
Restaurant Samudera.
Leta sedang sibuk melayani beberapa pelanggannya, begitu pun juga dengan Arsha, keduanya sangat sibuk, karena pengunjung hari ini jauh lebih ramai di bandingkan hari-hari sebelumnya.
Beberapa saat kemudian, jam istirhat pun telah tiba. Semua pesanan para pengunjung pun sudah mereka antarkan ke mejanya masing-masing, kedua sahabat itu sudah duduk di kursi yang biasa mereka pakai untuk istirahat.
Leta langsung meraih dan meminum air mineralnya, sementara Arsha, ia langsung mengecek benda pipih miliknya.
"Lelah sekali hari ini." Ucap Leta sambil meletakan kembali air mineral itu di atas meja. "Lo lagi lihat apa, Sha?" Tanya Leta sambil menatap Arsha yanh sibuk dengan ponselnya.
"Gue cuma lihat berita-berita aja, Ta. Gak ada yang penting ternyata." Sahut Arsha sambil menscrool layar ponselnya ke bawah.
"Oh gue kira, lo lagi nungguin seseorang hubungin lo." Ucap Leta membuat Arsha terkekeh pelan.
"Lo tahu aja, Ta." Sahut Arsha membuat Leta langsung menatap ke arahnya.
"Hah jadi beneran? Lalu! Siapa orang yang lo tungguin itu? Gue jadi penasaran." Ucap Leta serius.
"Nih gue lagi nungguin Jungkook chat gue, Ta. Tapi gak ada juga." Sahut Arsha sedih.
"Astaga Arshavina.... Gue pikir lo serius, ternyata lo cuma mengkhayal doang. Dasar ratu halu." Seru Leta menyesal karena ia sudah mempercayai ucapan Arsha tadi.
"Gue serius tahu. Siapa tahu kan ada keajaiban Tuhan buat gue, terus tiba-tiba Jungkook chat atau DM gue ngajak kenalan." Ucap Arsha masih dengan kahyalan tingkat tingginya.
__ADS_1
"Eh, Sha dengerin gue, ya. Sampai ular berbulu pun Jungkook itu gak bakalan chat atau pun DM lo. Sudahlah gue ngeladeni ratu halu kayak lo gak bakalan ada habisnya. Mending gue cari makan. Bye."
Setelah mengatakan hal itu, Leta pun langsung beranjak dari tempat duduknya meninggalkan sahabatnya, Arsha.
"Leteshia, tungguin gue." Teriak Arsha sembari mengejar sahabatnya itu. Leta tidak memperdulikan teriakan sahabatnya, ia terus berjalan meninggalkan sahabatnya yang mendengus kesal.
Di tempat lain.
Ray sudah berada di lobi perusahaan Kendrick Group. Semua karyawan menatap kagum dengan ketampanan dan juga ke ramahannya.
Tidak lama kemudian Seth asisten pribadi Ken pun datang menghampirinya.
"Selamat siang pak Ray. Silahkan anda ikut dengan saya." Ucap Seth sangat sopan.
***
Seth dan juga Ray sudah tiba di depan pintu ruangan Ken, tanpa menunggu waktu yang lama, Seth pun langsung mengetuk pintu ruangan itu.
"Masuk." Perintah Ken dari dalam.
Setelah mendapat perintah dari sang bos, Seth pun langsung membuka pintu itu, lalu masuk bersama Ray yang mengikutinya dari belakang.
"Permisi, bos. Pak Ray sudah datang." Ucap Seth membuat Ken langsung menatap ke arahnya.
__ADS_1
"Ya. kau boleh keluar, dan suruh sekertarisku untuk membuatkan kopi panas dua." Perintah Ken tanpa expresi.
"Baik bos, kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Seth sedikit membungkukkan tubuhnya. Ken hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Seth pun berbalik dan pergi meninggalkan ruangan yang mulai terasa dingin itu.
Ken beranjak dari kursi kebesarannya, kemudian ia menyuruh Ray untuk duduk di atas sofa yang berada di ruang kerjanya.
"Silahkan duduk." Ucap Ken tanpa merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan kepada Ray.
"Terima kasih." Jawab Ray berusaha untuk menahan amarah dalam dirinya saat ini.
"Jadi. Apa tujuan anda datang menemui saya tuan Ray?" Tanya Ken pura-pura tidak tahu.
"Tuan Ken, tentu anda pasti tau bukan, tujuan saya datang menemui anda untuk apa?" Sahut Ray dingin.
"Ohh maafkan saya tuan Ray, sepertinya saya tidak tau tujuan anda datang menemui saya." Ucap Ken membuat Ray mendengus kesal. Kalau saja ia tidak memikirkan perusahaannya, mungkin ia sudah memberikan Ken pukulan di wajahnya yang tampan itu.
"Anda pintar sekali bersandiwara, tuan Kendrick. Anda tentunya masih ingat dengan apa yang sudah anda lakukan terhadap perusahaan saya, bukan?" Seru Ray tetap berusaha untuk menyimpan amarahnya yang kini semakin menggunung tinggi.
"Sepertinya saya lupa tuan Ray. Jadi, mohon anda mengingatkan saya kembali." Ucap Ken dengan santai kayak di pantai membuat Ray semakin di selimuti oleh amarahnya.
Author. Si wajah yang ngeselin tapi ngangenin.
__ADS_1
Bersambung.