CINTA SANG PERAWAT

CINTA SANG PERAWAT
mengungkap kan rasa


__ADS_3

akhirnya kalista pulang kerumah setelah seharian bekerja, badan nya sudah ingin dia hempaskan ke ranjang empuknya.


namun saat dia sedang berjalan kerumahnya dia melihat mobil bosnya yang terparkir di depan rumahnya.


" itukan mobil pak satria"batin kalista


dia langsung cepat cepat masuk kedalam untuk memastikan kebenaran nya.


apakah benar bosnya yang bertamu ke rumahnya.


"assalamualaikum" ucap kalista


" Alaikum salam " jawab serempak mereka bertiga setelah mendengar salam dari arah pintu.


mama Ira, papa dan juga tamu yang sedang mengobrol merasa senang karena yang di tunggu tunggu akhirnya sudah pulang.


" kalista akhirnya kamu sudah pulang " ucap mana Ira sambil menuntun kalista untuk duduk di sebelahnya.


" ada pak satria, sudah lama pak," tanya kalista setelah duduk di samping mama Ira.


" belum lis baru saja." jawab satria


" lis nak satria ke sini untuk membicarakan tentang perkembangan hubungan sama kamu." ucap papa.


" hubungan, maksudnya." tanya kalista karena dia bingung karena dia tak mempunyai hubungan apa apa dengan pak satria.


" katanya kamu sama nak satria sudah ada hubungan dekat, iya kan nak satria."


" mungkin kalista masih kaget karena saya ke sini tidak bicara lebih dulu kepadanya,boleh saya bicara berdua dulu dengan kalista." pinta satria kepada papa dan mama.

__ADS_1


" silahkan nak satria." jawab papa


" maaf ya lis, aku hanya ingin serius sama kamu."


" serius untuk apa pak"


" lis kamu kan udah janji gak panggil aku pak kalau di luar kantor"


" maaf lupa kak."


" lis" panggil satria dengan nada berat, tangan satria memegang kedua tangan kalista.


membuat kalista kaget dengan perlakuan satria kepada dirinya, mereka saling memandang.


pandangan mereka yang semakin dalam membuat satria terpada, dia sampai tak kedipkan mata karena dia tidak ingin kehilangan kesempatan melihat kalista dari dekap walaupun hanya sedetik.


" ada apa kak,kenapa kak satria melihat aku seperti itu." sambil mengalihkan pandangannya, ia sadar jika dia sudah mempunyai tambatan hati yang sekarang sedang berobat keluar negri untuk kesembuhannya, dia tidak ingin mengecewakan Hanan walau pun dia sudah kecewa karena Hanan tidak pernah mengabarinya.


" tapi kak aku sudah punya kekasih,"


" aku tau, aku sudah tau semuanya."


" lalu mengapa kak satria ingin bersama saya, kalau kakak tau aku harus mempunyai kekasih."


" dia telah hilang kabar kan lis, dan kamu juga tidak tau dia masih hidup atau tidak."


" cukup kak." sela kalista


satria pun langsung diam karena ucapan kalista.

__ADS_1


" kakak tidak tau apa apa, dan aku yakin hanan masih hidup dia akan selamat."


hiks hiks hiks kalista langsung menangis karena dia juga takut terjadi sesuatu kepada Hanan


satria memeluk kalista dia menyesal telah membuat kalista menangis.


" aku tidak bermaksud seperti itu lis aku hanya ingin menjaga kamu, aku ingin selalu di sampingmu aku mencintai kamu lis jika memang kamu masih sayang dengan dia aku akan melepaskan kamu jika dia disini atau kamu tau kabar darinya tinggalnya dan juga keadaanya.kita gak tau takdir Alloh lis makanya aku ingin melamar kamu, jika memang kita tak berjodoh kamu akan lepas dari aku tapi jika kita berjodoh kamu akan tetap menjadi milik ku."


"apakah kak satria berjanji dengan ucapan itu."


" aku berjanji, seorang laki laki di pegang janji nya."


" jika memang itu terbaik untuk aku ,aku mau tapi tunggu beberapa bulan lagi ya kak,aku ingin memastikan jika dia benar benar tidak mengabari aku."


" iya kita jalani dulu, agar bisa tambah kenal lagi."


" ya udah kita temui papa mama kamu ya ,kasian sudah menunggu dari tadi."


mereka berjalan keruang tamu


" bagai mana lis, nak satria datang kesini untuk berniat baik." tanya papa


" lista sudah ngobrol sama kak satria kita mau jalani dulu hubungan ini untuk beberapa bulan ke depan nanti jika kalista sudah siap pasti akan bilang sama kak satria."


" iya pak kita sudah sepakat untuk jalani dulu hubungan ini."


" papa sih terserah kepada kalian yang ingin menjalani, aku cuman nurut kalian aja."


" kalau begitu saya pamit dulu pak buk hari sudah semakin larut takut kemalaman"

__ADS_1


" hati hati nak di jalan"


satria menutup pintu mobilnya dan langsung pergi untuk cepat pulang ke rumahnya.


__ADS_2