hanan mengungkapkan dengan sepenuh hati, membuat jantung kalista merasa berhenti, karena ungkapan hati Hanan kalista tak menyangka akan secepat ini Hanan nyatakan perasaan nya.


"maaf jika aku terlalu cepat mengungkapkan perasaan ini, karena aku punya alasan untuk cepat cepat mengungkapkan perasaan ini lis."


" aku juga gak tau nan, jika aku berada di dekat kamu membuat aku nyaman aku bisa bahagia selalu di samping kamu, namun bukan kah ini terlalu cepat kita hanya bertemu beberapa kali nan apa kamu yakin Hanan tentang perasaan kamu kepada aku."


"aku senang kamu juga merasakan perasaan sama seperti aku, aku hanya ingin memastikan jika cinta aku tidak bertepuk sebelah tangan dan aku sangat yakin tentang perasaan aku sama kamu, karena cuman kamu yang bisa membuat rasa ku tidak karuan aku tidak bisa ungkap kan dengan kata kata karena perasaan ini lebih dari bahagia saat bersama kamu."


kalista hanya tersenyum haru karena ada seorang pria mencintai nya seperti ini.


"apa kamu mau menunggu aku"


"maksud kamu"


"saat kecelakaan kemarin kepala aku terbentur ke aspal"


" aku tau itu Hanan, aku yang mengobatinya." sela kalista.


" apakah kamu tau saat aku ronsen ada gumpalan darah yang ada di dalam kepala aku, membuat aku harus operasi."


"itu bukan masalah Hanan, aku bisa membantu kamu"


"bukan itu masalahnya lis"

__ADS_1


" lalu apa"


"papa aku menginginkan aku operasi di singapura, dia sudah menyiap kan semuanya dan besok pagi aku harus berangkat."


__ADS_2