Cinta Sejati Sang CEO

Cinta Sejati Sang CEO
Bab 08


__ADS_3

Ken terus menatap tajam asistennya yang tengah berjalan mendekati mobilnya. Seth yang tidak menyadari akan tatapan dari sang bos pun langsung meraih pintu mobil, lalu masuk ke dalamnya.


"Darimana saja kau, Seth? Apakah kau ingin aku memotong gajimu karena kau sudah membuatku menunggu lama?" Tanya Ken tanpa mengubah tatapan matanya yang tajam. Nada suaranya begitu dingin dan tinggi membuat Seth tersentak kaget.


Ken benar-benar merasa sangat kesal terhadap asiatennya itu, berani sekali asistennya mengobrol dengan perempuan yang sudah mencuri hatinya itu? Apakah ia sudah bosan hidup? Lalu apa yang mereka bicarakan tadi? Ken sendiri pun tidak tahu, intinya ia merasa sangat kesal dan cemburu ketika melihat Seth dan Leta duduk berdua sambil mengobrol layaknya orang yang sudah lama saling mengenal.


"Astaga ada apa dengan si bos, kenapa tatapan matanya seperti mau membunuhku? Apakah karena aku sudah membuatnya menunggu lama? "Batin Seth bertanya-tanya.


"Hey! Aku sedang bertanya Seth, kenapa kau malah mengabaikanku?" Seru Ken semakin kesal ketika melihat asistennya itu hanya terdiam.


"Ah maafkan saya, bos. tadi nona Leta mengajak saya untuk berbicara tentang masalah uang ganti rugi yang waktu itu bos."Ucap Seth menjelaskan kepada bosnya itu.


"Ohh jadi apa yang dia katakan?" Tanya Ken tanpa mengubah expresi di wajahnya.


"Jadi begini bos, nona Leta bilang, uang untuk ganti rugi itu belum ada sekarang. Jadi dia ingin negosiasi dengan saya, supaya dia bisa mencicilnya."


"Lalu?" Tanya Ken masih memperlihatkan expresinya yang datar.


"Lalu saya saya menyuruh nona Leta untuk menghubungi dan negosiasi dengan anda saja bos, karena saya bilang anda lah yang berhak untuk menentukannya." Ucap Seth dengan tenang.


"Ok kalau begitu biarkan saja dia menghubungiku, dan kau jangan terlalu dekat dengannya, atau kau akan tau akibatnya, mengerti." Perintah Ken dengan sorot mata yang tidak berubah.


"Saya mengerti, bos."Jawab Seth tetap tenang.


Seth pun mulai mengemudikan kendaraannya dengan hati-hati.


"Awas saja kalau kau sampai berani berdekatan lagi dengannya, aku pasti akan mengirimkanmu ke kandang buaya."


"Saya tidak berani, bos. Dan saya tidak akan berdekatan lagi dengan nona Leta. Jadi, anda tenang saja, bos." Jawab Seth tetap fokus dengan setir kemudinya.


"Astaga bos! apakah anda cemburu dengan saya? Pantas saja tatapan matanya seperti mau membunuhku tadi. Rupanya tadi dia melihatku berbicara dengan nona Leta." Batin Seth sambil tefap fokus dengan setir kemudinya.


"Kita tidak kembali ke kantor, kita ke Mansion Utama." Perintah Ken tetap datar seperti biasanya.


"Baik bos." Jawab Seth singkat dan padat.


Seperti yang di perintahkan oleh sang bos, Seth pun melajukan kendaraannya menuju menuju Mansion Utama.


Di dalam Restaurant.

__ADS_1


Arsha menatap Leta yang tengah berjalan ke arahnya, ia sangat penasaran, apakah negosiasi yang di lakukan oleh sahabatnya itu berhasil atau tidak.


"Gimana Ta! apakah lo berhasil?" Tanya Arsha tidak sabaran.


Leta menghela nafasnya panjang, ia menatap Arsha, lalu menjawab2 dengan pelan. "Belum tau Sha, aku tadi hanya berbicara dengan bawahannya saja, dia menyuruhku untuk negosiasi langsung dengan bosnya."


Arsha mengusap pundak sahabatnya itu, kemudian ia berkata dengan lembut. "Sabar ya, Ta. Siapa tau bosnya itu baik hati dan mengerti keadaanmu."


Leta tersenyum sambil menatap sahabatnya itu. "Iya, Sha. Semoga saja dia seperti yang lo ucapkan barusan." Ucap Leta pelan.


"Sebaiknya kita kembali bekerja sekarang."Ajak Leta yang mendapat anggukkan kepala dari sahabatnya itu. Setelah itu keduanya pun kembali melakukan pekerjaannya.


***


Mobil yang di kemudikan oleh Seth, baru saja tiba di Mansion utama kediaman Kyler. Dengan hati-hati, Seth pun memarkirkan kendaraannya itu, kemudian ia membuka pintu mobilnya, lalu turun dan berjalan menuju pintu mobil penumpang.


Seth langsung membuka pintu mobil untuk bosnya. "Silahkan, bos." Ucapnya sembari memperlihatkan senyumannya yang manis, menurut dirinya.


Ken segera turun, kemudian ia berjalan menuju pintu utama dengan langkah kaki yang cepat. Kedatangan Ken langsung di sambut hangat oleh para pelayan yang ada di kediaman itu.


"Selamat datang, mas Ken. Silahkan masuk." Ucap salah satu pelayan yang masih sangat muda dan memiliki wajah yang cukup cantik.


Ken hanya mengangguk, sebelum ia masuk, ia berbalik dan menatap Seth yang sudah berdiri di belakangnya.


Seth mengangguk, kemudian ia menjawab. "Baik bos, kalau begitu saya permisi dulu."


