
Setelah kepergian, Ray. Ken menatap Leta dengan tajam, kemudian ia pun berkata.
"Bukankah aku sudah bilang, jangan pernah bertemu dengan laki-laki lain, terutama mantan kekasihmu itu. Kamu harus mendengarkan ucapanku, kenapa kamu melanggarnya? Kamu pikir, aku hanya main-main dengan apa yang aku ucapkan?" Ucap Ken dingin membuat Leta sedikit takut.
"Aku sudah bilang padamu, Ken. Kalau Ray hanya ingin berpamitan denganku, itu saja." Jawab Leta sambil menatap Ken kesal.
"Tidak ada alasan, Leteshia. Karena kamu sudah mengabaikan ucapanku, maka kamu harus di hukum." Ucap Ken dengan seringai yang meniympan sebuah rencana.
"Ken, aku mohon jangan seperti ini, aku tidak bermaksud untuk mengabaikan ucapanmu. Tapi, memang kenyataannya Ray menemuiku hanya untuk berpamitan. Tidak lebih." Ucap Leta berharap calon suaminya itu mau mengerti dan mengurungkan niatnya untuk menghukum dirinya.
"Aku tidak peduli, Leteshia. Kamu harus ikut denganku, sekarang." Tegas Ken sembari menarik tangan Leta membuat Leta terkejut.
"Ken, lepaskan aku." Pinta Leta sembari berusaha untuk melepaskan tangan Ken.
"Diamlah, atau aku akan membuat perusahaan pamanmu hancur saat ini jiga." Ancam Ken yang mampu membuat Leta langsung terdiam seribu bahasa. Jika sudah menyangkut tentang perusahaan pamannya, maka Leta tidak akan bisa berkata apa-apa lagi, selain menurut dan mengikuti langkah kaki Ken, calon suaminya itu.
Seth yang melihat kedatangan bosnya pun segera membukakan pintu mobil untuk bosnya. Tanpa berucap, Ken langsung mendorong tubuh Leta ke dalam mobilnya, kemudian ia pun masuk dan menutup pintu mobil itu dengan cukup keras membuat sang asisten terkejut dan merutuki bos gak ada akhlaknya itu.
__ADS_1
"Sepertinya, anda sudah membangunkan harimau yang sedang tidur, nona. Berdoa saja, agar harimau itu tidak memangsa anda, nona Leta." Batin Seth sambil menghela nafas panjangnya.
"Apa yang sedang kau tunggu, Seth. Cepat masuk." Seru Ken ketika melihat asistennya itu masih berdiri di samping mobilnya.
Mendengar suara bosnya yang dingin itu, Seth pun langsung berjalan menuju pintu mobil bagian kemudi. Seth langsung meraih pintu mobil itu, kemudian ia pun masuk dan menutup kembali pintu mobilnya. Seth langsung melajukan kendaraan roda empat itu dengan hati-hati, ia tidak ingin membuat harimau itu kembali mengamuk.
"Pergi ke kediamanku." Perintah Ken dingin.
"Baik bos." Jawab Seth sembari fokus dengan setir kemudinya.
"Diam, atau aku akan memakanmu sekarang juga!" Seru Ken terlihat sangat serius. Dan itu membuat Leta semakin cemas dan takut. Bagaimana pun juga, ucapan Ken itu terlalu menakutkan bagi gadis seperti Leta.
"Ken, aku mohon biarkan aku pergi." Pinta Leta sambil menatap Ken dengan tatapan matanya yang memohon.
"Baiklah, aku akan membiarkanmu pergi. Tetapi, perusahaan pamanmu akan hancur dalam sekejap. Bagaimana? Apakah kamu mau, baby?" Ucap Ken sambil menatap Leta lekat.
"Tidak...Tidak, aku mohon jangan lakukan itu, Ken. Baiklah aku akan pergi denganmu." Sahut Leta lemah.
__ADS_1
Ken langsung menyunggingkan senyumannya, ia pun mengelus lembut pucuk kepala gadis pujaannya itu. "Gadis pintar." Ucapnya dengan nada suaranya yang berubah seratus delapan puluh derajat celcius. Sangat lembut.
"Dasar laki-laki gila, bisanya cuma mengancamku saja, aku benci sama kamu, Ken" Ucap Leta dalam hati.
"Jangan merutuki ku di dalam hatimu, baby. Kalau kau mau katakan saja langsung." Ucap Ken sambil memperlihatkan senyumannya yang manis.
"Cihhh bahkan aku merutukinya pun dia tau." Batin Leta kesal.
"Siapa yang merutukimu tuan Ken. Aku mana berani merutukimu." Sahut Leta tanpa mau membalas tatapan mata calon suaminya itu.
"Kamu tidak bisa membohongiku, baby. Sangat jelas terlihat dari raut wajahmu kalau kamu itu sedang merutuki ku." Ucap Ken sembari menangkup wajah calon istrinya agar berhadapan langsung dengan dirinya.
"Terserah kau saja, bagaimana pun juga, kau selalu benar." Jawab Leta kesal.
Ken tersenyum sambil mengacak rambut Leta gemas, ah rasanya ia ingin sekali mencium bibir berwarna pink alami itu, namun sayangnya ia tidak bisa melakukannya sekarang.
Bersambung.
__ADS_1