Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Dia hanya seorang pelayan


__ADS_3

Stela mulai merubah ekpresi di wajahnya, ia tersenyum kepada Ken, namun senyuman itu bukanlah senyuman seperti biasanya, melainkan senyuman mengejek. "Apakah kamu tidak malu memiliki calon istri yang hanya seorang pelayan rendahan seperti dia, Ken? Lalu bagaiamana dengan tante Natasha? Apakah dia tahu jika calon menantunya hanyalah seorang pelayan restaurant saja." Ucap Stela dengan nada suaranya yang angkuh.


"Untuk apa aku malu? Selama aku mencintai dia, maka tidak ada kata malu untukku. Sekalipun dia hanyalah seorang pelayan rendahan seperti yang kau bilang, dia akan tetap menjadi istriku nanti. Jadi sebaiknya kamu bersikap lebih sopan lagi terhadap calon istriku. Mengerti." Sahut Ken dingin namun juga sangat tegas.


"Lalu, bagaiamana dengan tante Natasha? Sepertinya dia tidak tahu jika calon menantunya hanyalah seorang gadis miskin dan juga seorang pelayan rendahan. Dan kamu tidak mungkin memberitahunya bukan?" Ucap Stela masih dengan senyumannya yang mengejek.


"Stela, Stela. Kamu pikir mamaku wanita seperti dirimu yang sangat sombong dan angkuh yang hanya melihat orang dari statusnya saja? Tidak Stela! Mamaku berbeda denganmu, dan aku sangat yakin jika mamaku tetap akan merestui hubunganku dengan Leta, meskipun status kita berbeda. Dan satu lagi... " Ucapan Ken tercekat di tenggorokkan.


"Sudahlah Ken, jangan berdebat lagi dengan dia. Itu sama sekali tidak penting." Ucap Leta menyela ucapan calon suaminya tersebut.

__ADS_1


"Tapi, sayang. Dia itu sudah mengejekmu, dan aku tidak bisa menerimanya begitu saja." Sahut Ken sambil menatap calon istrinya itu.


"Dia tidak mengejekku, apa yang dia ucapkan memanglah benar. Jadi, kamu tidak perlu berdebat dengannya, ok. Biarkan saja dia berbicara sesuka hati dia, toh itu tidak akan membuatku sedih ataupun sakit hati." Ucap Leta sambil memperlihatkan senyuman di wajahnya yang cantik itu.


"Tapi aku tetap tidak suka jika ada yang merendahkanmu, sayang." Ken berkata dengan sangat lembut, bahkan satu tangannya kini menyentuh wajah cantik Leta dan mengusapnya dengan lembut, membuat Stela terlihat sangat kesal sekaligus marah.


"Brengsek! Apa dia sengaja melakukan itu di hadapanku? Lihat saja aku tetap tidak akan menyerah begitu saja, Ken." Batin Stela dengan satu tangan terkepal kuat.


"Tunggu sebentar ya, jus alpukatnya sedang di buat oleh bi Ani." Ucap mama Natasha sambil menatap calon menantunya itu.

__ADS_1


"Iya, tante. Tidak apa-apa." Jawab Leta sopan.


"Oh iya sayang, kamu kerja di mana?" Tanya mama Natasha masih lembut.


"Tante, dia itu kerja di restaurant sebagai pelayan." Stela menyahut duluan membuat mama Natasha sekilas melirik ke arah Stela, kemudian ia kembali menatap Leta.


"Betul yang di ucapkan oleh Stela, tante. Aku memang bekerja sebagai pelayan di sebuah restaurant." Ucap. Leta jujur.


"Tuh kan benerkan tan, apa yang aku ucapin. Dia itu hanya seorang pelayan di restaurant. Apa tante tidak malu mempunyai menantu yang hanya seorang pelayan saja? Bagaimana dengan teman-teman tante nanti, mereka pasti menanyakan tentang status dia." Stela kembali menimpali, ia sengaja ingin mengompori mama Natasha, agar mama Natasha tidak merestui hubungan Ken dengan Leta.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2