"Hmmm." Hanya deheman pelan yang di keluarkan oleh Ken. Seth langsung berbalik dan berjalan menuju mobil bosnya. Akhirnya ia bisa istirahat lebih cepat.


Ken mulai melangkahkan kedua kakinya memasuki rumah mewah itu, sang mama yang melihat kedatangannya pun langsung berjalan dan memeluk putra semata wayangnya itu.


"Sayang, kamu sudah sampai nak?" Ucap sang mama terdengar begitu gembira.


"Iya, mah. Aku baru saja sampai."Jawab Ken selalu lembut jika ia berbicara dengan perempuan yang melahirkannya itu.


"Kamu pasti sangat lelah, ayo kita duduk dulu." Ajak sang mama setelah ia melepaskan pelukannya. Ken hanya mengangguk pelan, kemudian mereka pun berjalan menuju sofa yang berada di ruang keluarga.


"Sayang, kamu mau minum apa? Biar mama suruh si bibi buatkan untukmu." Ucap mama Ken sembari mengelus lembut tangan putra semata wayangnya itu.


"Apa aja mah, yang penting minuman." Jawab Ken di iringi dengan senyuman manisnya.

__ADS_1


"Ish kamu ini, yasudah mama panggil dulu si bibi, kamu duduk dulu di sini ya." Ucap mama Ken yang mendapat anggukkan kepala dari Ken. Lalu setelah itu mama Ken pun berjalan menuju dapur meminta si bibi untuk membuatkan minuman untuk putra semata wayangnya itu.


Setelah keprgian sang mama, Ken pun nampak menghela nafasnya, ia menatap photo mendiang sang papa yang masih terpajang indah di dinding ruang keluarganya. "Pah, aku sudah menemukan wanita yang menyelamatku dulu, dan aku berjanji, aku akan mendapatkannya dan melindunginya. Papa pasti sangat senang bukan?" Batin Ken dengan tekad yang kuat.


Ken harus mendapatkan gadis penyelamatnya, Ken harus membuat gadis itu sebagai miliknya, apapun caranya ia harus mendapatkan gadia itu, mengikatnya dengan ikatan suci pernikahan. Karena gadis itulah ia dapat bertahan hidup hingga sekarang.


"Sayang, ada apa? Kenapa wajahmu seperti itu?" Tanya sang mama saat ia sudah berdiri tepat di hadapan putranya.


Ken langsung mengalihkan pandangannya kepada sang mama, ia tersenyum kemudian ia berkata. "Tidak apa-apa, mah. Aku hanya merindukan papa saja." Jawabnya terdengar lirih seperti menyimpan sebuah kerinduan yang mendalam.


Mama Ken tersenyum sendu, kemudian ia duduk di samping putranya itu. "Papamu sudah tenang di alam sana, sayang. Dan mama sangat yakin papamu pasti merindukanmu juga. Mama pun sama, mama selalu merindukan papamu," ucapnya sambil mengusap pundak putranya itu.


"Oh iya sayang bagaimana dengan pekerjaanmu? Apakah semuanya baik-baik saja?" Tanya sang mama mengalihkan pembicaraannya.


"Semuanya baik-baik saja, mah. Hanya hatiku saja yang tidak baik-baik." Ucap Ken pelan.


"Memangnya ada apa dengan hatimu, sayang? Apakah kamu sedang... "


"Ah tidak apa-apa, mah. Aku hanya asal bicara saja." Sela Ken dengan cepat. Sepertinya ia masih malu untuk mengakui bahwa dirinya sedang jatuh cinta saat ini.


Mama Ken tersenyum, ia kembali mengelus pundak putra semata wayangnya itu. "Baiklah, mama tidak akan memaksamu untuk mengatakan apa yang kamu rasakan saat ini, tapi ingat! Suatu saat nanti kamu harus mengungkapkan isi hatimu sama mama, mengerti." Seru mama Ken di iringi dengan senyumannya. Sepertinya sang mama tahu jika putranya itu sedang jatuh cinta, tetapi ia tidak mau memaksa putranya untuk mengakuinya sekarang.


"Silahkan, mas Ken di minum." Si bibi datang dan menaruh minuman di atas meja, Ken hanya mengangguk, sambil meraih minuman itu dan meneguknya secara perlahan. "Kalau begitu saya permisi dulu, bu, mas." Pamit si bibi yang mendapat anggukkan kepala dari mama Ken dan juga Ken. Lalu setelag itu si bibi pun langsung pergi melangkahkan kedua kakinya menuju dapur.


Mama Ken yang bernama Natasha Kyler, atau sering di panggil bu Nat, pun kembali membuka mulutnya. "Sayang malam ini putri sahabat mama akan datang kemari, apa kamu masih ingat Stela yang dulu sering mengikutimu?"


Ken mengernyitkan kening, ia sama sekali tidak mengingat nama itu. "Tidak, mah." Jawabnya singkat.


"Ish kamu ini, Stela yang selalu mengikutimu itu lo, Ken. Yang wajahnya cantik kayak orang china."


"Aku sama sekali tidak ingat, mah." Jawab Ken membuat bu Nat menghsla nafasnya kasar.


"Yasudahlah, nanti kalau kamu ketemu sama dia, pasti kamu ingat." Ucap bu Nat yang mendapat gedikkan bahu dari putra semata wayangnya itu.


"Mah, aku istirahat dulu ya." Pamit Ken lembut.


"Iya sayang kamu istirahat aja dulu, nanti kalau makan malamnya sudah siap, mama panggil kamu ya." Jawab bu Nat sembari mengusap pundak putranya itu.


"Iya, mah." Jawab Ken singkat

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu, Ken pun langsung beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Bersambung.


__ADS_2