
Melihat Leta yang hanya terdiam, membuat Ken kembali bersuara.
"Kenapa kamu malah diam, honey? Apakah kamu kembali memikirkan mantan kekasihmu itu?" Tanya Ken penuh selidik.
Leta yang mendengar hal itu pun, langsung menatap Ken dengan kesal. "Bisa gak, kamu tidak berpikiran negatif tentang aku? Aku sama sekali tidak memikirkan dia." Ucap Leta membuat Ken tertawa pelan.
"Kenapa kamu malah tertawa? Apakah ada yang lucu dengan ucapanku barusan?" Tanya Leta kesal.
"Ya! Kamu sangat lucu jika sedang marah seperti ini. Bikin aku gemas." Jawab Ken sembari mengacak rambut indah sang pujaan hatinya.
Terserah kamu saja, aku tidak peduli." Ucap Leta sambil mengercutkan bibirnya, membuat Ken semakin gemas.
"Ingin ku cium lagi hmmm." Bisik Ken di telingat Leta, membuat gadis itu merinding.
"Jangan berharap." Sahut Leta sembari mendorong tubuh Ken agar menjauh dari dirinya.
"Kenapa? Kamu tidak suka kalau aku menciummu?" Ucap Ken kembali menggoda gadis pujaannya itu.
__ADS_1
"Tentu saja tidak, jadi jangan pernah menciumku lagi, mengerti." Jawab Leta sembari memberikan tatapan matanya yang tajam.
"Tapi, sepertinya aku sangat menyukainya. Jadi, suka atau tidak suka, kamu tidak bisa menolaknya, honey." Ucap Ken di iringi dengan senyuman devil membuat Leta bergidik ngeri dan menjauh tiga langkah dari calon suaminya itu.
"Kenapa kamu malah menjauh, sayang. Kamu takut kepadaku?" Ken kembali mendekati gadis pujaannya itu, senyumannya selalu saja mengembang dari sudut bibirnya.
"Tidak, mana mungkin aku takut kepadamu. Bukankah kamu itu manusia biasa sama sepertiku!" Seru Leta membuat Ken semakin mengembangkan senyumannya.
"Baguslah kalau begitu. Aku sangat senang mendengarnya." Ucap Ken sambil menarik tubuh Leta dan memeluk gadis itu.
"Lepaskan!" Seru Leta sambil berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan calon suaminya.
"Sepuluh detik, aku akan mengizinkanmu memelukku hanya sepuluh detik saja, tidak lebih." Tegas Leta terpaksa mengizinkan calon suaminya untuk memeluk dirinya.
"Tahan Leta, biarkan dia memelukmu sebentar saja, karena percuma saja kamu menolaknya, toh dia tetap akan memelukmu, juga kan." Batin Leta di iringi dengan helaan nafasnya.
"Sepuluh menit, kamu tidak boleh menolaknya." Ucap Ken dengan lembut.
__ADS_1
"Kamu,,, kamu benar-benar menyebalkan. Di kasih hati malah minta jantung, dasar ngeselin." Seru Leta membuat Ken tersenyum dalam pelukannya.
"Jangan marah-marah, sayang. Nanti kamu cepat tua."
"Biarkan saja, kalau aku cepet tua, kamu tidak akan mungkin mau menikahiku kan." Sahut Leta masih terdengar kesal.
"Siapa bilang? Meskipun kamu sudah berubah menjadi nenek-nenek pun, aku akan tetap menikahimu. Karena apa? Karena cintaku ini tulus dari lubuk hatiku yang paling dalam. Mengerti." Ucap Ken masih dengan nada suaranya yang lembut dan halus. Leta hanya terdiam ketika ia mendengar ucapan yang di lontarkan oleh calon suaminya itu.
"Kenapa kamu diam? Apakah hatimu mulai tergerak mendengar ucapanku barusan?" Ucap Ken dengan rasa percaya dirinya yang tinggi.
"Jangan kepedean, aku hanya merasa ngantuk saja. Aku mau istirahat, lepaskan pelukanmu!" Seru Leta membuat Ken mendengus kesal, karena ternyata tebakannya salah.
"Sebentar lagi, aku masih ingin memelukmu." Sahut Ken tanpa berniat untuk melepaskan calon istrinya tersebut.
Leta kembali terdiam, percuma saja ia berdebat dengan calon suaminya, toh ia tidak akan pernah menang.
Ken kembali menyunggingkan senyumannya, ia merasa menang karena kali ini, Leta sama sekali tidak memberontak dan tidak menolak permintaannya itu.
__ADS_1
Bersambung......